
LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM
ZAT PENGATUR TUMBUH
Acara V
PERANAN EKSTRAK ALAMI DAN ZPT PADA PERKECAMBAHAN BENIH
OLEH
1. Nurul Aen Sofiatun (C1M015152)
2. Putri Ramadhani (C1M015160)
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS MATARAM
2018
ACARA V
PERANAN EKSTRAK ALAMI DAN ZPT TERHADAP PERKECAMBAHAN BENIH
Tujuan Praktikum
Tujuan praktikum adalah untuk mengetahui pengaruh ekstrak alami dan ZPT terhadap gaya kecambah dan kecepatan berkecambah benih.
Tinjauan Pustaka
Perkecambahan merupakan tahap awal perkembangan suatu tumbuhan, khususnya tumbuhan berbiji. Dalam tahap ini, embrio di dalam biji yang semula berada pada kondisi dorman mengalami sejumlah perubahan fisiologis yang menyebabkan ia berkembang menjadi tumbuhan muda. Proses perkecambahan diawali dengan penyerapan air (imbibisi). Masuknya air selain berfungsi melarutkan cadangan makanan yang terdapat pada bagia keeping lembaga, juga menginduksi enzim hidrolitik. Dimulainya proses perkecambahan ditentukan oleh kemampuan metabolism untuk melakukan metabolism. Kemapuan metabolism pada tumbuhan dipengaruhi enzim metabolic. (Campbell, et al. 2000)
Perkecambahan biji dimulai dari proses penyerapan air oleh biji diikuti dengan melunaknya kulit biji serta terjadinya hidrasi sitoplasma dan peningkatan suplai oksigen sehingga menyebabkan peningkatan respirasi dalam biji. Proses perkecambahan dapat terjadi jika kulit biji permeabel terhadap air dan tersedia cukup air dengan tekanan osmosis tertentu (Kozlowski, 1972: 1).
Proses perkecambahan pada biji dapat dihambat oleh beberapa faktor, baik faktor internal maupun faktor eksternal. Suatu biji tumbuhan dapat berkecambah jika syarat-syarat berikut ini terpenuhi yaitu embrio biji tersebut masih hidup, biji tidak dalam keadaan dorman, dan faktor lingkungan menguntungkan untuk pekecambahan (Gardner, et al. 1991)
Zat penghambat tumbuh adalah suatu tipe senyawa organik baru yang menghambat pemanjangan batang, meningkatkan warna hijau daun, dan secara tidak langsung mempengaruhi pembungaan tanpa menunjukkan pertumbuhan yang abnormal. Pemberian ZPT membantu pertumbuhan tanaman lebih optimal (Wilkins, 1969)
Metode Percobaan
Tanggal dan Tempat Prakktikum: Praktikum dilaksanakan di Laboraturium Agronomi Fakultas Pertanian Universitas Mataram, dari tanggal 19 Mei 2018.
Bahan dan Alat: | 1. Benih gandum, kacang merah, kacang koro, cabai, kacang hijau 2. Air kelapa, sari buah tomat, air, IAA dan IBA 3. Bak kecambah, pasir, gelas ukur, timbangan analitik dan alat tulis menulis |
Prosedur
1. Disiapkan IAA dan IBA masing-masing dalam konsentrasi 10 ppm, 20 ppm dan 30 ppm
2. Diencerkan air kelapa 1 kali dan sari tomat 5 kali
3. Direndam benih dalam larutan air, ekstrak alami dan ZPT (sesuai perlakuan)
4. Isi bak kecambah dengan pasir lalu semaikan 50 benih yang telah direndam.
Parameter Pengamatan :
1. Diamati dan dicatat jumlah benih yang berkecambah setiap hari
2. Data yang diperolehdisajikan dalam bentuk table, hitung gaya kecambah dengan menggunakan rumus sbb:
3. Dihitung pula kecepatan berkecambah berdasarkan jumlah biji yang berkecambah lebih awal dari semua benih yang diuji. Lihat rumus pada halaman sebelumnya.
Hasil dan Pembahasan
Hasil:
Hari/Tgl | Jumlah Benih Yang Berkecambah = 10.342 biji | ||||||||||||||||||||
Kontrol | GA 10 ppm | GA 20 ppm | Auxin (IAA) 10 ppm | Auxin (IAA) 20 ppm | Air Tomat (50%) | Air Kelapa (100%) | |||||||||||||||
1 | 2 | R | 1 | 2 | R | 1 | 2 | R | 1 | 2 | R | 1 | 2 | R | 1 | 2 | R | 1 | 2 | R | |
Minggu, 20 Mei 2018 | 13 | 29 | 21 | 46 | 43 | 44,5 | 33 | 34 | 33,5 | 0 | 0 | 0 | 0 | 0 | 0 | 7 | 2 | 4,5 | 0 | 0 | 0 |
Senin, 21 Mei 2018 | 29 | 14 | 36 | 3 | 2 | 2,5 | 17 | 26 | 21,5 | 0 | 6 | 3 | 2 | 3 | 2,5 | 10 | 11 | 11,5 | 0 | 0 | 0 |
Selasa, 22 Mei 2018 | 3 | 3 | 3 | 1 | 2 | 1,5 | 0 | 0 | 0 | 8 | 17 | 12,5 | 10 | 15 | 12,5 | 2 | 9 | 5,5 | 0 | 0 | 0 |
Rabu, 23 Mei 2018 | 5 | 3 | 4 | 0 | 2 | 1 | 0 | 0 | 0 | 23 | 22 | 22,5 | 8 | 25 | 16,5 | 0 | 5 | 2,5 | 3 | 0 | 1,5 |
Kamis, 24 Mei 2018 | 0 | 0 | 0 | 0 | 1 | 0,5 | 0 | 0 | 0 | 7 | 3 | 5 | 30 | 7 | 18,5 | 1 | 0 | 0,5 | 13 | 5 | 9 |
Total | 50 | 49 | 49 | 49 | 50 | 50 | 38 | 48 | 50 | 50 | 20 | 17 | 16 | 5 | |||||||
Narasi singkat: Dari hasil perlakuan yang diperoleh diperoleh data bahwa perlakuan IAA 20 ppm memiliki daya kecambah paling besar karena benih gandum tumbuh semua. Sedangkan perlakuan yang memiliki gaya kecambah paling sedikit adalah perlakuan perendaman benih dengan air kelapa.
Analisis Data
Control ulangan 1 =
50%
Ulangan 2 =
49%
GA 10 ppm ulangan 1 =
49%
Ulangan 2 =
49%
GA 20 ppm ulangan 1 =
50%
Ulangan 2 =
50%
IAA 10 ppm ulangan 1 =
38%
Ulangan 2 =
48%
IAA 20 ppm Ulangan 1 =
50%
Ulangan =
50%
Air Tomat Ulangan 1 =
20%
Ulangan 2 =
24%
Air kelapa Ulangan 1 =
16%
Ulangan 2 =
5%
Pembahasan
Perkecambahan adalah tahap awal perkembangan suatu tumbuhan, terkhusus bagi tumbuhan biji. Didalam perkecambahan akan terjadi beberapa proses yang berpengaruh terhadap keberhasilan perkecambahan yaitu imbibisi, aktivitas enzim dan pertumbuhan embrio selanjutnya. Pada proses imbibisi air akan masuk melalui kulit biji ke dalam biji sehingga menyebabkan sel menjadi bengkak dan kulit biji bersifat permiabel bagi oksigen dan karbondioksida.
Faktor utama yang dibutuhkan untuk perkecambahan adalah air, oksigen dan suhu yang cocok. Selain faktor yang mendukung perkecambahan juga ada faktor yang menghambat perkecambahan misalnya zat kimia. Dalam praktikum ini digunakan ekstrak dari buah tomat, air kelapa, GA 10 ppm, GA 20 ppm, Auxin 10 ppm dan Auxin 20 ppm. Untuk mengetahui pengaruh ekstrak alami dan ZPT terhadap gaya kecambah dan kecepatan berkecambah benih maka dilakukan perendaman selama 24 jam terhadap benih gandum yang sudah tersedia.
Pada praktikum ini digunakan 2 ulangan dimana masing-masing ulangan memiliki perbedaan pertumbuhan perkecambahan setelah 24 jam perendaman. Dimana pertumbuhan pada benih gandum yang di rendam dengan air biasa didapatkan hasil pertumbuhan pada bak 1 atau ulangan 1 sebanyak 50 benih gandum selama 5 hari pengamatan. Pada bak ulangan 2 didapatkan benih gandum yang tumbuh selama 5 hari pengamatan sebanyak 49 benih. Pada penggunaan GA 10 ppm didapatkan pertumbuhan benih gandum selama 5 hari pengamatan pada ulangan 1 sebanyak 49 benih begitupun dengan bak ulangan 2 didapatkan 49 benih yang tumbuh selama 5 hari pengamatan. Perendaman menggunakan GA 20 ppm didapatkan pertumbuhan benih gandum pada bak ulangan 1 dan ulangan 2 didapatkan 50 benih gandum yang tumbuh selama 5 hari pengamatan. Sedangkan penggunaan Auxin (IAA) dengan konsentrasi 10 ppm didapatkan pertumbuhan benih gandum sebanyak 38 benih yang tumbuh selama 5 hari pengamatan pada bak ulangan 1, pada bak ulangan 2 sebanyak 48 benih yang tumbuh selama 5 hari pengamatan. Auxin (IAA) dengan konsentrasi 20 ppm didapatkan pertumbuhan benih gandum pada bak ulangan 1 dan ulangan 2 sebanyak 50 benih yang tumbuh sellama pengamatan. Pada bak ulangan 1 pada penggunaan ekstrak buah tomat benih tumbuh sebanyak 20 benih, sedangkan bak ulangan 2 sebanyak 24 benih selama 5 hari pengamatan. Pada penggunaan air kelapa didapatkan pada bak ulangan 1 didapatkan 16 benih yang tumbuh dan pada bak ulangan 2 di dapatkan 5 benih yang tumbuh selama 5 hari pengamatan.
Dari hasil pengamatan tersebut di ketahui pertumbuhan benih yang paling banyak didapatkan pada perendaman dengan menggunakan GA 20 ppm dimana semua benih yang ditanam tumbuh. Penggunaan Auxin 20 ppm juga memiliki daya perkecambahan yang tinggi, dimana benih gandum yang tumbuh semua pada 2 ulangan tersebut. Begitupun dengan control. Berbeda halnya dengan ekstrak tomat dan air kelapa, hal tersebut disebabkan karena pada eir tomat dan air kelapa terkandung zat penghambat. Zat penghambat pada tomat yaitu asam cafeis dan asam cafeis dan asam fenolitik.
Dari hasil pengamatan tersebut dihitung presentase gaya kecambahnya dengan rumus yang sudah ada, dan presentase gaya kecambah dari uji coba yang dilakukan pada praktikum ini membuktikan bahwa presentasi gaya kecambah paling besar terdapat pada percobaan dengan giberelin GA 20 ppm dengan nilai presentase pada ulangan 1 yaitu 50%, ulangan 2 yaitu 50%. Adapun auxin 20 ppm dengan gaya kecambah ulangan 1 adalah 50% dan ulangan 2 sebesar 50 %. Sedangkan daya kecambah paling keci terdapat pada uji dengan air tomat ulangan 1 sebesar 20%, dan ulangan 2 yaitu 24%. Begitupun dengan airkelapa sebesar 16% pada ulangan 1 dan 5% pada ulangan 2.
Kesimpulan
1. Kecepatan kecambah percobaan yang paling baik adalah pada perlakuan yang diberi GA 20 ppm, IAA 20 ppm dan control begitu pula dengan gaya kecambahnya.
2. Kecepatan kecambah dengan perlakuan bahan sintetik seperti GA dan auxin lebih cepat dibandingkan dengan bahan alami seperti air kelapa dan air tomat, namun kecepatannya mengalami penurunan pada hari berikutnya. Sedanggkan kecepatan kecambah dengan perlakuan air kelapa dan tomat terjadi secara perlahan dan meningkat di hari berikutnya kemudian menurun.
Daftar Pustaka
Campbell,N.A., J.B.Reece dan L.G. Mitchell.2000. Biologi. 5th Ed jilid II. Erlangga.Jakarta p:274-275
Gardner,F. P;R.B.Pearce and R.L. Mitchel.1991. Physiology of Crop Plants. University Press Lowa. P:137-13.
Hess,D.1978. Plant physiology. Springer Verlag.New York Inc p:300
Kozlowski, T.T. 1972. Shrinking and Sweling of Plant Tissues. In Water Deficit and Plant Gwowth. Vol III. New York : Academic Pres.
Wilkins,M.B.1969. The Physiology Or Plant Growth And Development. Mcgraw-Hill Book Company Publisher.New Delhi p:53-54
EmoticonEmoticon