-->

Laporan Praktikum Hama Tumbuhan (Identifikasi serangga dan Gejala serangannya) Lengkap gambar dan Deskripsi!


Image result for Hama tanaman
BAB I
PENDAHULUAN
1.1        Latar Belakang
Dalam pertanian, hama adalah merupakan sautu organisme pengganggu tanaman yang menimbulkan kerusakan secara fisik pada tanaman, dan secara lebih praktis yaitu segala atau semua jenis hewan yang menyebabkan kerugian pada tumbuhan pada khususnya dan dalam pertanian pada umumnya.
Serangga adalah kelompok utama dari hewan beruas (Arthropoda) yang bertungkai enam (tiga pasang); karena itulah mereka disebut pula Hexapoda (dari bahasa Yunani yang berarti "berkaki enam"). Jadi secara umum Serangga merupakan hewan beruas dengan tingkat adaptasi yang sangat tinggi. Ukuran serangga relatif kecil dan pertama kali sukses berkolonisasi di bumi.
Umumnya serangga mengalami metamorfosis sempurna, yaitu siklus hidup dengan beberapa tahapan yang berbeda: telur, larva, pupa, dan imago. Beberapa ordo yang mengalami metamorfosis sempurna adalah Lepidoptera, Diptera, Coleoptera, dan Hymenoptera. Metamorfosis tidak sempurna merupakan siklus hidup dengan tahapan : telur, nimfa, dan imago.
Setiap serangga mengalami proses perubahan bentuk dari telur hingga ke bentuk dewasa yang siap melakukan reproduksi. Di dalam tiap tahap juga terjadi proses "pergantian kulit" yang biasa disebut proses pelungsungan. Tahap-tahap ini disebut instar. Ordo-ordo serangga seringkali dicirikan oleh tipe metamorfosisnya. Serta tubuh serangga dewasa dapat dibedakan menjadi tiga bagian utama yaitu kepala (caput), dada (thorax), dan perut (abdomen).

1.2  Tujuan dan Kegunaan
     Tujuan dari praktikum Pengenalan Morfologi Serangga dan Gejala Serangan yaitu untuk mengetahui macam-macam serangga hama yang menyerang pada tanaman pertanian, mengenal bagian tubuh serangga dan tungau, mengetahui daur hidup, mengetahui macam-macam ordo serangga dan mengetahui mekanisme serta gejala serangan serangga tersebut.
Adapun kegunaan dari praktikum ini yaitu sebagai bahan informasi bagi mahasiswa mengenai macam-macam serangga dan bagian tubuhnya serta sebagai pembanding antara teori dan praktikum yang dilakukan di laboratorium.

 BAB II
METODOLOGI
2.1 Waktu dan Tempat
Praktikum Pengenalan Morfologi Serangga dan Gejala Serangan dilaksanakan pada setiap hari senin mulai tanggal 26 September sampai tanggal 24 Oktober 2016 dilaksanakan di Laboratorium Ilmu Hama Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Hasanuddin, Makassar.
2.2 Alat dan Bahan
Alat yang digunakan adalah Cawan petri, jarum pentul, gabus, pinset dan mikroskop hama adapun bahan yang digunakan adalah spesimen serangga seperti kutu daun/aphids, tungau, kutu beras, belalang, walang sangit dan lalat buah (telur, larva, nimfa dan imago), kantong plastik, kertas dan label
2.3 Prosedur Percobaan
Prosedur percobaan pada praktikum ini adalah sebagai berikut :
1.      Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan
2.      Menyediakan sampel preparat/spesimen serangga
3.      Mengidentifikasi morfologi serangga dengan menggunakan mikroskop makro dengan mengamati jumlah dan bentuk tungkai, abdomen, toraks, caput, antena, mata, sayap, mengetahui ordo, tipe alat mulut, fase merusak metamorfosis dan bentuk gejala serangan
4.      Mencatat hasil pengamatan
5.      Menyiapkan cabai busuk
6.      Memasukkan masing-masing 3 larva yang terdapat pada cabai ke tiga buah cawan petri
7.      Melakukan pengamatan setiap hari dengan memeperhatikan populasi dari larva
8.      Memberi makan dan minum pada larva
9.      Mencatat hasil pengamatan tiap minggu terkait persentase mortalitas serangga uji














BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN
3.1 Hasil
Tabel.1 Karakteristik Serangga
SPESIMEN
STADIUM
WARNA
CIRI KHUSUS
ANTENA
TUNGKAI
SAYAP
METAMORFOSIS
Kutu daun/aphids
Nimfa dan imago
Nimfa: Bening, Imago: putih
1 pasang (Filiform)
3 pasang (amblatorial)
-
Paurometabola
Tungau
Imago
Kemerah-merahan
-
4 pasang
-
Holometabola
Kutu beras
Imago
Coklat kehitaman
1 pasang (Genikulat)
3 pasang (saltatorial)
-
Paurometabola
Belalang
Imago
Kuning kecoklatan
1 pasang (Filiform)
3 pasang (saltatorial)
1 pasang (odorata)
Paurometabola
Walang sangit
Imago
Coklat kehitaman
1 pasang (sartaceus)
3 pasang (amblatorial)
2 pasang
Paurometabola
Lalat buah
Larva dan imago
Larva: putih, imago: kuning kecoklatan
1 pasang
3 pasang
2 pasang
Holometabola

Tabel.2 Gejala Serangan

NAMA SERANGGA


ORDO
BAGIAN TANAMAN YANG TERSERANG

GEJALA SERANGAN

TANAMAN INANG
Kutu daun/aphids (Aphids sp)
Hemiptera
Daun
Gejala awal berupa bercak kering pada daun dan menyebabkan tanaman mengering, keriput, tumbuh kerdil, warna daun kekuningan, terpelintir, layu dan mati.Eksudat yang dikeluarkan kutu mengandung madu, sehingga mendorong tumbuhnya cendawan embun jelaga
Inang lainnya selain kentang antara lain kubis, tomat, tembakau, petsai, sawi, terung, ketimun, buncis, semangka, jagung, jeruk, dan kacang – kacangan.

Tungau (Orytes rhinocerul)

Acarina

Daun
Pada permukaan bawah daun terdapat titik atau bercak berwarna kuning/coklat, kemudian meluas dan seluruh daun menjadi kuning, pada permukaan bawah berwarna putih perah. Pada tingkat serangan lanjut daun menjadi keriting dan kerdil kemudian gugur.
Tanaman inang lainnya di sekitar pertanaman, seperti phalaeonopsis sp., dendrobium sp., orcidium sp., vanda sp., gramatophyllium sp., dan gulma terutama golongan dikotil.
Kutu beras
Coleoptera
Butir beras
Merusak butiranberas, juga merusak simpanan jagung, padi, kacang tanah, gaplek, kopra, dan butiran lainnya.Akibat dari serangan hama ini, butir beras menjadi berlubang kecil-kecil, sehingga butiran beras yang terserang menjadi mudah pecah dan remuk seperti tepung.
Tanaman inangnya adalah
padi, jagung, sorghum, gandum dan semua jenis biji bijian baik yang masih dilapangan ataupun yang sudah disimpan si guadang.
Belalang
Orthoptera
Daun
Hama ini menyerang tanaman muda dan tua dengan merusak tanaman pada bagian daun dan pucuk. Kadang-kadang pada musim kering dapat menyebabkan kerusakan parah. Daun yang dimakan menjadi berlubang-lubang, tulang daun dan urat-urat daun tidak dimakan.Lubang akibat serangan belalang tepinya bergerigi kasar tidak beraturan
Kapas, jati, kelapa, kopi, cokelat, jarak, wijen, ketela, waru, kapuk, nangka, karet, jagung, dan pisang.
Walang sangit
Hemiptera
Daun
Walang sangit menghisap cairan tanaman dari tangkai bunga (paniculae) dan juga cairan buah padi yang masih pada tahap masak susu sehingga menyebabkan tanaman kekurangan hara dan menguning (klorosis), dan perlahan-lahan melemah.
Rumput- rumputan, gulma, atau dari daerah tumbuh-tumbuhan berkayu yang ada disekitar pertanaman padi.
Lalat buah
Diptera
Buah
Gejala awal serangan lalat buah ditunjukkan dengan adanya noda hitam
Berukuran kecil. Bintik kecil yang berwama hitam tersebut merupakan bekas
Tusukan ovipositor lalat buah betina
Lebih dari seratus jenis tanaman hortikultura terutama pada tanaman buah dan sayuran yang menjadi inangnya antara lain: pada sayuran ketimun, tomat, gambas, paria dan buah – buahan seperti jambu air, jambu biji, belimbing, mangga, pisang, nangka, jeruk, alpukat, apel, rambutan, dan melon.


Tabel.3 Ciri-ciri Morfologi Spesimen yang Diamati
HASIL PENGAMATAN
PUSTAKA





Tabel.4 Ciri-ciri Gejala Serangan
HASIL PENGAMATAN
PUSTAKA

3.2 Pembahasan
Hama merupakan sautu organisme pengganggu tanaman yang menimbulkan kerusakan secara fisik pada tanaman, dan secara lebih praktis yaitu segala atau semua jenis hewan yang menyebabkan kerugian pada tumbuhan pada khususnya dan dalam pertanian. Pada umumnya hama terbagi dalam 8 ordo yaitu ordo Orthoptera, Hemiptera, Homoptera, Coleoptera, Lepidoptera, Diptera, Hymenoptera, dan Odonata. Ordo-ordo serangga seringkali dicirikan oleh tipe metamorfosisnya. Serta tubuh serangga dewasa dapat dibedakan menjadi tiga bagian utama yaitu kepala (caput), dada (thorax), dan perut (abdomen).
Pada praktikum minggu pertama hama yang diamati adalah hama aphids, tungau dan kutu beras. Pada setiap jenis hama memiliki morfologi yang berbeda. Hama aphids merupakan hama penghisap yang dapat membahayakan tanaman. Telurnya berwarna putih kekuningan, bentuk lonjong bergerombol, nimfa berwarna kuning kehijauan dan berbentuk oval, imagonya berwarna coklat kekuningan dan berbentuk oval. Tungkai Aphids  ada 3 pasang, tipenya disebut amblatorail, antena disebut filoform yang memiliki 1 pasang antena, metamorfosis aphids adalah paourometabola, tipe alat mulutnya menusuk-menghisap dan fase yang merusak adalah imago (Schirmer dkk, 2008). Pada hama tungau (acarina)  atau Tetracychu bimoculatus, fase merusak pada tungau adalah imago, tipe alat mulut menusuk-menghisap, metamofosis yakni Paurometabola, tidak mempunyai antena serta memiliki 4 pasang tungkai. Dan pada hama kumbang beras merupakan ordo coleoptera denga nama latin Sitophilus oryzae, fase merusak yakni larva dan imago, tipe alat mulutmenggerek, metamorphosis holometabola, tipe antenafiliform, jumlah tungkai3 pasang (naynienay, 2008).
            Pada praktikum minggu kedua, jenis hama yang diamati adalah hama kumbang kelapa, belalang dan walang sangit. Kumbang kelapa meru pakan ordocoleoptera dengan nama latin Orytes rhinocerul, fase merusak imago dan tipe alat mulut adalah menggigit – mengunyah, metamorfosis yakni holometabola,  tipe antena lamellate dan memiliki 3 pasang tungkai (Kartasapoetra, 1993). Belalang merupakan ordo Orthoptera dengan nama latin Valanga nigrivounis fase merusak adalah imago, tipe alat mulut yakni menggigit – mengunyah, metamorfosi belalang yakni paurometabola dan tipe antena filiform serta memiliki 3 pasang tungkai. Hama walang sangit merupakan ordo hemiptera,  nama latin Leptocorisa acuta, fase yang merusak adalah imago, tipe alat mulut yakni menusuk – menghisap dan  metamorfosisnya yakni paurometabola, tipe antena disebtu setoceus dan walang sangit memiliki2 pasang tungkai (Zulyusri, 2005).
            Pada praktikum minggu ke tiga jenis hama yang diamati adalah hama pada tanaman cabai yaitu lalat buah. yang merupakan salah satu jenis hama utama di pertanaman cabai. Gejala awal serangan lalat buah ditunjukkan dengan adanya noda hitam berukuran kecil. Bintik kecil yang berwama hitam tersebut merupakan bekas tusukan ovipositor lalat buah betina.


BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN
4.1  Kesimpulan
Kesimpulan dari praktikum pengenalan morfologi serangga dan gejala serangannya adalah sebagai berikut :
1.      Ordo yang diamati dalam praktikum yaitu 5 ordo yaitu ordo Orthoptera, Hemiptera, Coleoptera, Diptera, dan Acarina yang terdiri dari enam spesimen yaitu kutu daun/aphids, tungau, kutu beras, belalang, walang sangit dan lalat buah.
2.      Gejala yang ditimbulkan dari serangan hama serangga dan tungau berbeda-beda. Serangan yang ditimbulkan terhadap tanaman berbeda tergantung dari tipe mulut hama tersebut.
3.      Ordo yang paling banyak diamati dari spesimen serangga hama yang diamati rata-rata memiliki tipe alat mulut menusuk menghisap dan metamorfosis paurometabola
a.        Saran
Sebaiknya dalam praktikum asisten dan praktikan saling bekerja sama agar proses praktikum dapat berjalan dengan lancar.


UNTUK Laporan Lengkap format Doc. (Download Disini)


 DAFTAR PUSTAKA
Kartosapoetra, 1987. Hama Tanaman Pangan dan Perkebunan. Bina Aksara; Jakarta.
Nyoman I, 2005. Pengendalian Hama Terpadu dan Implementasinya di Indonesia.Gajah Mada University Press: Yogyakarta.
Zulyusri. 2005. Buku ajar pengantar entomologi. Padang: Universitas Negeri Padang.


EmoticonEmoticon