-->

Laporan Praktikum IDENTIFIKASI ASAM AMINO DAN PROTEIN terbaru dan terlengkap!


Related image
BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Asam amino merupakan hasil hidrolisis dari protein. Sedangkan asam amino itu sendiri terdiri atas  berbagai jenis. Sehingga diperlukan pengetahuan untuk mengenal jenis asam-asam amino tersebut yaitu dengan analisa protein. Sehingga dengan melakukan suatu reaksi kita dapat mengetahui jenis dari asam amino tersebut.Protein merupakan polimer alami yang terdiri dari sejumlah unit asam amino yang berikatan satu dengan lainnya lewat ikatan amida (atau peptida). Peptida ialah oligomer dari asam amino yang memiliki peranan penting dalam banyak proses biologis. Protein merupakan biomolekul yang sangat penting.
Protein adalah senyawa organik yang berbobot molekul tinggi berkisar antara beberapa ribu sampai jutaan. Protein tersusun dari atom C, H,O dan Nserta unsur lainnya seperti P dan S yang membentuk unit-unit asam amino.
Protein ini disusun oleh asam-asam amino yang juga  mempunyai peranan penting dalam metabolisme zat hidup. Seperti yang telah kita ketahui sebelumnya bahwa secara umum ada tiga gugus yang reaktif pada asam amino yaitu gugus karboksil, gugus amino, dan gugus rantai samping.
Dalam praktikum biokimia ini akan dilakukan uji reaksi protein yaitu uji adanya unsur C, H, dan O, uji adanya atom N, uji adanya atom S, uji biuret, uji ninhidrin, uji xanthoprotein, dan uji millon

1.2  Tujuan
1.      Mengetahui unsur – unsur utama penyusun protein
2.      Membuktikan adanya molekul – molekul peptida dari protein
3.      Membuktikan adanya asam amino bebas pada protein
4.      Membuktikan adanya asam amino tirosin, triptofan, atau fenil alanin yang terdapat dalam protein.








BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Protein adalah suatu senyawa organik yang mempunyai berat molekul besar antara ribuan hingga jutaan satuan(g/mol). Protein tersusun dari atom-atom C,H,O dan N ditambah beberapa unsur lainnya seperti P dan S. Atom-atom itu membentuk unit-unit asam amino. Urutan asam amino dalam protein maupun hubungan antara asam amino satu dengan yang lain, menentukan sifat biologis suatu protein (Girinda, 1990).
Protein ialah polimer alami yang terdiri dari sejumlah unit asam amino (amino acid) yang berikatan satu dengan lainnya lewat ikatan amina (atau peptida). Jaring laba-laba, bulu hewan dan otot, putih telur, dan hemoglobin(molekul yang mengangkut oksigen dalam tubuh ke tempat yanag memerlukan ) ialah protein. Peptida ialah oligomer dari asam amino yang memainkan peran penting dalam banyak proses biologis. Contohnya, peptide hormone insulin mengatur kadar gula darah, bradikinin mengatur tekanan darah, dan oksitosin meregulasi kontraksi uterus dan laktasi. Jadi, protein, pepetida, dan asam amino merupakan bahan yang penting bagi struktur, fungsi, dan reproduksi makhluk  hidup  (Haryanto, 2004).
Asam-asam amino hasil hidrolisis protein dapat dipisahkan satu sama lain dengan menggunakan  kromatografi penukar ion. Tiga macam penyangga pH tinggi dipakai untuk mengelusi asam amino pada kolom kromatografi. Urutan pengelusian tergantung pada  muatan asam amino . Asam amino basa( lisin, histidin, arginine) paling kuat mengikat muatan negative resin penukar ion. Teknik ini memungkinkan penentuan asam amino apa saja yang terdapat dalam protein tertentu. Kelimpahan relative asam-asam amino juga bisa ditentukan dengan mengukur konsentrasi tiap asam amino. Senyawa  ninhidrin bereaksi dengan asam amino membentuk warna ungu. Larutan berwarna ungu ini diukur absorbansinya pada panjang gelombang 570 nm, lalu konsentrasi relative tiap asam amino dapat ditentukan  (Ngili, 2001).

Dalam sebuah molekul protein rantai polipeptida memiliki satu konformasi yang sudah tertentu pada suhu dan pH normal. Konformasi ini disebut konformasi asli, sangat stabil sehingga memungkinkan protein biasa diisolasi dalam konformasi aslinya itu. Dalam struktur protein, tulang rangka dari rantai peptida terdiri dari sebuah seri bidang datar kaku yang dipisahkan oleh gugus –CHR-. Struktur dari sebuah protein dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu ikatan peptida yang terletak pada satu bidang datar, rotasi sumbu Cα¬-N dan rotasi Cα-C dan gugus –R yang berupa bagian dari asam amino polar, polar tanpa muatan dan bermuatan negatif atau positif  (Robert, 1986).
Asam amino yang terbentuk sebagai hasil hidrolisis protein ialah asam α-amino. Pada asam amino, gugus amino terikat pada atom karbon yang bersebelahan dengan gugus karboksil, atau terletak pada posisi α. Karbon α pada asam amino merupakan pusat kiral, kecuali pada glisin yang gugus R-nya adalah atom H. Dengan demikian seluruh asam amino yang diturunkan dari protein (kecuali glisin) bersifat optik aktif. Perlu diperhatikan bahwa konversi Fischer yang biasa digunakan pada karbohidrat dapat pula diterapkan pada asam amino (Hart, 1990).
Protein adalah suatu senyawa organik yang mempunyai berat molekul besar antara ribuan hingga jutaan satuan(g/mol). Protein tersusun dari atom-atom C,H,O dan N ditambah beberapa unsur lainnya seperti P dan S. Atom-atom itu membentuk unit-unit asam amino. Urutan asam amino dalam protein maupun hubungan antara asam amino satu dengan yang lain, menentukan sifat biologis suatu protein (Girinda, 1990).



  




BAB III
METODOLOGI

3.1 Alat Dan Bahan


Alat yang digunakan, yaitu :
ü  Tabung Reaksi
ü  Penjepit Tabunmg Reaksi
ü  Rak Tabung Reaksi
ü  Pipet Tetes
ü  Cawan Porselen
ü  Gelas Objek
ü  Alat Pemanas
ü  Sikat Tabung Reaksi
ü  Labu Ukur
Bahan yang digunakan, yaitu :
Ø  Larutan Naoh 10 %
Ø  Larutan Cuso4 0,5 %
Ø  Reaksi Ninhidrin 0,1 %
Ø  HNO3
Ø  Pereaksi Millon
Ø  Pb-Asetat 5 %
Ø  HCL Pekat
Ø  Sampel (Putih Telur, Ekstrak Kacang Hijau, Kaldu Sapi, Dan Susu Sapi)



3.2  Prosedur Kerja
3.2.1        Uji adanya unsur C, H, dan O
1.    Memasukkan 1 ml albumin telur ke dalam cawan porselin.
2.    Meletakkan kaca obyek diatasnya, kemudian di panaskan.
3.    Memperhatikan adanya pengembuan pada gelas obyek, yang menunjukkan adanya Hidrogen (H) dan Oksigen (O).
4.    Mengambil gelas obyek, lalu mengamati bau yang terjadi. Bila tercium bau rambut terbakar, berarti mengandung unsur Nitrogen (N).
5.    Bila terjadi pengarangan, berarti ada atom Karbon (C).
6.    mengulangi percobaan menggunakan sampel yang lain.

3.2.2        Uji adanya Atom N
1.    Memasukkan 1 ml larutan albumin telur ke tabung reaksi.
2.    Menambahkan 1 ml NaOH 10%, kemudian panaskan.
3.    Memperhatikan bau amonia yang terjadi dan menguji uapnya dengan kertas lakmus merah yang telah dibasahi aquades.
4.    Terbentuknya bau amonia dan kertas lakmus merah berubah menjadi warna biru menunjukkan adanya N.
5.    Mengulangi percobaan menggunakan sampel yang lain.

3.2.3        Uji adanya Atom S
1.    Memasukkan 1 ml larutan albumin telur ke dalam tabung reaksi.
2.    Menambahkan 1 ml NaOH 10%, kemudian di panaskan.
3.    Menambahkan 4 tetes larutan Pb-asetat 5%.
4.    Bila larutan menghitam, berarti PbS terbentuk. Kemudian menambahkan 4 tetes HCl pekat dengan hati-hati.
5.    Memperhatikan bau khas belerang dari belerang yang teroksidasi.
6.    Mengulangi percobaan menggunakan sampel yang lain.

3.2.4        Uji Biuret
1.    Menyediakan 4 tabung reaksi yang bersih lalu masing-masing isilah dengan larutan albumin, kasein, ekstrak daging dan ekstrak kacang hijau sebanyak 2 ml.
2.    Menambahkan pada setiap tabung 1 ml NaOH 10% dan 3 tetes CuSO40,2%
3.    Mencampurkan dengan baik.
4.    Mengamati perubahan yang terjadi.

3.2.5        Uji Ninhidrin
1.    Menyediakan 4 tabung reaksi yang bersih, lalu masing-masing isilah dengan larutan albumin, kasein, ekstrak daging dan ekstrak kacang hijau sebanyak 2 ml.
2.    menambahkan pada setiap tabung 5 tetes pereaksi Ninhidrin.
3.    Kemudian memanaskan diatas penangas air hingga mendidih selama 5 menit.
4.    mengamati perubahan warna yang terjadi.


3.2.6        Uji Xantoprotein
1.    Sediakan 4 tabung reaksi yang bersih, lalu masing-masing isilah dengan larutan albumin, kasein, ekstrak daging dan ekstrak kacang hijau sebanyak 2 ml.
2.    Tambahkan ada setiap tabung 1 ml HNO3pekat, Perhatikan adanya endapan putih yang terbentuk.
3.    Kemudian panaskan selama 1 menit dan amati terbentuknya warna kuning.
4.    Selanjutnya dinginkan di bawah air kran, lalu tambahkan NaOH 10% setetes demi setetes melalui dinding tabung hingga terbentuk lapisan.
5.    Perhatikan perubahan warna yang terjadi. Reaksi positif bila ada pada perbatasan  antara protein dan NaOH terbentuk berwarna jingga.

3.2.7        Uji Millon
1.    Sediakan 4 tabung reaksi yang bersih, lalu masing-masing isislah dengan larutan albumin, kasein, ekstrak daging dan ekstrak kacang hijau sebanyak 2 ml.
2.    Tambahkan pada setiap tabung 1 ml Pereaksi Millon.
3.    Kemudian panaskan campuran ini, mungkin terbentuk endapan kuning.
4.    Selanjutnya dinginkan dibawah air kran, lalu tambahkan 1 tetes larutan NaNO2 1%.
5.    Panaskan lagi, endapan atau larutannya akan menjadi merah.








BAB IV
HASIL PENGAMATAN

A.      Uji Adanya Unsur C, H, dan O

No.

Zat Uji
Hasil pengamatan (+/-)
Pengembunan ( H dan O )
Pengarangan ( C )
Bau rambut terbakar (N)
1.
Ekstrak kacang hijau
+
+
+
2.
Ekstrak kaldu
+
+
+
3.
Susu
+
+
+
4.
Albumin telur
+
+
+

B.  UjiAdanya Atom N


No.

Zat Uji
Hasil pengamatan (+/-)
 Bau amoniak (N)
Kertas lakmus merah (N)
1.
Ekstrak kacang hijau
+
Berubah menjadi warna biru.
2.
Ekstrak kaldu
+
Berubah menjadi warna biru muda.
3.
Susu
+
Berubah warna menjadi biru pekat (+)
4.
Albumin telur
+
Berubah warna menjadi biru pekat (+)














C.      Uji Adanya atom S

No.

Zat Uji
Hasil pengamatan (+/-)
Pbs
Belerang (S)
1.
Ekstrak kacang hijau
Tebentuk (+)
Bau khas belerang (+)
2.
Ekstrak kaldu
( - )
(+)
3.
Susu
Cokelat ( - )
Tidak berbau belerang (-)
4.
Albumin telur
Terbentuk warna hitam (+)
Bau khas belerang (+)

D.      Uji Biuret
No.
Zat Uji
Hasil uji biuret
Polipeptida (+/-)
1.
Ekstrak kacang hijau
Adanya endapan warna kecokelatan dari warna kehijauan.
-
2.
Ekstrak kaldu
Warna tetap kuning tidak berubah.
-
3.
Susu
Warna terjadi  perubahan dari putih menjadi keunguan.
+
4.
Albumin telur
Dari warna putih menjadi ungu.
+

E.       Uji Ninhidrin
No.
Zat Uji
Hasil uji ninhidrin
Asam amino bebas (+/-)
1.
Ekstrak kacang hijau
Lebih pekat warnanya, sebelumnya lebih bening.
-
2.
Ekstrak kaldu
Warna menjadi cokelatan kehijauan.
-
3.
Susu
Tidak terjad perubahan warna, pada sampel terdapat endapan.
-
4.
Albumin telur
Tidak terjadi perubahan warna setelah dipanaskan
-

F.       Uji Xantoprotein
No.
Zat Uji
Hasil uji xantoprotein
Tirosin/triptofan/ fenil alanin (+/-)
1.
Ekstrak kacang hijau
Warna menjadi lebih gelap & pekat.
-
2.
Ekstrak kaldu
Tidak terbentuknya endapan wana berubah menjadi warna kuning bening.
+
3.
Susu
Endapan putih, warna kuning, lapisan atas putih, bawah kuning, & lapisan pembatas berwarna jingga.
+
4.
Albumin telur
Terdapat batasan lapisan protein dg NaOH dg warna jingga.
+

G.      Uji Millon
No.
Zat Uji
Hasil  uji millon
Torosin, triptofan
(+/-)
1.
Ekstrak kacang hijau
Terbentuk warna merah bata.
(+)
2.
Ekstrak kaldu
Terdapat endapan berwarna putih mengandung senyawa logam & merah bata, tirosin, triptofan.
(+)
3.
Susu
Terbentuk endapan kuning, setelah dipanaskan lagi menjadi warna merah.
(+)
4.
Albumin telur
Terdapat endapan berwarna putih & terbentuk warna merah bata.
(+)







BAB V
PEMBAHASAN

Protein adalah makromolekul yang paling berlimpah di dalam sel makhluk hidup dan merupakan 50% atau lebih berat kering sel. Protein ditemukan di dalam semua sel dan semua bagian sel. Protein juga amat bervariasi ratusan jenis yang berbeda dapat ditemukan dalam satu sel. Protein memiliki berbagai peran biologis karena protein merupakan instrument molekuler yang mengekspresikan informasi genetik. Analisis protein dapat dilakukan dengan dua metode, yaitu secara kualitatif terdiri atas: uji adanya unsur C,H dan O, uji adanya atom N, uji adanya atom S, reaksi Biuret, reaksi Ninhidrin, reaksi Xantoprotein, dan reaksi Millon.
Pada uji adanya unsur C,H, dan O adalah untuk mengamati proses reaksi yang terjadi adalah bau yang tercium, dan pada saat malakukan reaksi tersebut tercium bau tersebut.
Untuk uji adanya atom N, sampel di di masukkan kedalam tabung reaksi dan terdapat seprti bau amoniak dan kertas berubah menjadi warna biru.
Sedangkan, pada uji adanya atom S adalah untuk mengetahui atau mengamati terbentuknya Pbs dan bau belerang setelah ditambahkan 4 tetes HCl pekat yang terdapat pada reaksi tersebut. sampel yang direaksikan mengeluarkan bau yang menyengat dan sedikit khitaman.
Pada sampel kacang hijau dan kaldu diperoleh warna kuning kecoklatan, mungkin agak tidak sesuai dengan teori yang dihasilkan, hal tersebut mungkin disebabkan oleh ketidaktelitian dalam melakukan uji warna biuret tersebut. Untuk sampel putih telur, dan susu sapi warna yang diperoleh adalah ungu sesuai dengan teori yang telah ada bahwa didalam sampel tersebut mengandung unsur protein.
Pada uji Ninhidrin, sampel dalam tabung reaksi ditambahkan larutan Ninhidrin 0,01 % dan dikocok kemudian didihkan. Sampel yang membentuk warna biru-ungu atau kuning maka sampel tersebut positif asam amino.
Uji xanthoprotein dapat digunakan untuk menguji atau mengidentifikasi adanya senyawa protein  karena uji xantoprotein dapat menunjukan adanya senyawa asam amino apabila larutan tersebut mengandung protein maka endapan putih tersebut apabila dipanaskan akan berubah menjadi warna kuning atau jingga.
Uji Millon yang menggunakan pereaksi Milon adalah larutan merkuro dan merkuri nitrat dalam asam nitrat. Apabila pereaksi ini ditambahkan pada larutan protein maka akan menghasilkan endapan putih yang dapat berubah menjadi merah oleh pemanasan. Pada sampel kaldu dihasilkan warna putih. Sampel kacang hijau dan putih telur dihasilkan warna merah, sedangkan untuk sampel , susu sapi, dan kaldu sapi  dihasilkan warna kuning dan ungu.






BAB VI
PENUTUP

6.1 Kesimpulan
1.      Mengetahui unsur – unsur utama penyusun protein dengan melakukan berbagai percobaan yang diujikan seperti uji adanya unsur C, H, dan O, uji adanya atom N, uji adanya atom S, uji biuret, uji ninhidrin, uji xanthoprotein, dan uji millon.
2.      Dengan ini didalam protein terdapat polimer alami yang terdiri dari sejumlah unit asam amino yang berikatan satu dengan lainnya lewat ikatan amida (atau peptida). Peptida ialah oligomer dari asam amino yang memiliki peranan penting dalam banyak proses biologis. Protein merupakan biomolekul yang sangat penting.
3.      Protein ini disusun oleh asam-asam amino yang juga  mempunyai peranan penting dalam metabolisme zat hidup. Seperti yang telah kita ketahui sebelumnya bahwa secara umum ada tiga gugus yang reaktif pada asam amino yaitu gugus karboksil, gugus amino, dan gugus rantai samping.
4.      Protein dan asam amino juga dapan terjadi pengendapan bila direaksikan dengan amonium sulfat, asam mineral pekat, dan logam berat.

6.2 SARAN
Dalam proses percobaan sebaiknya praktikan diharapkan dapat menjaga ketertiban didalam ruangan praktikum agar praktikum yang dilaksanakan dapat berjalan dengan baik.



  


DAFTAR PUSTAKA

Girindra, A. 1986. Biokimia I. Jakarta : Gramedia.
Hart, H. 1990. Kimia Organik. Ahli Bahasa : Sumanir Ahmadi. Jakarta : Erlangga.
Haryanto. 2004. Penuntun Praktikum Biokimia Program Studi Teknologi Hasil Pertanian. Samarinda : Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman.
Ngili.2001. Acuan Pelajaran Kimia SMU. Jilid 3.Jakarta : Erlangga.
Robert. 1986. Biokimia 1. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama. Hal. 66







Jawaban Pertanyaan

1.      Jelaskan apa yang dimaksud dengan asam amino alfa dan ikatan peptida!
Jawab :
Asam amino adalah sembarang senyawa organik yang memiliki gugus fungsional karboksil (-COOH) dan amina (biasanya –NH2). Dalam biokimia sering kali pengertiannya dipersempit  keduanya terikat pada satu atom karbon (C) yang sama (disebut atom C ‘ alfa’ atau α).
Ikatan peptida merupakan ikatan yang terbentuk ketika atom karbon pada gugus karboksil suati molekul berbagai elaktron dengan atom itrogen pada gugus amina molekul lainnya. Reaksi yang terjadi merupakan reaksi kondensasi, hal ini ditandai dengan lepasnya molekul air ketika reaksi berlangsung. Hasil dari ikatan ini merupakan ikatan CO-NH, dan menghasilkan molekul yang disebut amida. Ikatan peptida ini dapat menyerap panjang gelombang 190-230 nm.
2.      Jelaskan perbedaan antara polipeptidda dan protein !
Jawaban :
Polipeptida merupakan polimer yang tersusun dari beberapa peptida hasil pengikatan gugus karboksil (COOH) dengan gugus amino. Satu atau lebih polipeptida dapat membentuk protein, contohnya enzim.Protein adalah senyawa organik kompleks dengan berat molekul tinggi, protein merupakan polimer dari monomer-monomer asam amino yang dihubungkan satu sama lain dengan ikatan peptida.

3.      Apakah reaksi ninhidrin dapat digunakan untuk menentukan asam amino secara kuantitatis!
Jawaban :
Bisa, karena reaksi ninhidrin dapat melakukan perubahan warna

4.      Tulis klasifikasi asam amino beserta anggotanya!
Jawaban :
.      Klasifikasi Asam Amino
Berdasarkan rantai sampingnya dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
o   Dengan rantai samping alifatik (asam amino non polar) : Glisin, Alanin, Valin, Leusin, Isoleusin.
o   Dengan rantai samping yang mengandung gugus hidroksil (OH), (asam amino polar) : Serin, Treonin, Tirosin.
o   Dengan rantai samping yang mengandung atom sulfur (asam amino polar) : Sistein dan metionin.
o   Dengan rantai samping yang mengandung gugus asam atau amidanya(gugus R bermuatan negative) : Asam aspartat, Aspargin, Asam glutamate, Glutamin.
o   Dengan rantai samping yang mengandung gugus basa (gugus R bermuatan positif): Arginin, lisin, Histidin
o   Yang mengandung cincin aromatic : Histidin, Fenilalanin, Tirosin, Triptofan.
o   Asam imino : Prolin.


EmoticonEmoticon