-->

LAPORAN PRAKTIKUM ILMU DAN TEKNOLOGI BENIH ACARA UJI KADAR AIR BENIH

 LAPORAN PRAKTIKUM ILMU DAN TEKNOLOGI BENIH



ACARA III. UJI KADAR AIR BENIH

A.      Tujuan Praktikum

Tujuan dari praktikum ini adalah mahasiswa dapat mengetahui dan menghitung kandungan air pada beberapa jenis benih tanaman.

B.       Pelaksanaan Praktikum

1.      Hari/tanggal praktikum :

Senin, 16 Oktober 2017 pukul 12.30 – 14.00 WITA.

2.      Tempat praktikum         :

Laboratorium Pemuliaan Tanaman dan Teknologi Benih, Gedung E, Lantai 3, Fakultas Pertanian, Universitas Mataram.

C.    Tinjauan Pustaka

Sutopo (2006) mengatakan bahwa yang disebut dengan kadar benih adalah jumlah air yang terkandung didalam benih, yang dimana tinggi rendahnya kandungangan air didalam benih memegang peranan yang sangat penting dan juga berpengaruh terhadap viabilitas benih. Viabilitas adalah kemampuan atau daya hidup benih yang dapat dilihat melalui adanya gejala metabolisme dan perubahan wujud dan bentuk benih menjadi kecambah.

Kadar air juga merupakan salah satu komponen yang memiliki tujuan pengolahan maupun penyimpanan benih yang telah diketahui bahwa kadar air memiliki dampak yang besar terhadap benih selama penyimpanannya. Menyimpan benih ortodoks pada kadar air yang tinggi dapat beresiko cepat mundurnya benih selama dalam penyimpanan (Amira, 2010)

Mugnisjah (1990) mengatakan bahwa semakin rendah kadar air benih maka semakin lama daya hidup benih tersebut. Seperti yang kita ketahui kadar air optimum dalam penyimpanan pada sebagian besar benih adalah antara 6%-8%. Jika kadar airnya tinggi maka dapat menyebabkan benih berkecambah sebelum ditanam, sedangkan dalam penyimpanannya menyebabkan naiknya aktivitas respirasi yang dapat berakibat terkurasnya bahan cadangan makanan yang berada didalam benih, juga dapat merangsang perkembangan cendawan patogen didalam tempat penyimpanan. Kadar air yang terlalu rendah juga dapat menyebabkan kerusakan pada embrio.

Pengeringan pada benih dilakuaknkan untuk mengurangi kadar air benih sehingga masa simpan menjadi baik dan terhindar dari serangan hama dan penyakit, serta tidak berkecambah sebelum waktunya. Ketika akan melakukan pengeringan kita harus mengetahui apakah sifat benih termasuk ortodoks atau rekalsitran, yang dimana pada benih ortodoks kadar air saat pembentukan benih sekitar 35-80% dan pada saat tersebut benih belum cukup masak untuk dipanen. Saat pencapaian kadar air benih sebesar 18-40% dapat dikatakan bahwa benih telah mencapai masak fisiologis, laju respirasi benih masih tinggi dan benih peka peka terhadap detiorasi, cendawan, hama, dan kerusakan mekanis (Hevver, 2006).

Penentuan kadar air benih sangat penting untuk dilakukan dari suatu kelompok benih karena laju kemunduran benih sangat diperlukan oleh kadar air benih. Metode pengukuran kadar air benih secara langsung, dihitung dari berkurangnya berat benih akibat hilangnya air dalam benih dan ini yang sering disebut dengan metode oven yang dimana dengan metode oven ini mengenai lama pengeringan dansuhu ovennya telahdiatur sesuai dengan ISTA., sedangkan pengukuran kadar air secara tidak langsung kadar air di ukur tanpa mengeluarkan air dari benih, tetapi dengan menggunakan hambatan listrik dalam benih yang kemudian dikorelasikan dengan kadar air dengan menggunakan alat yang bernama Steinlete Moisture Tester (Hasanah, 2006).

D.      Bahan dan Alat Praktikum

1.      Bahan Praktikum

Bahan-bahan yang digunakan pada praktikum ini adalah sebagai berikut.

a.       Benih jagung (Zea mays)

b.      Benih kacang tanah (Arachis hypogea)

2.      Alat Praktikum

Alat yang digunakan pada praktikum ini adalah sebagai berikut.

a.       Alat penggiling

b.      Cawan

c.       Eksikator

d.      Oven

e.       Pinset

f.       Sendok

g.      Timbangan analitik

E.       Cara Kerja

Adapun prosedur kerja dari praktikum ini adalah sebagai berikut.

1.      Disiapkan contoh uji

2.      Dihancurkan contoh uji

3.      Ditimbang berat cawan kosong (x gram), contoh uji tersebut dengan timbangan analitik.

4.      Dimasukkan contoh uji 3-5 sendok ke dalam cawan , kemudian ditimbang (y gram)

5.      Diletakkan cawan yang berisi contoh uji  ke dalam oven dengan suhu 180°C

6.      Didiamkan didalam oven untuk benih jagung selama 4 jam dan untuk benih kacang tanah 2 jam.

7.      Dikeluarkan cawan yang berisi contoh uji yang telah dioven, didinginkan didalam eksikator.

8.      Ditimbang cawan yang berisi contoh uji yang telah dioven (z gram)

9.      Ditetapkan kadar air benih dengan rumus: (y-z/y-x) x 100%

10.  Dicatat hasilnya.



F.       Hasil Pengamatan

Tabel 1. Hasil pengamatan benih jagung dan kacang tanah

Benih

Rata-rata Berat (gram)

KA (%)

x

y

z

Jagung

2,8

16,83

15,23

1,14%

Kacang Tanah

2,52

11,196

10,53

7,72

 

Analisis Data

%KA Jagung = (y-z)/(y-x) x 100%

= (16,83 - 15,23) / (16,83 - 2,8) x 100%

= 1,6 / 14,03 x 100%

= 0,114 x 100%

= 11,4%

%KA Kacang tanah = (y-z)/(y-x) x 100%

= (11,196 - 10,53) / (11,196 - 2,52) x 100%

= 0,67 / 8,68 x 100%

= 0,0772 x 100%

= 7,72%


G.      Pembahasan

Kadar air benih merupakan berat air yang dikandung yang kemudian hilang karena pemanasan sesuai dengan aturan yang ditetapkan dan dinyatakan dengan persentase. Dari hasil pengamatan pada benih jagung didapatkan hasil perhitungan yang menunjukkan bahwa persentase kadar air pada benih kacang tanah adalah 7,72% dan persentase kadar air pada benih jagung adalah 11,4%. Kadar air pada kedua benih tersebut menunjukkan bahwa benih kacang tanah siap disimpan dan benih jagung belum siap untuk disimpan, karena seperti yang dikatakan oleh Mugnisyah (1990), kadar air optimum dalam penyimpanan pada sebagian besar benih adalah 6-8%.

Untuk lebih tepatnya mengenai perbandingan antara kadar benih jagung dan kacang tanah yang standar yang ditetapkan ole ISTA (International Seed Testing Association) adalah untuk jagung adalah 11-12% dan untuk kacang tanah 6-8%. Diperoleh kadar air benih pada jagung yaitu 11,4%, maka standar ISTA terpenuhi pada benih jagung yang telah diujikan. Untuk kadar air kacang tanah yang diujikan diperoleh yaitu7,72% yang menyatakan keseuaian dengan standa ISTA yang ada, yaitu 6-8%.

Kadar air yang terlalu tinggi dapat menyebabkan naiknya aktivitas respirasi yang dapat mengakibatkan terkurasnya cadangan makanan yang tersimpan dalam benih. Kadar air yang terlalu tinggi juga dapat merangsang pertumbuhan cendawan patogen didalam tempat penyimpanan, tetapi kadar air yang terlalu rendah juga dapat menyebabkan kerusakan pada embrio. Pengaruh utama cendawan adalah: menurunkan viabilitas, memproduksi racun yang mempengaruhi viabilitas benih, meningktkan produksi panas, menyebabkan perubahan warna, kelapukan dan kelengketan.

Ketika kadar air benih mencapai 18 sampai 20%, peningkatan respirasi dan aktifitas mikroorganisme menyebabkan deteriorasi atau vigor dan viabilitas benih tersebut akan mengalami kemunduran benih yang cepat. Pada kadar air 30%, sebagian besar benih yang tidak dorman mulai berkecambah. Pada kadar air tingkat rendah, benih yang disimpan pada kadar air 4 sampai 5% tidak terpengaruh oleh cendawan, tetapi benih-benih tersebut memiliki umur simpan yang lebih pendek dari benih yang disimpan pada kadar air yang sedikit lebih tinggi.

Kadar air berguna untuk mengetahui pada keadaan tertentu benih dapat bertahan, yaitu apakah benih dapat disimpan lama (rekalsitran) atau tidak dapat disimpan lama (ortodoks). Sehingga kita mengetahui hal-hal yang dapat menurunkan mutu benih dan apakah benih dapat disimpan ditempat penyimpanan yang memiliki kelembaban tinggi atau rendah. Kemasan yang baik pada benih dapat menciptakan ekosistem ruang simpan yang baik bagi benih, kemudian dapat disimpan lebih lama. Dengan mengemas benih kita dapat mempertahankan viabilitas dan vigor benih. Ketika pengovenan dilakukan, air yang hilang adalah air bebas, hal ini dikarenakan air bebas dapat bergerak bebas didalam benih sehingga air bebas inilah yang akan menguap ketika dioven dan dapat dihitung persentasenya.

H.      Kesimpulan

Hal yang dapat disimpulkan dari hasil pengamatan diatas yaitu sebagai berikut.

1.      Kadar air yang optimum dimiliki benih yaitu berkisar 6-8%.

2.      Benih jagung memiliki persentase kadar air sebesar 1,14% sehingga belum siap untuk disimpan.

3.      Benih kacang tanah memiliki persentase kadar air sebesar 7,72% sehingga siap untuk disimpan.

4.      Air yang hilang ketika pengovenan dilakukan adalah air bebas (free water) yang terdapat didalam benih

DAFTAR PUSTAKA

 

Amira. 2010. Pengukuran Kadar Air. http://www.ramadhan.blogspot.com. [Diakses pada tanggal 24 Oktober 2017]

Hasanah, M dan D Rusmin 2006. Teknologi Pengelolaan Benih Beberapa Tanaman Obat Di Indonesia. Balai Penelitian Pangan dan Obat. Jurnal Litbang Pertanian. Volume 25 (2) : 68 – 73. Bogor.

Hevver, M. 2006. Introduction to Seed Testing. IAC Wageningen. The Netherlands.

Mugnisjah, W, Q. 1990. Pengantar Produksi Benih. Rajawali Press. Jakarta.

Sutopo, L. 2006. Teknologi Benih. Rajawali Press. Jakarta.


EmoticonEmoticon