-->

LAPORAN PRAKTIKUM ILMU DAN TEKNOLOGI BENIH ACARA BERAT 1000 BUTIR BIJI

 

LAPORAN PRAKTIKUM

ILMU DAN TEKNOLOGI BENIH

ACARA IV. BERAT 1000 BUTIR BIJI

berat 1000 butir biji



Tujuan Praktikum

Tujuan dari praktikum ini adalah mahasiswa dapat mengetahui cara menghitung kemurnian benih dan dapat mengetahui komposisi dari suatu contoh benih.

 Pelaksanaan Praktikum

1.      Hari/tanggal praktikum :

Senin, 16 Oktober 2017 pukul 12.30 – 14.00 WITA.

2.      Tempat praktikum         :

Laboratorium Pemuliaan Tanaman dan Teknologi Benih, Gedung E, Lantai 3, Fakultas Pertanian, Universitas Mataram.

Tinjauan Pustaka

Berat 1000 biji merupakan karakter kuantitatif dari suatu tanaman yang meliputi bagian biji, panjang biji, jumlah biji, berat biomassa dan lain-lain. Umumnya karakter ini dapat diukur dengam menggunakan satuan tertentu, sehingga disebut juga karakter metrik. Karakter metrik tidak dapat dibedakan secara  tegas, karena sebenarnya bersifat kontinue. Biasanya karakter ini  dikendalikan oleh banyak gen minor, untuk menentukan hasil gabah tiap hektar perlu diketahui  berat 1000 biji, karena berat 1000 biji relatif tetap sehingga dapat digunakan  untuk menyatakan hasil tiap hektar (Nasir 2005).

Kemurnian ditentukan berdasarkan persentase berat masing-masing komponen terhadap berat awal contoh kerja. Pemurnian benih bertujuan : membuang benih spesies lain yang berbeda dengan spesies yang diproduksi dan bahan - bahan pengotor. Dengan memilih benih murni dari beni-benih yang kecil, berwarna tidak normal dan benih-benih yang tidak sehat lainnya (Rudi 2010).

Pengujian benih dilakukan untuk mengetahui kualitas benih. Penentuan kualitas ini dapat ditentukan berdasarkan bobot 1000 benih dan pengujian kemunian benih. Pengujian kemurnian benih adalah pengujian atas dasar keselarasan dengan faktor kulaitas benih. Faktor kualitas benih yaitu presentase benih murni, benih tanaman lain, benih herba, kotoran yang tercampur, daya dan kecepatan kecambah, daya tumbuh benih, terbebasnya benih dan penyakit, kadar air serta hasil pengujian berat benih per 1000 benih (Ferdian, 2010).

A.    Alat dan Bahan Praktikum

1.      Alat Praktikum

a.       Timbangan analitik

b.      Cawan petridish

c.       Handcounter

2.      Bahan Praktikum

a.       Spesies padi (Oryza sativa) : Varietas IR 64, Atomita, Cilosari dan IR 66

b.      Spesies jagung (Zea mays) : Arjuna, bisi 2, ketan lokal bima, lokal kebo

B.     Cara Kerja

Cara Kerja I

1.      Diambil benih murni sebanyak 1000 butir dan timbang beratnya dengan timbangan analitik. Kerjakan dengan 4x ulangan

Cara Kerja II

2.      Ambil benih murni sebanyak 100 butir dan timbang beratnya. Kerjakan dengan ulangan 8x ulangan. Berat butir dapat dihitung berat rata-rata 1000 butir benih

C.    Hasil Pengamatan

Tabel 1. Hasil pengamatan 1000 benih kacang hijau

no

Berat 1000 butir

X ( a-a )

x2

Berat 1000 butir

 

a

 

 

sesungguhnya

1

45,43

0,52

0,27

 

2

45

-0,05

0,0025

44,95±0,033917 

3

44,68

0,27

0,072

 

4

44,7

0,25

0,0625

 

rata-rata

44,95 

 

 0,407

 

 

Analisis data

a ± X2/n (n-1)

44,95 ± 0,407/4 (4-1)

44,95 ± 0,033917 g

 

Tabel 2. Hasil pengamatan 100 benih kacang hijau

no

berat 100 butir

Berat 100 butir

X (y-y )

X2

Berat 100 butir

yang diharapkan (y)

sesungguhnya

1

4,98

49,8

-3,48

12,16

2

5,01

50,1

-3,79

14,36

3

4,59

45,9

0,41

0,1681

4

4,34

43,4

2,91

8,46

46,31±0,190331

5

4,5

45

1,31

1,7161

6

4,19

41,9

4,41

19,44

7

4,35

43,5

2,81

7,8961

8

5.09

50,9

-4,59

21,0681

Rata-rat

 

46,31

 

 

 

 

 

Analisis data

y ± X2/n (n-1)

46,31 ± 10,65855/8 (8-1)

46,31 ± 0,190331 g

 

Tabel 2. Hasil pengamatan 1000 benih

no

Berat 1000 butir

X ( a-a )

x2

Berat 1000 butir

 

a

 

 

sesungguhnya

1

26,92

-0,23

0,052

 

2

26,92

-0,23

0,052

3

26,64

0,05

0,0025

26,69±0,022208 

4

26,29

0,4

0,16

 

rata-rata

26,69

 

0,2665 

 

 

Analisis data

a ± X2/n (n-1)

26,69 ± 0,2665/4 (4-1)

26,69 ± 0,022208 g

Tabel 4. Hasil pengamatan 1000 benih kacang hijau

No

berat 100 butir

Berat 100 butir

X (y-y )

X2

Berat 100 butir

yang diharapkan (y)

sesungguhnya

1

2,77

27,7

-0,475

0,225625

2

2,66

26,6

0,625

0,390

3

2,79

27,9

-0,675

0,455625

4

2,59

25,9

1,325

1,75

27,228±0,091094

5

2,82

28,2

-0,975

0,950

6

2,66

26,6

0,625

0,390

7

2,68

26,8

0,425

        0,18

8

2,81

28,1

-0,875

0,76

Rata-rat

 

27,228

 

5,10125

 

 

Analisis data

y ± X2/n (n-1)

27,228 ± 5,10125/8 (8-1)

27,228 ± 0,091094 g

D.    Pembahasan

Dari hasil pengamatan pada uji berat 1000 butir biji yang dilakukan dengan melakukan penimbangan pada 1000 butir biji kacang hijau dan padai dengan menggunakan timbangan analitik sebanyak 4 kali ulangan pada percobaan pertama. Berikutnya dengan menggunakan 8 kali ulangan untuk pengujian berat pada 1000 butir biji. Dengan menghitung secara langsung 1000 benih, etelah benih dihitung sebanyak 1000 benih lalu benih ditimbang dan diketahui beratnya. Dta yang dihasilkan dalam perhitungan ini sangat akurat, tetapi dalam pelaksanaan perhitungan tentu sangat memakan waktu dangan menghitung 1000 benih apa lagi benih berukuran kecil.

Hasil perhitungan analisis data pada perhitungan 1000 butir biji padi dan kacang tanah dengan menggunakan 4 kali ulangan yaitu 44,95 ± 0,033917 gram pada kacang hijau, sedangkan untuk padi didapatkan hasil 26,69 ± 0,022208 gram. Pada analisis data pada 8 kali ulangan didapatkan hasil perhitungan pada kacang hijau seberat 46,31 ± 0,190331 gram dan untuk pada didapatkan hitungan seberat 27,228 ± 0,091094 gram.

Perbedaan bobot 1000 biji dengan metode ini mungkin karena ukuran yang berbeda, isi padasetiap butir padi juga berbeda. Bobot atau besarnya biji dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya yaitu umur biji, waktu pemanenan, lama biji di lapangan sesudah masak dan juga lingkungan.

E.     Kesimpulan

1.      Bobot 1000 biji merupakan berat nisbah 1000 butir benih yang dihasilkan oleh suatu jenis tanaman atau varietas.

2.      Faktor yang memengaruhi bobot 1000 biji yaitu umur biji, lama biji berada di lapangan setelah masak, waktu pemanenan, dan lingkungan.

3.       Dari hasil pengamatan diperoleh hasil 4 kali pengulangan didapatkan  bobot biji padi 26,69 ± 0,022208 gram dan kacang hijau 44,95 ± 0,033917 gram. Hasil 8 kali pengulangan didapatkan bobot biji kacang hijau seberat 46,31 ± 0,190331 gram dan untuk pada didapatkan hitungan seberat 27,228 ± 0,091094 gram.

 

DAFTAR PUSTAKA

Copeland, L. O. 1976. Principles of Seed Science and Technology. Burgess Publishing Company. Minnesota. 369p]

Imran, S., Syamsuddin, dan Efendi. 2002. Analisis vigor benih padi (Oryza sativaL.) pada lahan alang-alang. Agrista 6(1):81-86.

Kamil, Jurnalis.1979.Teknologi Benih I. Angkasa Raya. Padang.

Kuswanto, H. 1997.  Analisis Benih. Penerbit Andi. Yogyakarta

Sutopo,Lita. 2002. Teknologi Benih. Universitas Brawijaya. Malang.


EmoticonEmoticon