BAB III METODOLOGI PENELITIAN
3.1. Waktu dan Tempat
Penelitian ini akan dilaksanakan pada bulan Mei sampai bulan September 2018 yang bertempat di Desa Beririjarak Kecamatan Wanasaba Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat dengan ketinggian tempat 500 meter diatas permukaan laut (m. dpl) yang termasuk dataran medium..
3.2. Alat dan Bahan
3.2.1. Alat-Alat Percobaan
Alat-alat yang digunakan pada penelitian ini antara lain meteran, penggaris, cangkul, sabit, hand traktor, gembor, ember, penetrometer, refraktometer, color chort, jangka sorong, sprayer, timbangan digital, timbangan analitik, ajir, gunting, kamera digital dan oven.
3.2.2. Bahan-Bahan Percobaan
Bahan yang digunakan antara lain benih wortel (Varietas New Nantes, New Kuroda, Lokal Brastagi), pupuk NPK Ponska (15:15:15), pupuk organik Petroganik, Furadan, perekat besmore, amplof PE, Decis 25 EC, Dolomit, Dithane M.45 WP, bambu, tali rapia dan alat tulis menulis.
3.3. Rancangan Percobaan
Penelitian ini menggunakan metode eksperimental di lapangan berdasarkan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor yaitu varietas dan dosis pupuk NPK pada 3 Ulangan.
Faktor varietas (V) terdiri dari 3 aras yaitu:
V1 = Varietas New Nantes
V2 = Varietas New Kuroda
V3 = Varietas Lokal Beratagi
Fakor dosis pupuk NPK (D) terdiri dari 3 aras yaitu:
D1 = 200 kg/ha
D2 = 300 kg/ha
D3 = 400 kg/ha
Kedua faktor dikombinasikan menjadi 9 kombinasi yaitu:
(1) V1D1 = Varietas New Nantes dengan dosis 200 kg/ha
(2) V1D2 = Varietas New Nantes dengan dosis 300 kg/ha
(3) V1D3 = Varietas New Nantes dengan dosis 400 kg/ha
(4) V2D1 = Varietas New Kuroda dengan dosis 200 kg/ha
(5) V2D2 = Varietas New Kuroda dengan dosis 300 kg/ha
(6) V2D3 = Varietas New Kuroda dengan dosis 400 kg/ha
(7) V3D1 = Varietas Lokal Beratagi dengan dosis 200 kg/ha
(8) V3D2 = Varietas Lokal Beratagi dengan dosis 300 kg/ha
(9) V3D3 = Varietas Lokal Beratagi dengan dosis 400 kg/ha
Sehingga dari kombinasi tersebut terdapat 3 ulangan dan terdapat 27 petak percobaan.
3.4. Pelaksanaan Penelitian
3.4.1. Persiapan Lahan
Lahan yang digunakan sebagai tempat percobaan diolah terlebih dahulu sebanyak dua kali pengolahan. Pertama pengolahan dilakukan untuk menggemburkan tanah menggunakan hand traktor, dan lahan didiamkan selama satu minggu. Setelah itu diukur pH tanah, jika jumlah pH 5,5 maka perlu ditambahkan dolomit dengan dosis 3,1 ton/ha untuk meningkatkan jumlah pH tanah menjadi 6,5. Pengolahan kedua yaitu tanah dicangkul untuk menggemburkan tanah. Pemberian pupuk dasar yaitu pupuk organik petroganik dengan dosis 15 ton/ha atau setara dengan 3,6 kg per pertak. Selanjutnya pembuatan petak percobaan dengan ukuran panjang 2 m, lebar 1,2 m, tinggi 20 cm, jarak antar Blok 30 cm dan jarak antar petak 20 cm.
3.4.2. Persiapan Benih
Benih yang digunakan adalah benih wortel tipe Nantes varietas Lokal Berastagidiperoleh dari BBI Kuta Gadung, Sumatra Utara, New Kuroda benih diperoleh dari pasaran atau tempat produksi , New Nantes benih diproduksi di toko pertanian.Penanaman benih dilakukan tanpa persemaian, benih langsung ditanam pada petak percobaan. Sebelum penanaman terlebih dahulu benih digosok-gosok dengan arang sekam atau tisu untuk menghilangkan bulu-bulu halus benih serta memisahkan benih dari gumpalan dan direndam dengan air selama 24 jam untuk merangsang perkecambahannya, lalu benih dikeringanginkan.
3.4.3. Penanaman
Penanaman dilakukan setelah terlebih dahulu menunggal lubang tanam dengan jarak tanam 20 x 10 cm setiap lubang tanam diisi 5 benih. Tanaman yang sudah tumbuh disisir dengan membiarkan tanaman yang homogen pertumbuhannya dan ditinggal 2 tanaman pada lubang tanam semula. Pemasangan tiang standar dan pemberian label dilakukan bersamaan dengan penanaman agar tidak terjadi kesalahan dalam pemberian perlakuan.
3.5. Pemeliharaan
Pemeliharaan yang akan dilakukan adalah penyiraman, penjarangan, penyiangan, pembumbunan, pemupukan dan pengendalian hama dan penyakit.
3.5.1. Penyiraman
Penyiraman dilakukan sejak tanaman mulai tumbuh yaitu dengan menggunakan mesin air atau menggunakan gembor yang dilakukan sesuai kondisi lingkungan.
3.5.2. Penjarangan
Penjarangan tanaman wortel dilakukan pada saat tanaman berumur empat minggu dengan cara memotong tanaman pada pangkal tanaman menggunakan gunting, tujuan dari penjarangan adalah untuk memperoleh tanaman wortel agar tumbuh cepat dan subur sehingga hasil produksinya tinggi. Setiap lubang tanam ada lima tanaman dan penjarangan dilakukan dengan meninggalkan 2 tanaman yang pertumbuhannya seragam per lubang tanam.
3.5.3. Pemupukan
Pemupukan dilakukan dengan dua tahap yaitu pemupukan dasar dan pemupukan susulan. Pemupukan dasar menggunakan pupuk organik Petroganik dengan dosis 15 ton/ha atau setara dengan dosis yaitu 3,6 kg per petak, sedangkan pupuk susulan mengunakan pupuk NPK Ponska (15:15:15) dengan dosis sesuai perlakuan (D1=200 kg/ha, D2=300 kg/ha, D3=400 kg/ha). Pupuk susulan akan diberikan pada saat tanaman berumur 30 hst, 60 hst dan 80 hst. Berikut tabel perlakuan pemupukan sesuai dosis pupuk NPK Ponska yang diberikan tiga kali untuk setiap aplikasi selama budidaya:
Tabel 3.1 : Dosis Pupuk NPK Ponska yang Diberikan Tiga Kali selama budidaya.
| Perlakuan | Dosis pupuk /Ha (Kg) | Dosis Pupuk /petak (Kg/petak) | Dosis Saat Aplikasi /petak (gram) | ||||
| 30 hst | 60 hst | 80 hst | |||||
| V1D1 V1D2 V1D3 | 200 300 400 | 0.048 0.072 0.096 | 16 24 31 | 16 24 31 | 16 24 31 | ||
| V2D1 V2D2 V2D3 | 200 300 400 | 0.048 0.072 0.096 | 16 24 31 | 16 24 31 | 16 24 31 | ||
| V3D1 V3D2 V3D3 | 200 300 400 | 0.048 0.072 0.096 | 16 24 31 | 16 24 31 | 16 24 31 | ||
3.5.4. Pembumbunan dan Penyiangan
Pembubunan pada tanaman wortel dilakukan setelah tanaman berumur satu bulan pada saat umbi akan mulai terbentuk. Tujuan dari pembubunan adalah untuk menjaga aerase dan mencegah pemadatan tanah yang diakibatkan oleh proses pemanasan setelah terjadinya hujan dan penyiraman. Disamping itu pembubunan dilakukan untuk menutupi umbi wortel yang muncul ke permukaan tanah. Kegiatan ini dilakukan untuk menghindari sinar matahari langsung mengenai umbi yang akan menyebabkan warna umbi menjadi hijau. Penyiangan dilakukan apabila ada gulma yang sudah terlihat tumbuh.
3.5.5. Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT)
Adapun organisme pengganggu tanaman wortel antara lain ulat tanah (Agrotis ipsilon Hufn), kutu daun (Aphid, Aphis spp.) dan lalat atau magot (Psila rosae). Adapun cara pengendaliannya pada ulat tanah dilakukan dengan cara kimia dengan menggunakan insektisida Furadan 3G pada saat tanam dengan konsentrasi yang dianjurkan. Pengendalian pada kutu daun dilakukan dengan mengatur waktu tanam secara serempak pada satu hamparan lahan untuk memutus siklus hidupnya. Pengendalian lalat atau magot dapat dilakukan dengan cara regular yaitu aplikasi insektisida Decis 2,5 EC dengan dosis yang dianjurkan.
3.5.6. Panen
Panen tanaman dilakukan secara serempak pada umur 100 hari setelah tanam dengan cara mencabut tanaman menggunakan tangan dari setiap lubang tanam lalu tanah dibersihkan yang berada pada umbi wortel sampai bersih.
3.6. Pengamatan
3.6.1. Penentuan Tanaman Sampel
Tanaman sampel ditentukan secara acak pada setiap petak dan di setiap petak ditentukan 3 tanaman sampel pengamatan.
3.6.2. Paramater
3.6.2.1. Tinggi Tanaman
Pengamatan tinggi tanaman dimulai saat tanaman sudah berumur satu bulan setelah tanam. Pengamatan dilakukan dua minggu sekali sampai tanaman panen. Pengamatan tinggi tanaman dimulai dari permukaan tanah sampai bagian tanaman yang tertinggi dengan menggunakan penggaris.
3.6.2.2. Jumlah Daun
Pengamatan jumlah daun dilakukan setelah tanaman sudah memasuki umur satu bulan. Pengamatan dilakukan dua kali seminggu sampai panen. Pengamatan jumlah daun dilakukan dengan cara menghitung semua jumlah daun majemuk.
3.6.2.3. Biomassa Basah dan Kering
Pengamatan biomassa basah dilakukan pada saat tanaman berumur 50 hst dan saat panen selama dua kali. Pengamatan dengan cara menimbang biomassa yaitu dengan mencabut tanaman sampel kemudian langsung ditimbang di lapanagan menggunakan timbangan analitik. Pengamatan biomassa kering dilakukan pada tanaman berumur 50 hst dan saat panen selama dua kali, dengan cara tanaman yang sudah dicabut kemudian dimasukkan ke amplok PE lalu disimpan di dalam Oven pada suhu 270C sampai berat tanaman menjadi konstan kemudian tanaman ditimbang berat total atas dan total bawah menggunakan timbangan analitik.
3.6.2.4. Berat Setiap Umbi
pengukuran berat setiap umbi dilakukan pada saat panen dilakukan satu kali dengan cara setiap umbi dibersihkan dari kotoran tanah kemudian setiap umbi dipisahkan bagian atas dan bawah umbi lalu tanaman sampel ditimbang dengan melihat jumlah totalnya menggunakan timbangan digital langsung di lapangan.
3.6.2.5. Panjang Umbi (cm)
Pengamatan dilakukan setelah panen dengan mengukur panjang umbi tanaman sampel dari pangkal hingga bagian ujung umbi dengan menggunakan penggaris.
3.6.2.6. Diameter Umbi (cm)
Pengamatan dilakukan setelah panen dengan cara tanaman sampel diambil umbinya lalu diambil tiga titik yaitu bagian atas, tengah, bawah lalu setiap bagian diukur dengan menghitung hasil rata-rata umbi, dengan menggunkan jangka sorong.
3.6.2.7. Berat Umbi Per petak
Pengamatan berat umbi dilakukan saat tanaman sudah panen dengan cara menimbang berat keseluruhan, umbi setiap petak menggunakan timbangan digital.
3.6.2.8. Tekstur/Kekrasan umbi
Pengamatan kekerasan umbi wortel dilakukan saat panen yaitu dengan penetrometer. Umbi tanaman sampel diletakkan di bagaian bawah penetrometer lalu ditekan permukaannya dengan ujung penetrometer sampai penetrometer menembus ujung umbi kemudian dibaca persentase kekerasan umbi pada penetrometer.
3.6.2.9. Rasa/Tingkat Kemanisan
Pengukuran rasa/tingkat kemanisan dilakukan yaitu saat panen dengan umbi ditusuk-tusuk dengan tusuk gigi untuk mengeluarkan cairannya, lalu cairan tersebut diteteskan ke plat sampel refraktometer kemudian diamati persentase kemanisan umbi.
3.6.2.10. Warna Umbi
Pengukuran warna umbi dilakukan saat panen dengan cara mengambil umbi tanaman sampel lalu dibersihkan dari kotoran kemudian ditaruh diatas kertas Color Chart setelah itu dilihat perbandingan warna umbi.
3.6.2.11. Perbandingan Daging dengan Empulur Umbi (Kualitas)
Pengukuran empulur dengan daging umbi dilakukan saat panen. Umbi dibelah secara vertical, dipisahkan empulur dengan daging umbi. Lalu timbang berat empulur dan daging umbi. Perbandingan empulur dengan daging umbi dihitung sebagai berikut : Berat daging dibagi berat empulur.
3.7. Analisis Data
Data hasil yang diperoleh dari pengamatan setiap tanaman sampel akan dianalisis dengan menggunakan Analisis ragam (Ansara) pada taraf nyata 5%. Parameter yang dipengaruhi secara nyata akan diuji lanjut dengan menggunakan Uji Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf nyata yang sama. Berikut tabel anova Rancangan Acak Kelompok 2 Faktor:
Tabel 3.2. Rancangan Acak Kelompok 2 Faktor.
| SK | DB | JK | KT | Fhitung | F tabel 5% |
| kelompok | r-1 | JKK | KTK | | |
| perlakuan | ab-1 | JKP | KTP | KTP/KTG | F (a,db-p,db-G) |
| A | a-1 | JK(A) | KT(A) | KT(A)/KTG | F (a,db-A,db-G) |
| B | b-1 | JK(B) | KT(B) | KT(A)/KTG | F (a,db-B,db-G) |
| AB | (a-1) (b-1) | JK (AB) | KT(AB) | KT(AB)/KTG | F (a,db-AB,db-G) |
| Galat | Ab(r-1) | JK(G) | KTG | | |
| Total | abr-1 | JKT | | ||
.
EmoticonEmoticon