-->

PRAKTIKUM UJI VIGOR BENIH LAPORAN PRAKTIKUM ILMU DAN TEKNOLOGI BENIH

 LAPORAN PRAKTIKUM

ILMU DAN TEKNOLOGI BENIH

ACARA VII. UJI VIGOR BENIH



A.      Tujuan Praktikum

Tujuan dari praktikum ini adalah mahasiswa dapat memahami dan mengetahui kriteria benih yang normal kuat, normal tidak kuat, abnormal, dan mati.

B.       Pelaksanaan Praktikum

1.      Hari/tanggal praktikum :

Senin, 13 November 2017 pukul 12.30 – 14.00 WITA.

2.      Tempat praktikum         :

Laboratorium Pemuliaan Tanaman dan Teknologi Benih, Gedung E, Lantai 3, Fakultas Pertanian, Universitas Mataram.

C.    Tinjauan Pustaka

Vigor adalah suatu indikator yang dimana indikator ini dapat menentukan dan menunjukkan bagaimana benih tersebut tumbuh pada kondisi lapangan yang bervariasi. Vigor menunjukkan sekumpulan sifat benih yang menentukan tingkat potensi aktivitas dan kinerja atau lot benih selama perkecambahan dan munculnya kecambah. Vigor adalah suatu indikator yang dapat menunjukan bagaimana benih tumbuh pada kondisi lapang yang bervariasi. Vigor adalah gabungan dari umur benih, ketahanan, kekuatan, dan kesehatan benih yang diukur melalui kondisi fisiologinya seerti pengujian stress atau memalui analisis biokimia (ISTA, 2007).

Vigor benih sewaktu disimpan merupakan faktor peting yang mempengaruhi umur simpannya, sehingga lama kelamaan benih akan mengalami kematian dikarenakan adanya proses kemunduran benih yang berlangsung terus menerus seiring dengaan umur simpan benihnya. Lot benih yang merupakan komposisi benih murni, benih lain dan kotoran dari contoh benih yang baru dan vigor mempunyai daya simpan yang lebih lama dibanding dengan lot benih yang lebih tua yang mungkin sedang mengalami proses kemunduran sangat cepat (Justice, 2002).

Benih yang ditanam memberikan dua kemungkinan hasil, dimana benih akan menghasilkan tanaman yang tumbuh dengan normal yang sekiranya dengan kondisi alam tempat tumbuhnya optimum dan tanaman yang tumbuh abnormal atau mati. Seperti yang dikatakan Sadjad, dkk (1999), benih mempunyai daya hidup potensial (viabilitas potensial), karena hanya akan tumbuh menjadi tanaman normal apabila kondisi alamnya optimum. Ada juga benih yang masih mampu menumbuhkan tanaman normal meskipun dalam kondisi alam yang tidak optimum atau suboptimum,sehingga benih tersebut disebut benih yang memiliki vigor (Vg). Benih yang vigor akan menghasilkan produk diatas normal kalau ditumbuhkan pada kondisi optimum.

Suhu berpengaruh terhadap berlangsungnya proses respirasi dihubungkan dengan metabolisme enzim yang dimana pada saat proses respirasi akan meningkat apabila suhu naik, diikuti juga oleh kandungan kadar air benih, proses respirasi benih akan semakin meningkat bila kadar airnya meningkat. Peningkatan absorbsi O2 dan produksi CO2 mengakibatkan peningkatan daya berkecambah, potensi tumbuh maksimum, vigor, dan ukuran struktur ukuran kecambah (Pian, 1981).

Kartasapoetra (2006) mengelompokkan vigor ke dalam dua golongan yaitu vigor genetik dan vigor fisiologi. Benih yang bervigor tinggi akan dapat mencapai tingkat produksi yang tinggi pula, seperti yang dikatakan oleh Sadjad (1993), yang dimana vigor benih yang tinggi dicirikan antara lain cepat dan merata tumbuhnya serta mampu menghasilkan tanaman dewasa yang normal dan berproduksi baik dalam keadaan lingkungan tumbuh yang sub-optimal, salah satunya adalah tercemarnya media tanam oleh hidrokarbon.

Vigor benih yang tinggi dapat menyebabkan benih tersebut toleran tumbuh dan berkembang pada kondisi lahan yang sub-optimum dan dapat disimpan lama. Kondisi sub-optimum berupa lingkungan yang kurang sesuai untuk pertumbuhan dan perkecambahan benih seperti yang dikatakan Adisarwanto dan Widyastuti (2001). Vigor dan viabilitas benih adalah dua karakter yang saling berhubungan dan umumnya penurunan vigor mendahului penurunan viabilitas.

D.      Bahan dan Alat Praktikum

1.      Bahan Praktikum

Bahan-bahan yang digunakan pada praktikum ini adalah sebagai berikut.

a.       Air

b.      Benih jagung (Zea mays)

c.       Benih kacang hijau (Vigna radiata)

d.      Kertas merang

e.       Tanah

2.      Alat Praktikum

Alat yang digunakan pada praktikum ini adalah sebagai berikut.

a.       Handuk Tebal

b.      Sprayer

c.       Petridis

d.      Plastik

E.       Cara Kerja

Adapun prosedur kerja dari praktikum ini adalah sebagai berikut.

1.      Disiapkan 4 handuk yang sudah dibasahi

2.      Lalu, dimasing-masing handuk tersebut diletakkan 1 buah kertas merang.

3.      Diletakkan benih kacang hijau dan jagung pada masing-masing handuk sebanyak 25 benih dengan metode zigzag.

4.      Ditambahkan dengan tanah secukupnya diatas benih kacang hijau dan benih jagung, yang dimana tanah yang ditambahkan pada benih jagung adalah tanah yang telah digunakan untuk menanam kedelai dan tanah yang ditambahkan pada benih kacang hijau adalah tanah bekas ditanami jagung, kemudian dilipat dan digulung handuk tersebut.

5.      Diamati setelah satu minggu dan dicatat hasilnya.

F.       Hasil Pengamatan

Tabel 1. Hasil pengamatan kriteria benih

Tanaman

Kriteria Benih

Normal Kuat

Normal Lemah

Abnormal

Mati

Jagung

8

9

5

3

Kacang Hijau

5

2

0

18

 

Tabel 2. Hasil pengamatan morfologi benih tanaman jagung

Kriteria Benih

 

Morfologi Tanaman

Benih ke-

Panjang Akar (cm)

Panjang Batang (cm)

Jumlah Daun (helai)

Normal Kuat

1

14

10

3

2

15,2

6

3

3

25

8,5

3

4

18,5

7

33

5

13,2

9

3

6

15

11,9

3

7

12,5

8,5

3

8

14,13

7

3

Normal Lemah

1

9,5

6,8

3

2

9

7,8

3

3

14,3

8,9

3

4

6,2

7

3

5

10

7

3

6

9

8,4

3

7

6,7

9,5

3

8

9

9

2

9

15,1

9,3

3

Abnormal

1

8

-

-

 

2

10

-

-

 

3

8

-

-

 

4

3

6,5

1

 

5

5,5

-

-

Mati

1

-

-

-

2

-

-

-

3

-

-

-

 

Tabel 3. Hasil pengamatan morfologi benih tanaman kacang hijau

Kriteria Benih

 

Morfologi Tanaman

Benih ke-

Panjang Akar (cm)

Panjang Batang (cm)

Jumlah Daun (helai)

Normal Kuat

1

6,5

25,1

2

2

8,3

18,7

2

3

4,2

22,7

2

4

3,5

26,3

2

5

3

15,6

2

Normal Lemah

1

2

20,5

2

 

2

2,5

9

2

Abnormal

0

-

-

-

Mati

1

-

-

-

2

-

-

-

3

-

-

-

4

-

-

-

5

-

-

-

6

-

-

-

7

-

-

-

8

-

-

-

9

-

-

-

10

-

-

-

11

-

-

-

12

-

-

-

13

-

-

-

14

-

-

-

15

-

-

-

16

-

-

-

17

-

-

-

18

-

-

-

 

Tabel 4. Hasil pengamatan berat basah dan berat kering benih

Tanaman

Berat Basah (gram)

Berat Kering (gram)

Jagung

25,67

2,29

Kacang Hijau

2,64

0,15

 


G.      Pembahasan

Uji vigor benih jagung dan kacang hijau menggunakan perlakuan media handuk, kertas merang, dan tanah menghasilkan benih jagung yaitu memiliki benih yang berkecambah yaitu 22 benih, tetapi dengan kriteria benih normal kuat ada 8 benih, normal lemah ada 9 benih, dan abnormal ada 5 benih. Dengan ini dapat dinyatakan bahwa benih jagung dapat dinyatakan benih jagung memiliki vigor yang tinggi seperti yang dikatakan oleh Sutopo (2002), yang dimana benih jagung memenuhi kriteria yang cepat dan merata tumbuhnya serta dilihat dari benihnya yang lebih banyak memiliki benih yang berkecambah dengan kriteria normal kuat yang lebih banyak, sehingga diharapkan benih mampu menghasilkan tanaman dewasa yang normal dan berproduksi baik dalam keadaan lingkungan tumbuh yang sub optimal.

Untuk benih kacang hijau didapatkan bahwa benih yang berkecambah tidak ada, sehingga untuk data kacang hijau, kami peroleh dari kelompok 34 yang dimana memiliki data kacang hijau yang berkecambah sebanyak 7 dengan kriteria normal kuat 5 dan normal lemah ada 2. Benih kacang hijau dapat dikatakan memiliki vigor rendah menurut Copeland (1980), karena meningkatnya jumlah kecambah abnormal yang dimana hingga benih menjadi mati dan ada juga yang tidak berkecambah, sehingga dapat menyebabkan rendahnya produksi tanaman karena kecepatan benihnya untuk berkecambah menurun.

Suatu benih yang tumbuh dengan serempak, tumbuh dengan baik dan tumbuh dengan pesat dari saat munculnya radikula dan plumula, dapat dikatakan sebagai benih yang bervigor tinggi. Benih jagung dapat dikatakan bervigor tinggi karena tumbuh dengan baik walau sebagian walaupun 17 benih yang tumbuh dengan baik, sedangkan kacang hijau termasuk ke dalam benih yang bervigor rendah karena benih tidak tumbuh dengan serempak. Kertas merang dan tanah merupakan media tanam dan juga sebagai sumber substrat tambahan untukmendukung pertumbuhan kecambah dan juga untuk membantu media tanam agar kelembabannya lebih tahan. Sedangkan pengaruh media tanam seperti handuk dan kertas merang dan tanah adalah untuk mempertahankan benih agar terjaga kelembabannya serta dapat meresapnya air ke dalam biji sehingga terjadi proses imbibisi dan kemudian terjadi proses perkecambahan

Proses perkembangan kedua benihyaitu mula-mula benih tersebut menyerap air melalui proses imbibisi dan benih kemudian membengkak yang diikuti oleh aktivitas kenaikan aktivitas enzim dan respirasi yang tinggi. Perkecambahan benih dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik faktor genetik atau faktor lingkungan yaitu faktor biotik maupun abiotik. Salah satu faktor lingkungan abiotik adalah oksigen (O2) dan karbondioksida (CO2). Oksigen yang rendah (stres oksigen) mempunyai peran yang sangat besar dalam menurunkan daya berkecambah dan berat kering kecambah normal di laboratorium serta daya tumbuh dan berat kering benih atau bibit dilapangan, dikarenakan terkait dengan laju regenerasi ATP yang rendah akibat penghambatan reaksi biosintesis.

Kriteria kecambah normal baik kecambah normal kuat (NK) di antaranya memiliki ciri-ciri yaitu benih yang berkecambah dengan bagian-bagiannya yang lengkap, hipokotilnya lebih panjang dan kekar, akarnya lebih panjang atau lebih banyak, plumulanya lebih besar/lebar. Benih normal lemah (NL) yaitu benih yang belum lengkap seperti akarnya lebih kecil dan melengkung dan plumulanya lebih kecil. Benih normal juga pertumbuhannya sempurna, ditandai dengan akar dan batang yang berkembangbiak, jumlah kotiledon sesuai, dan daun berkembang dengan baik serta berwarnahijau. Benih abnormal yaitu benih yang berkecambah namun ada salah satu bagian yang tidak muncul atau mengalami kerusakan dalam proses perkembangannya. Benih mati yaitu benih yang sampai akhir periode perkecambahan tidak berkecambah. Adanya benih normal kuat, normal lemah, abnormal, dan benih yang mati akibat vigor benih yang tinggi, benih belum masak sempurna, belum sepenuhnya memenuhi persyaratan berkecambah seperti tersedianya kelembaban, suhu, dan oksigen.


H.      Kesimpulan

Hal yang dapat disimpulkan dari hasil pengamatan diatas yaitu sebagai berikut.

1.      Benih normal pertumbuhannya sempurna, ditandai dengan akar dan batang yang berkembang biak, jumlah kotiledon sesuai, dan daun berkembang dengan baik serta berwarna hijau.

2.      Kriteria kecambah normal baik kecambah normal kuat (NK) adalah benih yang berkecambah dengan bagian-bagiannya yang lengkap, hipokotilnya lebih panjang dan kekar, akarnya lebih panjang atau lebih banyak, plumulanya lebih besar/lebar.

3.      Benih normal lemah (NL) adalah benih yang belum lengkap seperti akarnya lebih kecil dan melengkung dan plumulanya lebih kecil.

4.      Benih abnormal yaitu benih yang berkecambah namun ada salah satu bagian yang tidak muncul atau mengalami kerusakan dalam proses perkembangannya.

5.      Benih mati yaitu benih yang sampai akhir periode perkecambahan tidak berkecambah.

6.      Adanya benih normal kuat, normallemah, abnormal, dan benih yang mati akibat vigor benih yang tinggi, benih belum masak sempurna, belum sepenuhnya memenuhi persyaratan berkecambah seperti tersedianya kelembaban, suhu, dan oksigen.


DAFTAR PUSTAKA

 

Adisarwanto, T. dan Y.E. Widyastuti. 2001. Meningkatkan Produksi Jagung di Lahan Kering, Sawah dan Pasang Surut. Penebar Swadaya. Jakarta.

Copeland, L.O. 1979. Principles of Seed Science and Technology. Burgess Publ. Comp, Minneapolis. [Diakses pada tanggal 29 November 2017].

ISTA. 2007. International Rule for Seed Testing Edition 2007. Swizerland: International Seed Testing Association.

Justice, O.L. 2002. Prinsip Dan Praktek Penyimpanan Benih. Rajawali Press:  Jakarta.

Kartasapoetra, A.G. 2006. Teknologi Benih (Pengolahan Benih dan Tuntunan Praktikum). Rineka Cipta, Jakarta. 179 hal.

Pian. 1981. Perkembangan Produksi Dan Konsumsi Jagung Dunia Selama Empat Dekade Yang Lalu Dan Implikasinya Bagi Indonesia. Diskusi Nasional Agribisnis Jagung. Badan Litbang dan Pengembangan Pertanian. Bogor.

Sadjad, S. 1993. Dari Benih Kepada Benih. Gramedia Widiasarana Indonesia.

Sadjad, S. 1972. Kekuatan tumbuh benih. Penataran penyuluhan pertanian spesialis. Bagian Penataran BIMAS. Departemen Agronomi IPB. Bogor. 35 hlm.

Sadjad, S. 1993. Dari benih kepada benih. Grasindo, Jakarta. 143 hlm.

Sadjad S. 1999. Kuantifikasi Metabolisme Benih. Grasindo. Jakarta..

Sutopo, Lita. 1993. Teknologi Benih. Fakultas Pertanian UNIBRAW. PT. Raja Grafindo Persada. Jakarta.

praktikum vigor benih teknologi benih



EmoticonEmoticon