-->

Info pertanian Swasembada Pangan dengan Jagung Hibrida Varietas Bima 19 URI


Info pertanian Swasembada Pangan dengan Jagung Hibrida Varietas Bima 19 URI-Hampir seluruh masyarakat mengenal jagung. Jagung adalah salah satu tanaman pangan terpenting di dunia setelah padi dan gandum. Berbagai negara di dunia menjadikan jagung sebagai sumber karbohidrat utama seperti di Amerika Tengah dan Selatan. Amerika Serikat juga menjadikan jagung sebagai sumber pangan alternatif.

Di Indonesia tanaman jagung menempati posisi kedua setelah padi. Sebagai bahan makanan, jagung bernilai gizi tidak kalah bila dibandingkan dengan beras. Manfaat jagung selain menjadi makanan untuk manusia yakni untuk makanan untuk ternak, bahan dasar industri, minuman sirup, kopi, kertas, minyak, cat dan aneka manfaat lainnya.
Kebutuhan jagung meningkat seiring dengan pertumbuhan penduduk di Indonesia, tetapi tidak diikuti dengan persediaan hasil jagung per hektar di Indonesia. Oleh karena itu, saat ini Pemerintah menjadikan jagung sebagai salah satu komoditas tanaman pangan yang masuk dalam target swasembada pangan.
Untuk memenuhi target pemerintah dalam swasembada pangan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian melalui Balai Penelitian Tanaman Serealia telah menghasilkan teknologi varietas Jagung hibrida dengan nama Bima 19 URI.  
Varietas ini berasal dari persilangan antara hibrida silang tunggal G193//Mr14 sebagai tetua betina dengan galur murni Nei9008P sebagai tetua jantan. Termasuk golongan hibrida silang tiga jalur, memiliki umur panen 102 hari, perakaran yang kuat, tahan rebah, batang bentuk bulat, tinggi tanaman 213 cm, warna malai kuning muda dengan semburan jingga.
Ciri lainnya adalah warna biji kuning jingga, jumlah baris per tongkol 14-16 baris, kelobot menutup agak ketat. Keunggulan varietas ini adalah tahan penyakit bulai, karat daun dan hawar daun dan toleran kekeringan. Potensi hasil 12,5 t/ha pipilan kering dengan rata-rata hasil 9,3 t/ha pada kadar air 15%, bobot 1.000 biji 343 g. (Mb)


EmoticonEmoticon