-->

Laporan Praktikum Ekofisiologi Acara II Diseleksi (Tanaman Jagung, Padi, dan kacang tanah)!


Image result for Diseleksi jagung
BAB I. PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Jagung (Zea Mays ssp) adalah salah satu tanama pangan penghasil karbohidrat terpenting didunia setelah padi. Khususnya bagi penduduk Amerika Tengah dan Selatan,  Afrika dan beberapa daerah di Indonesia. Selain itu, jagung ditanam sebagai bahan pakan ternak (hijauan maupun tongkolnya) diambil minyaknya (dari bulirnya) dibuat tepung (dari bulirnya, yang dikenal dengan minyak jagung) dan bahan baku industri (dari tepung bulir dan tepung tongkolnya).
Bagian-bagian tanaman jagung berupa akar, batang, daun, bunga dan biji yang memiliki fungsi yang berbeda-beda. Akar tanaman jagung ini berfungsi sebagai pengambilan unsur hara dan mineral yang dibutuhkan oleh tanaman jagung tersebut untuk tumbuh sehingga akar ini merupakann organ yang vital bagi setiap tanaman. Batang tanaman jagung berfungsi sebagai tempat melekatnya daun, bunga dan buah tanaman jagung serta sebagai tempat penghubung atau penyaluran unsur hara dan mineral dari akar ke batang dan penyaluran hasil fotosintesis dari daun ke seluruh tanaman. Daun tanaman jagung berfungsi sebagai tempat proses fotosintesis yang yang digunakan tanaman untuk melangsungkan hidup tanaman. Bunga jagung berfungsi sebagai perkembangbiakan secara generatif tanaman jagung. Bunga tanaman jagung ini terdapat perbedaan yaitu bunga jantan dan betina tanaman jagung terpisah bukan dalam satu tanaman. Biji tanaman jagung berfungsi sebagai perkembangan generatif tanaman jagung tersebut dan biji ini yang berguna bagi manusi sebagai bahan pokok makanan dan bahan lainnya dari tanaman jagung.
Tanaman jagung sendiri merupakan tanaman yang tidak banyak memerlukan air dalam siklus tumbuhnya sehingga sebenernya mudah dalam membudidayakan tanaman jagung ini apabila dilakukan dengan benar. Dari hal tersebut tanaman jagung hanya perlu curah hujan yang relatif rendah yaitu sekitar 85-200 mm/bulan tetapi merata pada setiap lahan. Untuk umur jgung sendiri tergantung pada varietas yang digunakan untuk budidaya. Ada jagung yang berumur dalam yaitu lebih dari 100 hari dalam 1 kali panen, jagung yang berumur sedang antara 85-100 panen dan ada juga umur jagung yang berumur rendah yaitu kurang dari 85 hari pemanenan.

1.2   Tujuan Praktikum
Untuk mengetahui titik pertumbuhan tanaman jagung.


BAB II. TINJAUAN PUSTAKA
Jagung ( Zea Mays L ) merupakan salah satu tanaman pangan dunia yang terpenting, selain gandum dan padi. Berdasarkan temuan-temuan genetik, antropologi, dan arkeologi di ketahui bahwa daerah asal jagung adalah Amerika Tengah (Anonim, 2012).
Klasifikasi dari tanaman jagung yaitu Kingdom : Plantae (Tumbuhan), Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh), Super Divisi : Spermatophyta(Menghasilkan biji), Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga), Kelas : Liliopsida (berkeping satu/monokotil), Sub Kelas : Commelinidae, Ordo : Poales, Famili : Poaceae(suku rumput-rumputan), Genus : Zea, Spesies : Zea mays L. (Rukmana, 1997).
Jagung adalah tanaman rerumputan tropis yang sangat adaptif terhadap perubahan iklim dan memiliki masa hidup 70-210 hari. Jagung dapat tumbuh hingga ketinggian 3 meter. Jagung memiliki nama latin Zea mays. Tidak seperti tanaman biji-bijian lain, tanamn jagung merupakan satu satunya tanaman yang bunga jantan dan betinanya terpisah (Belfield dan Brown, 2008).
Akar jagung tergolong akar serabut yang dapat mencapai kedalaman 8 m meskipun sebagian besar berada pada kisaran 2 m. Pada tanaman yang sudah cukup dewasa muncul akar adventif dari buku-buku batang bagian bawah yang membantu menyangga tegaknya tanaman. Jagung mempunyai akar serabut dengan tiga macam akar, yaitu akar seminal, akar adventif, dan akar kait atau penyangga. Akar seminal adalah akar yang berkembang dari radikula dan embrio. Pertumbuhan akar seminal akan melambat setelah plumula muncul ke permukaan tanah dan pertumbuhan akar seminal akan berhenti pada fase V3.
Batang jagung tegak dan mudah terlihat, sebagaimana sorgum dan tebu, namun tidak seperti padi atau gandum. Terdapat mutan yang batangnya tidak tumbuh pesat sehingga tanaman berbentuk roset. Batang beruas-ruas. Ruas terbungkus pelepah daun yang muncul dari buku. Batang jagung cukup kokoh namun tidak banyak mengandung lignin. (Nuning Argo Subekti, dkk. 2012).
Tanaman jagung mempunyai batang yang tidak bercabang, berbentuk silindris, dan terdiri atas sejumlah ruas dan buku ruas. Pada buku ruas terdapat tunas yang berkembang menjadi tongkol. Dua tunas teratas berkembang menjadi tongkol yang produktif. Batang memiliki tiga komponen jaringan utama, yaitu kulit (epidermis), jaringan pembuluh (bundles vaskuler), dan pusat batang (pith). Teknik Produksi dan Pengembangan lingkaran konsentris dengan kepadatan bundles yang tinggi, dan lingkaran menuju perikarp dekat epidermis. Kepadatan bundles berkurang begitu mendekati pusat batang. Konsentrasi bundles vaskuler yang tinggi dibawah epidermis menyebabkan batang tahan rebah. Genotipe jagung yang mempunyai batang kuat memiliki lebih banyak lapisan jaringan sklerenkim berdinding tebal di bawah epidermis batang dan sekeliling bundles vaskuler (Paliwal 2000).
Daun jagung adalah daun sempurna. Bentuknya memanjang, merupakan bangun pita (ligulatus), ujung daun runcing (acutus), tepi daun rata (integer), Antara pelepah dan helai daun terdapat ligula. Tulang daun sejajar dengan ibu tulang daun. Permukaan daun ada yang licin dan ada yang berambut. Stomata pada daun jagung berbentuk halter, yang khas dimiliki familia Poaceae. Setiap stomata dikelilingi sel epidermis berbentuk kipas. Struktur ini berperan penting dalam respon tanaman menanggapi defisit air pada sel-sel daun. (Nuning Argo Subekti, dkk. 2012).
Jagung memiliki bunga jantan dan bunga betina yang terpisah (diklin) dalam satu tanaman (monoecious). Tiap kuntum bunga memiliki struktur khas bunga dari suku Poaceae, yang disebut floret. Pada jagung, dua floret dibatasi oleh sepasang glumae (tunggal: gluma). Bunga jantan tumbuh di bagian puncak tanaman, berupa karangan bunga (inflorescence). Serbuk sari berwarna kuning dan beraroma khas. Bunga betina tersusun dalam tongkol. Tongkol tumbuh dari buku, di antara batang dan pelepah daun. (Nuning Argo Subekti, dkk. 2012).


BAB III. METODOLOGI PRAKTIKUM
3.1. Waktu dan Tempat
            Praktikum Ekofisiologi Tanaman ini dilaksanakan pada Hari Senin, 19 Desember 2016 Pukul 09.00 sampai selesai di Laboratorium Produksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Mataram.
3.2. Alat dan Bahan
            Alat-alat yang digunakan dalam praktikum ini antara lain Alat tulis menulis kamera Hp, dan Cutter. Sedangkan bahan-bahan yang digunakan dalam praktikum ini antara lain Tanaman Jagung manis yang berumur 1 Minggu, 2 Minggu, 3 Minggu, 4 Minggu, 5 Minggu, dan 6 Minggu setelah tanam. 
3.3. Pelaksanaan Praktikum
1.      Disiapkan tanaman jagung manis dengan berbagai umur, yakni umur 1 MST, 2 MST, 3 MST, 4 MST, 5 MST, dan 6 MST.
2.      Dibelah dua tanaman jagung manis dan diamati di mana tempat titik tumbuh tanaman jagung.


BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1. Hasil Pengamatan
      Tabel hasil pengamatan
Umur Tanam
Gambar Titik Tumbuh


Keterangan

 MST 1

A. Titik Tumbuh Vegetatif :
1.       Meristem Apikal
       Jumlahnya : 2
       Posisi : pada ujung pucuk maupun ujung akar.
2.      Meristem interkalar:
     Jumlah : 1
     Posisi : pada buku.
B. Titik Tumbuh Generatif : -



 







2 MST





A. Titik Tumbuh Vegetatif :
1.  Meristem Apikal
       Jumlahnya : 2
       Posisi : pada ujung pucuk maupun ujung akar.
2. Meristem interkalar:
    Jumlah : 3
    Posisi : pada buku.
B. Titik Tumbuh Generatif : -





3 MST


A. Titik Tumbuh Vegetatif :
1.  Meristem Apikal
       Jumlahnya : 2
       Posisi : pada ujung pucuk maupun ujung akar.
2. Meristem interkalar:
    Jumlah : 3
    Posisi : pada buku.
B. Titik Tumbuh Generatif : -






4 MST

A. Titik Tumbuh Vegetatif :
1.  Meristem Apikal
       Jumlahnya : 2
       Posisi : pada ujung pucuk maupun ujung akar.
2. Meristem interkalar:
    Jumlah : 5
    Posisi : pada buku.
B. Titik Tumbuh Generatif : -






5 MST


A. Titik Tumbuh Vegetatif :
1.  Meristem Apikal
       Jumlahnya : 2
       Posisi : pada ujung pucuk maupun ujung akar.
2. Meristem interkalar:
    Jumlah :7
    Posisi : pada buku.
B. Titik Tumbuh Generatif :
 Jumlahnya : 1
 Posisi : Pada Ruas Ke 6




6 MST

A. Titik Tumbuh Vegetatif :
1.  Meristem Apikal
       Jumlahnya : 2
       Posisi : pada ujung pucuk maupun ujung akar.
2. Meristem interkalar:
    Jumlah :7
    Posisi : pada buku.
B. Titik Tumbuh Generatif :
  Jumlahnya : 1
  Posisi : Pada Ruas Ke 7


4.2 Pembahasan
Jagung (Zea Mays ssp) adalah salah satu tanama pangan penghasil karbohidrat terpenting didunia setelah padi. Khususnya bagi penduduk Amerika Tengah dan Selatan,  Afrika dan beberapa daerah di Indonesia. Selain itu, jagung ditanam sebagai bahan pakan ternak (hijauan maupun tongkolnya) diambil minyaknya (dari bulirnya) dibuat tepung (dari bulirnya, yang dikenal dengan minyak jagung) dan bahan baku industri (dari tepung bulir dan tepung tongkolnya).
Pada praktikum kali ini yaitu mengamati daerah titik tumbuh tumbuhan dengan mengunakan  sampel jagung. Dari hasil yang peroleh yang dilakukan pengamatan dalam beberapa minggu didapatkan hasil titik tumbuh yang berbeda dan bervariasi. Menurut Sandra (2012) mengatakan bahwa bahwa daerah tumbuh pada batang terdapat pada daerah meristem lateral atau pada kambium dengan pertumbuhan sekunder, sedangkan pada akar terdapat pada daerah ujung akar atau meristem apikal dengan pertumbuhan primer. Hormon yang sangat berperan dalam perpanjangan sel adalah auksin, dimana auksin dapat memperpanjang sel pada batang maupun akar.
Perkecambahan benih jagung terjadi ketika radikula muncul dari kulit benih. Proses perkecambahan dimulai ketika terjadi penyerapan air oleh benih melalui proses imbibisi. Proses ini menjadikan benih membengkak diikuti oleh peningkatan aktivitas enzim serta respirasi. Awal perkecambahan, koleoriza memanjang menembus pericarp kemudian radikula menembus koleoriza. Setelah radikula muncul, empat akar seminal lateral juga muncul. Pada waktu yang bersamaan, plamula tertutup oleh koleoptil. Koleoptil terdorong ke atas oleh peanjangan mesokotil, yang mendorong koleoptil ke permukaan tanah. Mesokotil berperan peting dalam pemunculan kecambah di permukaan tanah. Ketika ujung koleoptil muncul keluar permukaan tanah, pemanjangan mesokotil terhenti dan plumul muncul dari koleoptil dan menembus permukaan tanah. 
Fase ini berlangsung pada saat tanaman berumur 2 mst berkecambah. Pada fase ini, akar seminal sudah mulai berhenti tumbuh, akar nodul sudah mulai aktif, dan titik tumbuh berada di bawah permukaan tanah. Suhu tanah sangat berpengaruh terhadap tanaman. Suhu rendah akan menghambat keluarnya daun, meningkatkan jumlah daun, dan menunda terbentuknya bunga jantan. 
Fase ini berlangsung pada saat tanaman berumur 3 hst berkecambah. Titik tumbuh sudah berada di atas permukaan tanah, perkembangan dan penyebaran akar sangat cepat, dan pemanjangan batang berlangsung dengan cepat. Pada fase ini bakal bunga jantan dan perkembangan tongkol dimulai. Tanaman mulai menyerap hara dalam jumlah banyak sehingga diperlukan pemupukan untuk memenuhi kebutuhan hara tanaman.
 Fase ini berlangsung saat tanaman berumur 33-50 hari setelah berkecambah. Tanaman tumbuh dengan cepat disertai dengan akumulasi bahan kering yang cepat pula. Air dan hara dalam jumlah cukup sangat dibutuhkan tanaman pada fase ini. Tanaman yang kekeringan dan kekurangan hara akan memiliki jumlah biji yang sedikit karena ukuran tongko yang kecil. Kekeringan pada fase ini berakibat pada terlambatnya kemunculan bunga betina. 
Fase tasseling biaanya berlangsung pada 45-52 hari setelah tanam dan ditandai adanya cabang terakhir dari bunga jantan sebelum kemunculan bunga betina. Tahap VT dimulai 2-3 hari sebelum rambut tongkol muncul dan tinggi tanaman sudah hampir mencapai tinggi maksimum serta mulai menyebarkan serbuk sari. Pada fase ini biomasa bagian vegetatif sudah maksimum, yaitu sekitar 50% dari total bobot kering tanaman. penyerapan N, P, dan K oleh tanaman masing-masing 60-70, 50, dan 80-90%.
Hasil pengamatan menunjukkan bahwa titik tumbuh hanya terdapat pada tanaman jagung yang berumur 5 dan 6 minggu, yang terletak pada ruas yang ke lima dan keenam. Sedangkan pada tanman yang berumur 1 sampai  minggu tidak terdapat titik tumbuh karena masih dalam proses penyempurnaan organ vegetative.



  
BAB V PENUTUP
Berdasarkana hasil pengamatan dan pembahasan, maka dapat disimpulkan bahwa :
1.      Daerah tumbuh pada batang terdapat pada daerah meristem lateral atau pada kambium dengan pertumbuhan sekunder.
2.      Proses perkecambahan dimulai ketika terjadi penyerapan air oleh benih melalui proses imbibisi.
3.      Titik tumbuh hanya terdapat pada tanaman jagung yang berumur 5 dan 6 minggu.


DAFTAR PUSTAKA
Anonim. Teknologi produksi jagung melalui pendekatan pengelolaan sumberdaya dan tanaman terpadu. http://balitsereal.litbang.deptan.go.id.
Belfield, Stephanie & Brown, Christine. 2008. Field Crop Manual. Maize (A Guide to Upland Production in Cambodia). Canberra
Nuning Argo Subekti, Syafruddin, Roy Efendi, dan Sri Sunarti. 2012, Morfologi Tanaman dan Fase Pertumbuhan Jagung, Balai Penelitian Tanaman Serealia, Maros.


EmoticonEmoticon