-->

Laporan hasil praktikum industri perbenihan : Penangkar benih padi



Praktikum ini kami lakukan di NTB lombok barat 
I.   PENDAHULUAN
1.1    Latar Belakang
Benih merupakan sarana produksi yang sangat penting dalam menentukan keberhasilan budidaya tanaman pangan. Penggunaan bahan tanam bermutu merupakan salah satu faktor yang sangat menentukan dalam keberhasilan pertanaman.Petani sering mengalami kerugian yang sangat besar baik dari segibiaya maupun waktu yang diakibatkan oleh penggunaan benih yang tidak bermutu atau tidak jelas asal-usulnya (Samuel, 2013).
bibit merupakan tumbuhan yang masih mudadan memiliki kemampuan sebagai penentuan pertumbuhan selanjutnya. Salah satu cara yang dapat kita gunakan adalah dengan intensifikasi benih dengan menerapkan teknologi produksi yang tepat dan sarana produksi yang efisien dan menguntungkan. Pengamatan dan identifikasi kesehatan benih padi merupakan kegiatan penting dalam perbaikan varietas tanaman padi. (Misran, 2014)
 Potensi genetik dari bahan pemuliaan yang dikembangkan secara konvensional atau biologi molekuler, dievaluasi berdasarkan penampilan fenotipik pada lingkungan tertentu dengan tipe cekaman yang menjadi tujuan perbaikan varietas. Dengan demikian pengiangan kesehatan benih padi harus menggunakan metode penilaian praktis, cepat, tepat, dan akurat sehingga menghasilkan benih yang bermutu (Silitonga, 2013).
            pengolahan benih pada umumnya meliputi pembersihan benih, pemilahan (grading)dan perlakuan benih (jika diperlukan). Tujuan pembersihan ini selain memisahkan benih dari kotoran (tanah, jerami, maupun daun padi yang terikut) juga untuk membuang benih hampa. Pembersihan benih dalam skala kecil dapat dilakukan secara manual dengan menggunakan nyiru (ditapi). Sedangkan pada skala produksi yang lebih besar, penggunaan mesin pembersih benih seperti air screen cleaner atau aspirator akan meningkatkan efisiensi pengolahan. Apabila dirasa perlu, grading(pemilahan benih) dapat dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan benih yang lebih seragam dalam ukuran benih (panjang, lebar, ketebalan), bentuk atau berat jenis benihnya ( Ishaq, 2009).
Produksi padi di Indonesia meningkat setiap tahunnya sebanding dengan peningkatan produktivitas padi yang tidak lepas dari inovasi teknologi yang ada seperti penemuan varietas unggul baru. Pertambahan jumlah penduduk yang semakin tinggi juga menjadi pendorong penemuan ini agar kebutuhan pangan dapat terpenuhi. Program pemerintah tentang pembukaan lahan baru dapat meningkatkan produksi walaupun saat ini sudah sangat terbatas lahan yang dapat dijadikan untuk lahan pertanian.

1.2    Tujuan Paraktikum
Adapun tujuan dari praktikum ini adalah: untuk mengetahui model industri penangkaran benih padi, dan mengetahui perkembangan produksi dan distribusi benih yang dihasilkan.











II.  PB SARI MAKMUR DAN KIPRAHNYA DI PERBENIHAN
PB Sari Makmur merupakansalah satu usaha penangkar benih yang ada di Lombok. Alamat lengkapnya berada di Kelurahan Monjok, Kota Mataram, NTB. PB Sari Makmur didirikan oleh pak H. Nasrun dan berdiri sejak tahun 2005 sampai sekarang. Semenjak lulus Sekolah Menengah Atas (SMA), Pak H. Nasrun hanyalah seorang pekerja serabutan dan pekerja kuli bangunan dan bermimpi menjadi PNS (Pegawai Negri Sipil). Namun impian menjadi seorangPNS tidak mampu beliau capai,karena sudah tiga kali mendaftar menjadi CPNS, dan hasilnya tidak pernah beliau lolos, pada akhirnya Pak H. Nasrun menyerah untuk mengejar cita-citanya menjadi PNS. “Akan tetapi tuhan berkehendak” kata beliau , karena dari kecil beliau sudah terbiasa bertani bapak H.Nasrunmemutuskan untuk mendalami ilmu pertaniannya yang diturunkan oleh bapaknya, karena bapak dari Pak H. Nasrun adalah petani.
Cara Pak H. Nasrun mendalami ilmu pertanian tidaklah melalui pendidikan formal (kuliah), namun melalui pendidikan non formal yaitu bergaul dengan penangkar-penangkar besar yang ada di Lombok Barat seperti H. Sayuti di Selebung, PT penangkar benih yang ada di Lombok, selain itu juga Pak H. Nasrun mengikuti seminar-seminar atau pelatihan-pelatihan tentang uasaha perbenihan. Dalam merintis usaha penangkaran benih ini, langkah awal yang ditempuh oleh Pak H. Nasrun adalah dengan bekerja sama dengan PT Pertani. Arti dari kerja sama yang dilakukan oleh Pak H. Nasrun denga PT Pertani yaitu hanya sebatas sampai lulus lapangan benih yang diproduksi oleh Pak H. Nasrun. Yang pada saat itu Pak H. Nasrun hanya mendapatkan 10 ribu per kuwintal yang diberikan oleh PT Pertani dan yang mendapatkan untung besar adalah PT Pertani itu sendiri.
Karena Pak H. Nasrun tergoda dengan keuntungan yang didapatkan oleh PT Pertani, maka dari itu Pak H. Nasrun mulai merintis usaha penangkar benih sendiri dan lepas dari kerja sama dengan PT Pertani sejak tahun 2005. Pak H. Nasrun mengawali usahanya ini dari tanah warisan seluar 2,5 are yang jika ditanami padi hasil panennya sebesar 1,5-2 ton dan modal awalnya adalah 30 juta. Dengan tanah warisan ini, Pak H. Nasrun mendirikan gudang dan membuat teras jemur. Lahan untuk membudidayakan padi menggunkan lahan dari orang tua. Pada saat itu Pak H. Nasrun hanya bisa memproduksi benih satu ton saja. Saat itu pemasarannya hanya dilakukan di Lombok. Pada saat itu dalam melakukan proses produksi benih, Pak H. Nasrun masih menggunakan alat-alat yang sederhana.
Namun seiringnya berjalan waktu dan permintaan akan benih padi yang bermutu baik yang terus meningkan, PB Sari Makmur memproduksi benih padi terus meningkat dari musim tanam ke musim tanam berikutnya. Awalnya hanya memproduksi 1 ton, 2 ton, 3 ton dan terus meningkat sampai saat ini PB Sari Makmur memproduksi 400 ton benih padi yang kualitas dan mutu tinggi. Karena terus meningkatnya permintaan konsumen dan mendapatkan pinjaman dana dari Bank, demi membantu kelancara produksi benih padi Pak H. Nasrun beralih menggunkan alat-alat yang modern, namun untuk proses pengeringan masih menggunakan cara manual yaitu dengan menjemur di bawah trik matahari. Bukan tanpa alasan Pak Nasrun memilih proses pengeringan dengan cara manual, ini dilakukan agar ingkat kekeringan padi bisa di pantau lebih bagus. Dan saat ini PB Sari Makmur sudah bisa memenuhi permintaan konsumen diluar pulau Lombok, seperti Sumawa, Dompu,dan Bima.
Kontribusi dari PB Sumber Makmur terhadap penangkar benih dan penyalur benih padi berkualitas sangatlah baik. Dapat dilihat dari kualitas dan mutu benih yang selalu di jaga serta pendiri PB Sari Makmur Pak H. Nasrun selalu mengayomi bila ada petani atau pengusaha penangkar benih yang baru memulai bisnisnya untuk berbagi ilmu. Selain itu juga, PB Sari Makmur selalu menjaga kepercayaan konsume, mau menerima kritikan dan saran dari konsumen, serta menjaga kemitraan dengan penangkar benih yang lain.
Kini PB Sari Makmur adalah salah satu penangkar benih yang besar yang ada di Lombok dengan kegigihan usaha dari Pak H. Nasrun dan orang-orang yang telibat dalam usahanya ini. PB Sari Makmur kini memproduksi 400 ton benih padi dan sedang merencanakan peningkatan produksi menjadi 500 ton untuk musim tanam selanjutnya. Meskipun demikian, PB Sari Makmur selalu kekurangan stok benih untuk memenuhi permintaan konsumen. Lalu bagaimana caranya PB Sari Makmur memenuhi kebutuhan konsumen ?. Pak H. Nasrun menjelaskan, jika stok benih habis atau kosong di gudang penyimpanan, maka Pak H. Nasrun mengambil benih dari penangkar benih yang lain yang bermitra dengan PB Sari Makmur. Dan sebelum benih tersebut ke tangan konsumen Pak H. Nasrun menjelaskan, bahwa benih tersebut berasal dari penangkar lain yang diawasi atau bernaung di dawah PB Sari Makmu. Tujuannya Pak Nasrun Menjelaskan seperti itu agar konsumen tidak kecewa dan tidak merasa dibohongi. Ini salah satu cara pemasaran dan menjalin kemitraan yang di jalankan PB Sari Makmur.
Keuntungan yang didapat oleh PB Sari Makmur yang dari 10 ribu per kuintal dan sekarang keuntungan bersihnya 2 juta per ton. Keuntungan yang didapat PB Sari Makmur bervolume tergantung dari besar target produksi yang diinginkan. Misalnya, sekarang PBSari Makmur memproduksi 400 ton benih dan keuntungan bersih yang didapat sebesar 2 juta per ton, kita kalikan hasil produksi dan keuntungan yang didapat, maka keuntungan bersih yang didapat PB Sari Makmur yaitu sebesar 800 juta per musim tanam.

















III.   PEMBAHASAN
Berdasarkan hasil wawancara pihak setempat yaitu pemilik PB sari makmur menyatakan bahwa, keuntungan dalam usahanya ini sangat besar yaitu tidak lagi dihitung berdasarkan bulanan akan tetapi keuntungannya berdasarkan volume kinerjanya, yaitu semakin giat/tinggi kita mengerjakannya maka tingkat volume keuntungannya pun semakin tinggi. Jika benih yang diproduksi 100 ton maka keuntungan bersih yang dihasilkan adalah minimal 100 juta rupiah.
Selain itu juga bapak H.Nasrun memberikan tips menjadi pengusaha PB yang sukses,  sebelum memulai usaha penangkar benih, petani harus melalui beberapa tahap agar varietas yang di produksi layak utuk ditanaman dan diminati oleh konsumen. Tahap-tahap tersebut adalah pengujian benih di laboratorium yang difasilitasi oleh Dinas Pertanian atau BPSP yang ada di daerah tersebut. Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui kadar air benih, campuran benih lain, daya tumbuh benih, dan kotoran benih. Setelah pengujian dan dinyatakan lulus oleh Dinas Pertanian atau BPSP, maka benih tersebut dapat di keluarkan ke pasaran.
Kriteria benih berkualitas yang dijelaskan oleh Pak H. Nasrun pemilik PB Sari Makmur yaitu: benih berasal dari benih sumber. Benih sumber adalah benih inti (NS) yang merupakan benih yang diawasi langsung oleh pemulia tanaman. Benih inti (NS) ini diturunkan menjadi beberapa turunan klas seperti benih penjenis (BS, Breeder Seed), benih dasar (FS, Foundation Seed), benih pokok (SS, Stock Seed) dan benih sebar (ES, Extension Seed) (Kasno et al. 1998, Permentan 2014). Pak H. Nasrun memproduksi benih dasar dan benih pokok yang diawasi lanhsung oleh Dinas Pertanian dan BPSP kota Mataram. Selain kriteria yang dijelaskan di atas Pak Nasrun melanjutkan penjelasan dari kriteria benih bekualitas yaitu: harus perhatikan campuran bemih lain. Jika benih lain tercampur banyak atau melewati dari kentuan yang ditetapkan, maka benih tersebut dikatakan tidak layak dan tidak berkualitas. Dalam kasus ini penangkar tidak bisa melakukan pemeriksaan ulang, oleh karena itu benih ini lebih baik dikonsumsi. Menghitung kadar air benih bertujuan untuk mengetahui daya simpan benih butuh waktu berapa lama. Ketentuan dari standar kadar air benih yaitu 12%, jika kadar air benih lebih dari 12% bisa saja benih tidah tumbuh. Daya tumbuh benih, standar daya tumbuh benih yaitu 80%. Dan kotoran benih, jika pada saat pengujian benih masih terdapat banyak kotoran, maka penangkar bisa melalukan proses pembersihan kembali.
Selanjutnya dijelaskan penanganan pasca panen oleh Pak H. Nasrun jika pada saat musim hujan. Pak H. Nasrun menjelaskan bahwa pada saat musim hujan berlangaung, pengeringan padi di lakukan secara manual, yaitu dengan cara padi yang sudah di proses dijemur setengah kering kemudian di angkat dan ditaruh di dalam gudang. Artinya hasil panen pertama di jemursetengah kering lalu diangkat dan di masukkan ke dalam gudang. Pada saat itu lantai jemur pasti dalam keadaan kosong dan bis digunakan untuk menjemur hasil panen selanjutnya begitu seterusnya. Ini bertujuan untuk menghindari penumpukan penjemuran di atas teras jemur dan penyimpanan dalam gudang. Selain itu Pak H. Nasrun menyewa tempat teras jemur yang ada di sekitaran tempat usaha.
Varietas benih yang di produksi oleh PB Sari Makmur banyak dimita oleh konsumen dari Sumbawa, Dompu, Bima, Lombok Timur, Lombok Tengah, Lombok Barat, Lombok Utara, dan Kota Mataram. Varietas yang sering diminta oleh Lombok Utara yaitu Ciherang, Situbagendit dan varietas yang diminta Kota Mataram dan Lombok barat adalah SP36, Impari32. Permintaan dari Bali belum bisa dipenuhi oleh PB Sari Makmur, karena untuk daerah NBT saja selalu kekurang stok benih berkualiats yang di produksi oleh PB Sari Makmur.

           





IV.   KESIMPULAN
Berdasarkan dari uraian diatas dapan disimpulkan bahwa:
1.    Untuk menghasilkan benih yang baik factor utama yang perlu diperhatikan adalah kadar air dari benih tersebut
2.    Keuntungan dalam usaha PB sari makmur tidak lagi dihitung berdasarkan bulanan akan tetapi volume produksi kinerjanya, semakin banyak benih yang diproduksi maka semakin tinggi keuntungan.
3.      PB Sari Makmur didirikan Oleh Pak H. Nasrun dan dirintismulai tahun 2005
4.    PB Sari Makmur kiprahnya dalam penangkaran benih berkualitas sangatlah baik dan membantu memenuhi permintaan benih bersertifikat baik
5.    Varietas yang di peroduksi oleh PB Sari Makmur yaitu IR36, Ciliwung, Impari 32, Ciherang, Situbagendit, Cilosari
6.    Pemasaranyan adalah wilayah NTB
7.    Varietas yang diminati berbeda disetiap daerah, tergantung dari iklim daerah masing-masing, misalnya KLU lebih tetarik denga varietas Ciherang dan Situbagendit, berbeda dengan LOBAR dan Mataram lebih menyukai varietas SP36 dan Impari32













DAFTAR PUSTAKA  
Benih Padi:BadanPenelitiandanPengembanganPertanianDepartemenPertanian :Jakarta
Misran. 2014. Efisiensi Penggunaan Jumlah Bibit Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Padi Sawah. Jurnal Penelitian Pertanian Terapan. : Bogor
Samuel, Purnamaningsih, S., L., dan Kendarini, N. 2010. Pengaruh Kadar Air Terhadap Penurunan Mutu Fisiologis Benih Kedelai (Glycine max (L) Merill) Varietas Gepak Kuning Selama Dalam Penyimpanan : Bogor.


EmoticonEmoticon