-->

Berbagai Kandungan unsur hara pada pupuk dan manfaatnya bagi tanaman


Kandungan unsur hara pada pupuk dan manfaatnya bagi tanaman
Nitrogen tidak tersedia dalam bentuk mineral alami seperti unsur hara lainnya. Sumber nitrogen yang terbesar berupa udara yang sampai ke tanah melalui air hujan atau udara yang diikat oleh bakteri pengikat nitrogen. Nitrogen dapat kembali ke tanah melalui pelapukan sisa mahluk hidup (bahan organik). Nitrogen yang berasal dari bahan organik ini dapat dimanfaatkan oleh tanaman setelah melalui tiga tahap reaksi yang melibatkan aktivitas mikroorganisme tanah. Tahap reaksi tersebut adalah penguraian protein yang terdapat pada bahan organic menjadi asam amino. Perubahan asam amino menjadi senyawa-senyawa ammonia dan ammonium. Dan perubahan senyawa ammonia menjadi nitrat yang disebabkan oleh bakteri.
Pupuk Urea (CO(NH2)2) mengandung 46 % nitrogen (N), karena kandungan N yang tinggi menyebabkan pupuk ini menjadi sangat higroskopis. Urea sangat mudah larut dalam air dan bereaksi cepat, juga mudak menguap dalam bentuk ammonia. Jika di dalam tanah, nitrogen urea berubah menjadi ammonium akan terikat langsung oleh koloid tanah. Bahan organik, sebagian besar phosphor yang mudah larut oleh mikroorganisme tanah untuk pertumbuhannya. Phosphor ini akhirnya berubah menjadi humus. Karena itu menyediakan cukup phosphor, kondisi tanah yang menguntungkan bagi perkembangan mikroorganisme tanah sangat perlu untuk dipertahankan.
Unsur hara lain, tercukupi jumlah unsur hara lain dapat meningkatkan penyerapan phosphor. Amonium yang berasal dari nitrogen dapat meningkatkan phosphor. Kekurangan unsur hara mikro dapat mengahmbat respon tanaman terhadap pemupukan phosphor.
Pupuk SP36    mengandung 36 phosphor dalam bentuk P2O5. Pupuk ini terbuat dari phosphate alam dan sulfat. Berbentuk butiran dan berwarna abu-abu. Sifatnya agak sulit larut di dalam air dan bereaksi lambat sehingga selalu digunakan sebagai pupuk dasar. Reaksi kimianya tergolong netral, tidak higroskopis, dan tidak bersifat membakar.
Pupuk (KCl) mengandung 45 % K2O dan khor, bereaksi agak asam, dan bersifat higrokopis. Khor berpengaruh negative pada tanaman yang tidak membutuhkannya misalnya kentang, wortel, dan tembakau.
Pupuk NPK berdasarkan kandungan unsur hara dan harga jualnya perhitungan harga setiap unsur hara di dalam pupuk N,P,K 16:16:16 sebagai berikut :Dalam 1 kg pupuk NPK 16:16:16 terkandung 160 gram N, 160 gram P2O5 dan 160 gram K­2O, . Pupuk N,P,K ini memiliki unsure yang hanya mengandalkan cadangan yang ada di dalam tanah. Akibatnya, akhir-akhir ini gejala kekurangan unsur-unsur lain mulai dirasakan.
Pupuk bokasi adalah sisa-sisa tanaman atau serasa/sisa-sisa tanaman di mana pada penggomposannya dibantu oleh avtifator. Pupuk bokasi ini memiliki kandungan unsur hara didalam bahan organik, sebagiannya dapat langsung digunakan oleh tanaman, sebagian lagi tersimpan untuk jangka waktu yang lebih lama. Bahan organik harus mengalami dekomposisi (pelapukan) terlebih dahulu sebelum tersedia bagi tanman.
2.4 Tingkat Kelarutan
2.4.1 Pupuk Urea
            Tingkat kelarutan Pupuk Urea  sangat mudah larut dalam air dan bereaksi cepat, juga mudak menguap dalam bentuk ammonia. Hal ini sesuai dengan pendapat (Novisan ,2003), bahwa Nitrogen yang ada dalam tanah dapat hilang karena terjadinya penguapan, pencucian oleh air, atau terbawa bersama tanaman, tanah yang basa atau sangat padat bias menyebabkan kondisi anaerob (tidak terdapat cukup oksigen di dalam tanah).
2.4.2 Pupuk SP36
            Tingkat kelarutan Pupuk SP36 agak sulit larut di dalam air dan bereaksi lambat karena reaksi kimianya tergolong netral, tidak higroskopis, dan tidak bersifat membakar. Hal ini sesuai dengan pendapat (Novisa, 2003) bahwa ketersedian phosphor di dalam tanah ditentukan oleh banyak factor tetapi yang paling penting adalah pH tanah. Pada tanah ber-pH rendah (asam), phosphor akan bereaksi dengan ion besi dan aluminium. Reaksi ini membentuk besi fosfat atau aluminium fosfat yang sukar larut di dalam air sehingga tidak dapat digunakan oleh tanaman.
2.4.3 Pupuk NPK
            Tingkat kelarutan Pupuk NPK ini mudah larut dalam air karena N dalam bentuk ammonium dan nitrat yang tidak dilapisi bahan penolakan air.ini disebabkan rena peningkatan kebutuhan tanaman pada seluruh unsur hara esensial. Tidak hanya unsure makro primer, tetapi juga unsure makro sekunder dan unsure mikro.
2.4.4 Pupuk KCl
            Tingkat kelarutan pupuk KCl ini sulit larut dalam air karena bereaksi agak asam, dan bersifat higrokopis.
2.4.5 Pupuk Bokasi
            Tingkat kelarutan bokasi tidak mudah larut dalam air meskipun pupuk bokasi ini termasuk memiliki kandungan bahan organik yang tinggi, hal ini disebabkan karena salah satu sifat-sifat bokasi yang membuat tingkat kelarutannya rendah.



EmoticonEmoticon