Berdasarkan kandungan unsur-unsurnya, pupuk anorganik digolongkan sebagai berikut :
1. Pupuk Tunggal
Pupuk tunggal yaitu pupuk yang mengandung hanya satu jenis unsure hara sebagai penambah kesuburan. Contoh pupuk tunggal yaitu pupuk N, P, dan K.
a. Pupuk Nitrogen
Fungsi nitrogen (N) bagi tumbuhan adalah:
1. Pupuk Tunggal
Pupuk tunggal yaitu pupuk yang mengandung hanya satu jenis unsure hara sebagai penambah kesuburan. Contoh pupuk tunggal yaitu pupuk N, P, dan K.
a. Pupuk Nitrogen
Fungsi nitrogen (N) bagi tumbuhan adalah:
- Mempercepat pertumbuhan tanaman, menambah tinggi tanaman, dan merangsang pertunasan.
- Memperbaiki kualitas, terutama kandungan proteinnya.
- Menyediakan bahan makanan bagi mikroba (jasad renik)
Nitrogen diserap dalam tanah berbentuk ion nitrat atau ammonium. Kemudian, didalam tumbuhan bereaksi dengan karbon membentuk asam amino, selanjutnya berubah menjadi protein. Nitrogen termasuk unsure yang paling banyak dibutuhkan oleh tanaman karena 16-18% protein terdiri dari nitrogen. Pupuk yang paling banyak mengandung unsure nitrogen adalah pupuk urea.
Macam-macam pupuk nitrogen sebagai berikut.
Macam-macam pupuk nitrogen sebagai berikut.
- Pupuk urea(CO(NH2)2) yang mengandung 47% nitrogen (paling tinggi dibandingkan dengan pupuk nitrogen jeni lain). Urea sangat mudah larut dalam air dan juga mudah diubah menjadi ion nitrat (NO3-) yang mudah diserap oleh tumbuh-tumbuhan. FORMULA urea : 2NH3(g) +CO2(g) CO(NH2)2(s) +H2O (l)
- pupuk ZA (Zwavel Ammonium) atau ammonium sulfat ((NH4)2SO4) yang mengandung 21% nitrogen.
- Pupuk ammonium klorida (salmiak) atau NH4Cl, mengandung 20% nitrogen.
- Pupuk ASN (ammonium Sulfat Nitrat) atau [(NH4)3(SO4)(NO3)], mengandung 23-26% nitrogen.
- Pupuk natrium nitrat atau sodium nitrat (NaNO3), mengandung 15% nitrogen.
b. Pupuk Fosforus
Fosforus (P) bagi tanaman berperan dalam proses:
Fosforus (P) bagi tanaman berperan dalam proses:
- respirasi dan fotosintesis
- penyusunan asam nukleat
- pembentukan bibit tanaman dan penghasil buah.
- Perangsang perkembangan akar, sehingga tanaman akan lebih tahan terhadap kekeringan, dan,
- Mempercepat masa panen sehingga dapat mengurangi resiko keterlambatan waktu panen.
Unsure fosfor diperlukan diperlukan dalam jumlah lebih sedikit daripada unsure nitrogen. Fosfor diserap oleh tanaman dalam bentuk apatit kalsium fosfat, FePO4, dan AlPO4.
Macam-macam pupuk fosfor sebagai berikut :
Macam-macam pupuk fosfor sebagai berikut :
- pupuk superfosfat (Ca(H2PO4)2) yang sangat mudah larut dalam air sehingga mudah diserap oleh akar tanaman. Contoh: Engkel superfosfat (ES) yang mengandung sekitar 15% P2O5, Double superfosfat (DS) yang mengandung sekitar 30% P2O5, dan Tripel Superfosfat (TSP) yang mengandung sekitar 45%P2O5.
- Pupuk FMP (Fused Magnesium Phosphate) atau Mg3(PO4)2 yang baik digunakan pada tanah yang banyak mengandung besi dan aluminium.
- Pupuk aluminium fosfat (AlPO4)
- Pupuk besi (III) fosfat (FePO4)
c. Pupuk Kalium
Fungsi kalium bagi tanaman adalah
Fungsi kalium bagi tanaman adalah
- Mempengaruhi susunan dan mengedarkan karbohidrat di dalam tanaman.
- Mempercepat metabolisme unsure nitrogen,
- Mencegah bunga dan buah agar tidak mudah gugur.
Macam-macam pupuk kalium sebagai berikut:
- pupuk kalium klorida atau potassium klorida (KCl). Ada 2 macam pupuk KCl yang beredar di pasaran, yaitu KCl 80 (mengandung 50% K2O) dan KCl 90 (mengandung 53% K2O).
- Pupuk ZK (Zwavel Kalium) atau kalium sulfat (K2SO4) yang baik digunakan pada tanaman yang tidak tahan te rhadap konsentrasi ion klorida tinggi. Ada 2 macam pupuk ZK yang beredar di pasaran, yaitu ZK 90 (mengandung 50% K2O) dan ZK 96 (mengandung 53% K2O).
3. Pupuk Majemuk
Pupuk majemuk yaitu pupuk yang mengandung lebih dari satu unsure hara yang digunakan untuk menambah kesuburan tanah. Contoh pupuk majemuk yaitu NP, NK, dan NPK. Pupuk majemuk yang paling banyak digunakan adalah pupuk NPK yang mengandung senyawa ammonium nitrat (NH4NO3), ammonium dihidrogen fosfat (NH4H2PO4), dan kalium klorida (KCL).
Kadar unsure hara N, P, dan K dalam pupuk majemuk dinyatakan dengan komposisi angka tertentu. Misalnya pupuk NPK 10-20-15 berarti bahwa dalam pupuk itu terdapat 10% nitrogen, 20% fosfor (sebagai P2O5)dan 15% kalium (sebagai K2O).
Penggunaan pupuk majemuk harus disesuaikan dengan kebutuhan dari jenis tanaman yang akan dipupuk karena setiap jenis tanaman memerlukan perbandingan N, P, dan K tertentu. Di Indonesia beredar beberapa jenis pupuk majemuk dengan komposisi N, P, dan K yang beragam.
Pupuk majemuk yaitu pupuk yang mengandung lebih dari satu unsure hara yang digunakan untuk menambah kesuburan tanah. Contoh pupuk majemuk yaitu NP, NK, dan NPK. Pupuk majemuk yang paling banyak digunakan adalah pupuk NPK yang mengandung senyawa ammonium nitrat (NH4NO3), ammonium dihidrogen fosfat (NH4H2PO4), dan kalium klorida (KCL).
Kadar unsure hara N, P, dan K dalam pupuk majemuk dinyatakan dengan komposisi angka tertentu. Misalnya pupuk NPK 10-20-15 berarti bahwa dalam pupuk itu terdapat 10% nitrogen, 20% fosfor (sebagai P2O5)dan 15% kalium (sebagai K2O).
Penggunaan pupuk majemuk harus disesuaikan dengan kebutuhan dari jenis tanaman yang akan dipupuk karena setiap jenis tanaman memerlukan perbandingan N, P, dan K tertentu. Di Indonesia beredar beberapa jenis pupuk majemuk dengan komposisi N, P, dan K yang beragam.
Pupuk adalah unsur hara esensial tanaman yang sengaja diberikan untuk mencukupi kebutuhan pertumbuhan tanaman. Pupuk dapat diberikan melalui tanah atau daun tanaman.
6. Pupuk tunggal (single/straight fertilizer) adalah pupuk yang hanya mengandung satu macam unsure hara, misalnya Urea hanya mengandung N, SP-36 hanya mengadung P, dan ZK hanya mengandung K.
7. Pupuk majemuk (compound fertilizer) adalah pupuk yang mengandung lebih dari satu macam unsur hara, misalnya DAP mengandung unsure N dan P, sedangkan NPK mengandung N, P, dan K.
Bagi tanaman, pupuk sama seperti makanan pada manusia. Oleh tanaman, pupuk digunakan untuk tumbuh, hidup, dan berkembang. Pupuk mengandung zat atau unsur hara. Kandungan hara dalam tanaman berbeda–beda, tergantung pada jenis hara, jenis tanaman, kesuburan tanah atau jenisnya, dan pengelolaan tanaman.
Pupuk adalah suatu bahan yang bersifat organik ataupun anorganik (buatan), bila ditambahkan ke dalam tanah ataupun tanaman dapat menambah unsur hara. Pemupukan adalah cara-cara atau metode pemberian pupuk atau bahan-bahan lain seperti bahan kapur, bahan organik, pasir ataupun tanah liat ke dalam tanah. Jadi pupuk adalah bahannya sedangkan pemupukan adalah cara pemberiannya. Pupuk banyak macam dan jenis-jenisnya serta berbeda pula sifat- sifatnya dan berbeda pula reaksi dan peranannya di dalam tanah dan tanaman. (Rosmarkam dan Yuwono, 2002).
Pupuk alam/organik adalah pupuk yang tersusun dari materi makhluk hidup, seperti pelapukan sisa -sisa tanaman, hewan, dan manusia. Pupuk organik dapat berbentuk padat atau cair yang digunakan untuk memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah. Pupuk organik mengandung banyak bahan organik daripada kadar haranya.
Ada berbagai jenis pupuk organik yang digunakan para petani di lapangan. Secara umum pupuk organik dibedakan berdasarkan bentuk dan bahan penyusunnya. Dilihat dari segi bentuk, terdapat pupuk organik cair dan padat. Sedangkan dilihat dari bahan penyusunnya terdapat pupuk hijau, pupuk kandang dan pupuk kompos.
Pupuk butan/anorganik adalah pupuk yang terbuat dengan proses fisika, kimia, atau biologis. pada umumnya pupuk anorganik dibuat oleh pabrik. Bahan bahan dalam pembuatan pupuk anorganik berbeda beda, tergantung kandungan yang diinginkan. Misalnya unsur hara fosfor terbuat dari batu fosfor, unsure hara nitrogen terbuat dari urea. Pupuk anorganik sebagian besar bersifat hidroskopis. Hidroskopis adalah kemampuan menyerap air di udara, sehingga semakin tinggi higroskopis semakin cepat pupuk mencair. Pupuk anorganik mempunyai kelebiahan dan kekurangan yang nyata.
Kelebihan pupuk anorganik:
1. Hasil cepat terlihat pada tanaman
2. Kandungan unsure hara jelas
3. Mudah pengaplikasian
4. Tidak bau
5. Pengangkutan mudah
Kekurangan pupuk anorganik
1. Mengakibatkan residu pada tanah
2. Penggunaan tidak bijaksana dapat merusak tanah
3. Harga mahal
4. Bersifat higroskopis
Berdasarkan kandungan unsur-unsurnya, pupuk anorganik digolongkan menjadi pupk tunggal dan pupuk majemuk
1. Pupuk Tunggal
Pupuk tunggal yaitu pupuk yang mengandung hanya satu jenis unsure hara sebagai penambah kesuburan. Contoh pupuk tunggal yaitu pupuk N, P, dan K. Macam-macam pupuk nitrogen sebagai berikut:
a. Pupuk urea(CO(NH2)2) yang mengandung 47% nitrogen (paling tinggi dibandingkan dengan pupuk nitrogen jeni lain).
b. pupuk ZA (Zwavel Ammonium) atau ammonium sulfat ((NH4)2SO4) yang mengandung 21% nitrogen.
c. Pupuk ammonium klorida (salmiak) atau NH4Cl, mengandung 20% nitrogen.
d. Pupuk ASN (ammonium Sulfat Nitrat) atau [(NH4)3(SO4)(NO3)], mengandung 23-26% nitrogen.
e. Pupuk ASN (ammonium Sulfat Nitrat) atau [(NH4)3(SO4)(NO3)], mengandung 23-26% nitrogen.
Macam-macam pupuk fosfor sebagai berikut :
a. pupuk superfosfat (Ca(H2PO4)2) yang sangat mudah larut dalam air.
b. Pupuk FMP (Fused Magnesium Phosphate) atau Mg3(PO4)2 yang baik digunakan pada tanah yang banyak mengandung besi dan aluminium.
c. Pupuk aluminium fosfat (AlPO4).
d. Pupuk besi (III) fosfat (FePO4).
Macam-macam pupuk kalium sebagai berikut:
a. pupuk kalium klorida atau potassium klorida (KCl). Ada 2 macam pupuk KCl yang beredar di pasaran, yaitu KCl 80 (mengandung 50% K2O) dan KCl 90 (mengandung 53% K2O).
b. Pupuk ZK (Zwavel Kalium) atau kalium sulfat (K2SO4) yang baik digunakan pada tanaman yang tidak tahan te rhadap konsentrasi ion klorida tinggi. Ada 2 macam pupuk ZK yang beredar di pasaran, yaitu ZK 90 (mengandung 50% K2O) dan ZK 96 (mengandung 53% K2O).
2. Pupuk Majemuk
Pupuk majemuk yaitu pupuk yang mengandung lebih dari satu unsure hara yang digunakan untuk menambah kesuburan tanah. Contoh pupuk majemuk yaitu NP, NK, dan NPK. Pupuk majemuk yang paling banyak digunakan adalah pupuk NPK yang mengandung senyawa ammonium nitrat (NH4NO3), ammonium dihidrogen fosfat (NH4H2PO4), dan kalium klorida (KCL).
Kadar unsur hara N, P, dan K dalam pupuk majemuk dinyatakan dengan komposisi angka tertentu. Misalnya pupuk NPK 10-20-15 berarti bahwa dalam pupuk itu terdapat 10% nitrogen, 20% fosfor (sebagai P2O5)dan 15% kalium (sebagai K2O). Penggunaan pupuk majemuk harus disesuaikan dengan kebutuhan dari jenis tanaman yang akan dipupuk karena setiap jenis tanaman memerlukan perbandingan N, P, dan K tertentu. Di Indonesia beredar beberapa jenis pupuk majemuk dengan komposisi N, P, dan K yang beragam.
Berdasarkan data yang kami peroleh pada percobaan pengenalan jenis pupuk, pada pupuk Gandasil D dengan warna hijau muda bentuk serbuk mempunyai kadar hara 20% N, 15%K, 15%P, 1% Mg dan pH 8. Pupuk Nitro phoska spesial dengan warna merah pucat bentuk granul mempunyai kadar hara 12% N,17% K, 12% P.Mg dan pH 5. pupuk N-KCL dengan warna merah bata bentuk serbuk mempunyai kadar hara 10,36% N, 20,06% K2O dan pH 7.
PEMBAHASAN
Dari hasil praktikum Pengenalan Pupuk di dapatkan empat jenis pupuk yakni jenis serbuk, butiran, bubuk, cair, dan solid. Terdapat juga pupuk majemuk dan pupuk tunggal. Masing-masing pupuk memiliki kandungan dan kadar hara yang berbeda jumlahnya.
Zinc sulfat adalah pupuk kimia yang mengandung seng (Zn) yang merupakan unsur hara mikro dengan kadar Zn sebesar 36% dengan warna kuning dan berbentuk serbuk, berdasarkan sifat kimianya pupuk ini termasuk pupuk anorganik dan berdasarkan pemberiannya termasuk pupuk akar. Adapun kegunaan pupuk zinc sulfat yaitu membantu pertumbuhan akusin, membantu pertumbuhan klorofil, dan membantu pertumbuhan karbohidrat pada buah. Terlalu banyak memupuk dengan seng sulfat akan mengakibatkan kelebihan seng pada tanah. Dampaknya adalah daun seperti terbakar , pucuk ranting mati, daun rontok dan pucuk akar menjadi rusak, buah akan rontok pada usia muda. Dan apabila kekurangan zinc sulfat akan menimbulkan gejala seperti keropos pada tanaman, daun tidak terbuka, bentuknya lebih kecil dan sempit, dan perkembangan buah tidak sempurna. Pada tanaman padi zinc sulfat maksimum diberikan sebesar 10-25 kg/ha.
Pupuk paten kali adalah pupuk kalium yang terbuat dari campuran bahan kalium oksida dan magnesium sulfat. Pupuk ini mengandung hara K2O sebesar 21% hingga 30% dan kandungan hara MgO sebesar 6% hingga 19,5%. Pupuk paten kali umumnya digunakan didaerah sub-tropis karena kandungan hara MgO nya yang cukup besar. Seperti diketahui bahwa tanah-tanah di daerah sub-tropis umumnya banyak kekurangan hara MgO. Pupuk ini berwana putih dan berbentuk butiran juga termasuk pupuk majemuk. Pupuk paten kali berguna untuk meningkatkan turgor tanaman, sebagai katalisator berbagai pertumbuahn enzim, menstimulir serapan unsur hara. Kelebihan kalium pada tanaman dapat mempengaruhi pernyerapan ion positif lainnya. Apabila kekurangan dapat membuat daun mengkerut, bentuk buah tidak normal. Jika digunakan sebagai pupuk dasar, dosis pemberiannya pada tanaman berkisar antara 40-50 gram setiap tanaman kemudian berikan lagi setelah 3 bulan masa tanam.
CIRP (Christmas Island rock phosphate) adalah adalah pupuk posfor berbentuk butiran halus yang sama-sama memiliki kandungan P2O5 berkisar antara 32% hingga 36%. Perbedaan antara pupuk Citrapos dan CIRP adalah jika pupuk Citrapos diproduksi dari bahan fosfat alam Yordania, sedangkan CIRP diproduksi dari batuan fosfat alam Pulau Chrismas (Christmas Island Rock Phosphate). Pupuk ini termasuk pupuk tunggal. Kegunaannya adalah dapat memamacu pertumbuhan akar dan mempercepat pertumbuhan tanaman dan bunga. Apabila pemberiannya berlebih dampaknya seperti pengelupasan Ca dan Mg terganggu, pertumbuhan tanaman terhambat, dan hama berproduksi. Sedangkan apabila kekurangan, gejalanya yaitu seperti tanaman menjadi kerdil, daun menyempit, daun terlalu hijau, dan produksi tanaman menurun. Pupuk ini mampu mengurangi kemasaman tanah dan meningkatkan pH tanah. Pemberian dosis pupuk tergantung pada jenis tanaman dan keadaan tanah, dosis maksimal pemberian pupuk fospat sebesar 185 sampai 275 gram setiap pohon pertahun.
Amonium fospat atau amofos mengandung 11% nitrogen dan 48% fospor. Merupakan pupuk yang lazim digunakan bagi tanaman sayuran dan bunga-bungaan. Hal ini karena amofos dapat dikembangkan menjadi diamofos yang mengandung nitrogen cukup tinggi. Pupuk ini berwarna putih, berbentuk butiran dan termasuk pupuk majemuk karena meiliki 2 unsur hara. Apabila kelebihan pemberian pupuk fospat akan menyebabkan kelebihan unsur P, sehingga penyerapan unsur lain terutama unsur mikro terganggu namun gejalanya tidak terlihat secara fisik pada tanaman. Pupuk amofos memiliki kegunaan sebagai perangsang pertumbuhan akar-akar, pembentuk protein, membantu asimilasi,mempercepat pembungaan, dan mempercepat pemasakan biji. Gejala yang ditimbulkan bila kekurangan pupuk ini adalah bunga gugur,mempengaruhi enzimatik oleh bakteri tanah seperti mikrobakteri, sistem perakaran terbatas, dan meperlambat pembungaan. Dosis pemberian pupuk ini berkisar antara 30-50 gram per tanaman, tergantung tanaman dan keadaan tanah.
Pupuk urea adalah pupuk kimia yang mengandung Nitrogen (N) berkadar tinggi. Unsur Nitrogen merupakan zat hara yang sangat diperlukan tanaman. Pupuk urea berbentuk butir-butir kristal berwarna putih dan termasuk pupuk tunggal dengan rumus kimia CO(NH2)2, merupakan pupuk yang mudah larut dalam air dan sifatnya sangat mudah menghisap air (higroskopis), karena itu sebaiknya disimpan di tempat kering dan tertutup rapat. Pupuk urea mengandung unsur hara N sebesar 46% dengan pengertian setiap 100 kg urea mengandung 46 kg Nitrogen. Kelemahan pupuk urea adalah, tanah akan bersifat agak asam, penggunaan urea berlebihan dalam kurun waktu yang berdekatan akan mengurangi proses pertumbuhan kecambah dari suatu bibit dan mengurangi proses pertumbuhan kecambah dari suatu bibit dan mengurangi daya serap akar. Karena kandungan nitrogen yang tinggi, jika diberikan secara berlebihan pada tanaman maka warna daun pada tanaman terlalu hijau dan lemas, daun terlalu rimbun dan lambat pembungaannya, batang tanaman menjadi rapuh dan mudah patah, tanaman mudah roboh, produksi bunga dan buah menurun. Sedangkan apabila kekurangan pupuk ini akan menimbulkan gejala yaitu daun menguning, pertumbuhan lambat, dan perkembangan buah tidak sempurna. Pada tanaman padi pupuk N ini memiliki dosis maksimal pemberian yakni 40-50 kg/ha.
Pupuk dolomit adalah pupuk magnesium berkadar tinggi yang mengandung 21% magnesium dan 40% kalsium. Pupuk dolomit berwarna putih dan berbentuk serbuk, termasuk pupuk majemuk. Pupuk ini mampu menetralisirkan tanah yang sudah masam, menahan kadar keasaman yang disebabkan pupuk urea, meningkatkan pH tanah. Kelebihan pupuk ini adalah kemampuan melakukan pengapuran tanah masam, serta mensuplai unsur kalsium dan magnesium pada tanah. Penggunaan semua jenis pupuk kimia dalam jangka panjang akan dapat menurunkan kesuburan tanah dan merusak struktur tanah. Akibatnya akar tanaman menjadi pendek, pertumbuhan terhambat, sehingga menyebabkan produktivitas tanaman menurun. Dan apabila kekurangan adalah daun menjadi kecil, memutih, kekuningan atau kemerahan, pinggiran daun cokelat atau kemerahan, tebakar dan nantinya akan mati. Pupuk dolomit merupakan pupuk basa yang cocok diberikan pada pH tanah enam karena mampu mengurangi kadar kemasaman tanah. Dosis pemberian pupuk ini tergantung pada pH tanah dan jenis tanaman, untuk tanaman jagung dosisnya sekitar 10,25 ton/ha.
Pupuk bayfolan merupakan pupuk anorganik makro dan mikro untuk pertumbuhan vegetatif (batang,daun dan cabang). Pupuk ini berwarna hiau dan berbentuk cair, merupakan pupuk majemuk. Bayfolan mengandung 11% nitrogen, 8% posfat, dan 6% kalium. Keunggulan pupuk ini adalah dapat Memberikan dengan cepat unsur hara yang diperlukan karena diberikan melalui daun. Kelemahan pupuk ini adalah karena di semprotkan pada daun maka dikhawatirkan pupuk akan menguap dan tidak terserap semua oleh daun. Akibat yang disebabkan jika pemberian pupuk ini secara berlebih adalah daun tanaman terlalu lebat dan rimbun yang menyebabkan proses pembungaan menjadi lama, penyerapan unsur lain terganggu, dan pertumbuhan tanaman terganggu. Dan apabila kekurangan pupuk ini adalah daun tampak pucat dan proses pembungaannya melambat. Pemberian dosis terbaik pupuk ini pada tanaman cabai adalah sebanyak 1-2 cc L-1 air.
Pupuk kandang adalah pupuk organik yang berasal dari kotoran ternak. Kualitas pupuk kandang sangat tergantung pada jenis ternak, kualitas pakan ternak, dan cara penampungan pupuk kandang. Pupuk ini berwarna cokelat tua dan berbentuk solid. Hara dalam pupuk kandang tidak mudah tersedia bagi tanaman. Kesediaan hara sangat dipengaruhi oleh dekomposisi dari bahan-bahan tersebut. Rendahnya ketersediaan hara dari pupuk kandang antara lain disebabkan karena bentuk N,P serta unsur hara lain terdapat dalam bentuk senyawa kompleks organo protein atau senyawa asam humat atau lignin yang sulit terdekomposisi. Kelemahan pupuk organik adalah lebih lambat responnya terhadap tanaman dan kandungan unsur hara yang terdapat di dalmnya sulit diprediksi, dapat menjadi faktor pembawa hama penyakit karena kandungan larva. Dosis pemberian pupuk kandang pada Tanaman berumur 1 – 4 tahun diberi pupuk kandang sebanyak 20 – 40 kg per pohon dan selanjutnya sebanyak 40 – 60 kg per pohon selama 1 tahun.
SP 36 berwarna abu-abu dan berbentuk butiran, merupakan pupuk tunggal, mengandung 36% posfor. Pupuk ini tidak higroskopis (larut dalam air) sehingga cepat tersedia. Unsur P berperan sangat penting bagi tanaman yaitu berperan dalam proses fotosintesis, respirasi, membantu mempercepat perkembangan akar, perkecambahan, serta berperan dalam pembelahan dan pembesaran sel. SP 36 merupakan pilihan dalam memenuhi posfor, karena mengandung posfor dalam jumlah makro. Kelebihan yang dimilikinya adalah kandungan hara fospor yang tinggi dan hampir seluruhnya larut dalam air, tidak mudah menghisap air sehingga dapat disimpan cukup lama. Sedangkan apabila kekurangan mengakibatkan pertumbuhan tanaman menjadi kerdil, lambatnya pemasakan pada buah dan produksi tanaman muda. Pemberian dosis pupuk tergantung pada jenis tanaman dan keadaan tanah, dosis maksimal pemberian pupuk fospat sebesar 185 sampai 275 gram setiap pohon pertahun
Pupuk borate adalah pupuk kimia berwarna putih dan berbentuk butiran, pupuk ini termasuk pupuk majemuk. Mengandung 45% boron dan 23% natrium yang dapat membantu mempercepat reaksi kimia di dalam tubuh tanaman. Namun apabila kelebihan dalam pemberiannya akan menyebabkan tanaman tidak dapat menerima unsur-unsur lain, ujung daun kuning dan mengalami nekrosis. Sedangkan apabila kekurangan pertumbuhan daun muda melambat, perkembangan tanaman lambat, dan produksi tanaman minim atau sedikit. Aplikasi pemberian pupuk ini berbeda-beda setiap tanaman, namun pada tanaman jagung dosis yang diberikan berkisar antara 4-6 kg/ha.
Pupuk ZA (Zwalvezure amoniak) adalah pupuk kimia buatan yang dirancang untuk memberi tambahan hara nitrogen dan belerang bagi tanaman. Wujud pupuk ini kristal mirip garam dapur dan terasa asin di lidah dan termasuk pupuk majemuk. Pupuk ini mudah menyerap air (higroskopis) namun tidak sekuat pupuk urea. Karena ion sulfat mudah larut dalam air sedangkan ion amonium lebih lemah, pupuk ini berpotensi menurunkan pH tanah yang terkena aplikasinya. Pupuk ZA mengandung 24% sulfat dalam bentuk sulfat dan 21% nitrogen dalam bentuk amonium. Kerugian pupuk ini adalah dapat bersifat racun bagi tanah jika pada tanah tanpa disertai kapur, tanpa adanya kapur, amonium sulfat akan bebas bereaksi dengan besi. Alumunium dan mangan membentuk racun besi. Kelebihan pupuk ini yakni mengakibatkan tanah bersifat asam, dengan demikian pupuk ini harus diberikan pada tanah yang bersifat basa. Apabila pemberian pupuk ini dilakukan secara berlebih akan menyebabkan daun gugur dan mudah rontok, daun mengering dan tanaman menjadi layu. Pada tanaman semangka biji pemberian pupuk ZA dilakukan pada usia 14 HST dengan dosis 10 gr/tanaman. Dilarutkan dengan 400 ml air dan dikocorkan pada pangkal batang.
Pupuk NPK adalah pupuk buatan yang berbentuk butiran yang mengandung unsur hara utama yaitu Nitrogen,Fosfor dan Kalium. Pupuk NPK merupakan salah satu jenis pupuk majemuk yang paling umum digunakan. Fungsinya yaitu Nitrogen untuk membantu pertumbuhan vegetatif, terutama pada daun. Fosfor membantu pertumbuhan akar dan tunas, Kalium membantu pembungaan dan pembuahan. Nilai P dan K mewakili bentuk oksidannya dalam bentuk P2O5 dan K2O. Jumlah persentase kandungan pada pupuk NPK yaitu 18% Nitrogen, 22% Fospor dan 17% Kalium. Apabila pemberian pupuk ini berlebih akan menyebabkan warna daun terlalu hijau dan tanaman rimbun, sehingga pembungaan dan buah lambat, adenium akan bersifat sekulen karena mengandung banyak air akibatnya rentan pada penyakit dan mudah roboh, penyerapan unsur hara mikro terganggu, menyebabkan penyerapan Ca dan Mg terganggu sehingga pertumbuhan tanaman terhambat. Sedangkan apabila kekurangan pupuk NPK akan menyebabkan pertumbuhan tanaman menjadi kerdil, jumlah makanan sedikit, sistem perakaran terbatas, muncul bercak cokelat pada daun dan lama kelamaan akar menguning seperti tertular. Pemberian pupuk NPK pada tanaman semangka biji dilakukan pada usia 10 HST dengan dosis 5 gr/tanaman. Dilarutkan dengan 300 ml air dan dikocorkan pada pangkal batang.
Pupuk MOP merupakan sumber kalium bagi tanaman. Fungsi utamanya membantu pembentukan protein dan karbohidrat. Pupuk ini berbentuk serbuk, termasuk pupuk tunggal dan mengandung kalium yang cukup tinggi sampai 64%.
Pemberian pupuk ini secara berlebih akan mengakibatkan penyerapan kalsium dan magnesium terganggu, pertumbuhan tanaman terhambat sehingga tanaman terdefisiensi dan akan mengurangi unsur nitrogen pada tanah. Sedangkan apabila kekurangan akan menyebabkan pertumbuhan tanaman terhambat, sehingga tanaman menjadi kerdil. Pupuk MOP termasuk pupuk hara jadi cocok diberikan pada tanah asam. Pada tanaman jerami pupuk ini diberikan maksimal 14-16 kg/ton.
Copper sulfat pentahidrat merupakan pupuk kimia yang mengandung tembaga sulfat dengan kadar tembaga sebesar 23%. Pupuk ini berwrna biru, berbentuk solid dan termasuk pupuk tunggal. Tembaga adalah aktivator dan membawa enzim. Juga berperan membantu kehancuran fotosintesis. Apabila diberikan berlibihan maka tanaman akan tumbuh kerdil, percabangan terbatas, pembentukan akar terhambat, akar menebal dan berwarna gelap. Apabila kekurangan akan menyebabkan tanaman rentan terhadap penyakit, mengurangi peranan bakteri tanaman sebagai dekomposer dan tanaman akan menjadi kerdil. Dosis pemberian pupuk ini pada tanaman padi yakni 4-5 kg/ha.
Pupuk kompos merupakan pupuk organik yang dibuat dari proses pembusukan sisa-sisa bahan organik (tanaman maupun hewan). Pupuk kompos mampu memperbaiki kondisi fisik tanah dibandingkan untuk menyediakan unsur hara, walaupun pupuk kompos memiliki unsur hara tetapi jumlahnya relatif dan sulit diprediksi. Pupuk ini dapat menggemburkan tanah, meningkatkan kemampuan tanah menahan air dan meningkatkan aktivitas biologi tanah. Kekurangan pupuk organik yaitu jumlah hara yang sedikit sehingga memrlukan pupuk yang banyak dibanding dengan pupuk kimia, respon tanaman terhadap pupuk lambat dan dapat membawa penyakit bagi tanaman karena merupakan sisa dari pembusukan. Dosis maksimum pemberian pupuk kompos pada tanaman ubi jalar adalah 15-20 ton/ha selama 1 tahun.
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Dari praktikum pengenalan pupuk dapat disimpulkan bahwa :
1. Zinc sulfat dapat mengandung 36% Zn yang dapat digunakan melalui tanah atau daun. Apabila pemberian pupuk ini secara berlebihan akan dapat meracuni tanaman, berdasarkan sifat kimianya pupuk ini termasuk pupuk anorganik
2. Paten Kali merupakan salah satu pupuk unsur hara sekunder yang mengandung 30%K2O, 12% S, dan 12% MgO. Pupuk ini berbentuk butiran dan termasuk pupuk majemuk.
3. CIRP adalah pupuk Posfor yang berbentuk butiran halus, memiliki kandungan P2O5 berkisar antara 32% hingga 32%. Pupuk ini termasuk pupuk tunggal
4. Amofos memiliki rumus kimia NH4H2PO4 (mono amonium fospat) yang memiliki kadar unsur hara 11% N dan 42% Posfat. Pupuk ini termasuk pupuk majemuk
5. Pupuk urea disebut pupuk nitrogen karena mengandung 46% nitrogen. Pupuk ini termasuk pupuk tunggal
6. Dolomit memiliki rumus kimia CaMg (CO3)2. Pupuk ini mengandung sumber Ca 30% dan Mg 19% yang cukup baik untuk tanaman
7. Bayfolan adalah pupuk cair yang pemberiannya pada daun. Mengandung 11% nitrogen, 8% posfor, dan 6% kalium, serta unsur hara mikro seperti besi,boron,kobalt,mangan, molibdenum, dan tembaga.
8. Pupuk kandang adalah pupuk organik yang berasal dari kotoran ternak. Kualitas pupuk kandang sangat tergantung pada jenis ternak, kualitas pakan ternak, dan cara penampungan pupuk kandang. Pupuk ini berwarna cokelat tua dan berbentuk solid. Hara dalam pupuk kandang tidak mudah tersedia bagi tanaman.
9. SP36 merupakan pupuk posfat yang berasal dari batuan posfat tambang. Mengandung 36% posfat.
10. Borate adalah pupuk kimia berwarna putih, mengandung 45% boron dan 25% natrium yang membantu mempercepat reaksi kimia pada tanaman.
11. ZA mengandung 24% belerang (dalam bentuk Sulfat) dan 21% nitrogen (dlam bentuk amonium). Pupuk ini berbentuk butiran kristal mirip garam dapur.
12. Pupuk NPK adalah pupuk majemuk, mengandung 18% nitrogen, 22% posfor dan 17% kalium. Pupuk ini berbentuk butiran
13. Kalium Klorida (KCl) termasuk pupuk tunggal, berbentuk serbuk. Mengandung unsur hara KCL 60%.
14. Copper Sulfat Pentahidrat mengandung unsur tembaga 23% berbentuk solid dan termasuk pupuk tunggal
15. Pupuk kompos merupakan pupuk organik yang dibuat dari proses pembusukan sisa-sisa bahan organik (tanaman maupun hewan). Pupuk kompos mampu memperbaiki kondisi fisik tanah dibandingkan untuk menyediakan unsur hara, walaupun pupuk kompos memiliki unsur hara tetapi jumlahnya relatif dan sulit diprediksi
Saran
Dalam praktikum Dasar Ilmu Tanah ini semoga kita dapat memahami atau mengerti tentang bagian atau pengetahuan mendalam tentang tanah dan pupuk yang dibutuhkan. Kita harus lebih serius dan belajar dengan sungguh-sungguh, sehingga kita mendapatkan pengetahuan yang lebih luas tentang pupuk.

EmoticonEmoticon