KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Allah SWT penguasa semesta alam karena atas ijin dan karunia-Nya lah saya masih dapat menyelesaikan tugas laporan mata kuliah Manajemen Tanaman Sayuran dengan judul “Pertumbuhan Tanaman Kangkung Darat Dengan Perlakuan Pupuk ORGANIK ( KOTORAN SAPI )”.
Terima kasih saya ucapkan kepada dosen Ibu 1. Dr. Ir. Nerty Soverda M.S. 2. Ir. Ardiyaningsih Puji Lestari M.P yang telah memberikan bantuan serta cara – cara pembuatan laporan ini sehingga saya dapat menyelesaikan laporan ini tepat pada waktunya.
Dan tak lupa pula kami ucapkan banyak terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan motivasi dan bantuan demi terselesainya tugas laporan ini.
saya sadari dalam penyusunan dan penulisan laporan ini masih banyak kekurangan maka dari itu saya mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan laporan ini.
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR................................................................................................................ i
DAFTAR ISI............................................................................................................................. ii
BAB I PENDAHULUAN...........................................................................................................1
1.1 Latar Belakang..................................................................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah................................................................................................................ 1
1.3 Tujuan.................................................................................................................................. 1
1.4 Manfaat................................................................................................................................ 2
BAB II TINJAUAN PUSTAKA................................................................................................ 3
2.1. Botani Tanaman Kangkung Darat.......................................................................................3
2.2 Sarat Tumbuh Tanaman Kangkung......................................................................................4
2.3 Peranan Pupuk Kandang Terhadap Tanaman Kangkung......................................................5
2.4 Manajemen...........................................................................................................................5
BAB III METODOLOGI III...................................................................................................... 6
3.1 Waktu Pelaksanaan.............................................................................................................. 6
3.2 Alat dan Bahan..................................................................................................................... 6
3.3 Cara Kerja............................................................................................................................ 6
BAB IV PEMBAHASAN.......................................................................................................... 8
4.1 Hasil dan Pembahasan.........................................................................................................8
4.2 Marketing..............................................................................................................................9
BAB V PENUTUP...................................................................................................................10
5.1 Kesimpulan.........................................................................................................................10
5.2 Saran...................................................................................................................................10
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kangkung (Ipomoea Spp.) merupakan salah satu sayuran yang tumbuh baik di daerah tropis. Di Indonesia terdapat dua macam kangkung yang dibudidayakan secara komersial, yakni kangkung darat (Ipomoea reptans) dan kangkung air (Ipomoea aquatica). Perbedaan utama dua jenis kangkung ini adalah pada bentuk daun dan warna bunga. Kangkung darat berwarna hijau terang dengan ujung daun yang runcing. Warna bunga kangkung darat putih. Sedangkan kangkung air daunnya berwarna hijau agak gelap dengan ujung yang membulat atau lebih tumpul sehingga terlihat lebih lebar. Warna bunga kangkung air cenderung ungu. Selain perbedaan fisik, kebiasaan cara memanen dua jenis kangkung ini berbeda pula. Kangkung darat di panen dengan cara dicabut, sedangkan kangkung air dipanen dengnan cara dipotong.
Saat ini kangkung darat lebih banyak beredar di pasar-pasar komersial dibanding kangkung air. Kangkung air lebih banyak dikonsumsi dan ditanam secara subsisten oleh masyarakat. Budidaya kangkung darat sangat mudah, karena sayuran ini bersiklus panen cepat dan relatif tahan hama. Karena itulah, harga kangkung dipasaran relatif murah dibanding jenis sayuran lain. Untuk meningkatkan nilai tambah, kita bisa melakukan budidaya kangkung darat secara organik. Harga kangkung darat organik relatif lebih tinggi. Kangkung darat ini hanya bisa tumbuh di lahan kering. Ciri - cirinya adalah batangnya lebih kecil dan berwarna putih kehijauan, daunnya lebih tipis dan lebih lunak, bila dimasak lebih cepat layu/matang, dan memiliki bunga yang berwarna putih bersih.
Penanaman kangkung darat di Jambi umumnya hanya sebagai tanaman budidaya yang di kelola sendiri untuk kebutuhan hidup sehari – hari. Tetapi karena adanya kebutuhan sayuran di pasaran maka tanaman kangkung darat menjadi salah satu sayuran yang banyak di cari oleh konsumen. Bukan hanya di edarkan di pasaran, kangkung darat juga sering kali di jual oleh penjual sayur dengan menggunakan kendaraan keliling suatu kompleks perumahan bahkan sampai di berbagai desa tetangga.
1.2 Rumusan Masalah
Apakah pupuk ORGANIK ( KOTORAN SAPI ) berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman kangkung darat ?Apakah ada perbedaan pertumbuhan antara tanaman yang di beri perlakuan pupuk kcl dengan tanaman yang tidak di beri perlakuan apapun?
1.3 Tujuan
Untuk mengetahui pengaruh pupuk ORGANIK ( KOTORAN SAPI ) terhadap pertumbuhan tanaman kangkung darat.Untuk mengetahui adakah perbedaan pertumbuhan antara tanaman yang di beri perlakuan pupuk ORGANIK ( KOTORAN SAPI ) dengan tanaman yang tidak di beri perlakuan apapun.
1.4 Manfaat
Dapat bermanfaaat bagi masyarakat khususnya di Jambi agar lebih membudidayakan kangkung darat. Dapat berfungsi sebagai sumber informasi bagi masyarakat. Masyarakat dapat mengetahui kegunaan lain dari pupuk kotoran sapii.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1.1. Botani Tanaman Kankung Darat
Tanaman kangkung darat diklasifikasikan sebagai berikut :
Kingdom : Plantea ( tumbuhan )
Subkingdom : Tracheobionta ( berpembuluh )
Superdivisio : Spermatophyta ( menghasilkan biji )
Divisio : Magnoliophyta ( berbunga )
Kelas : Magnoliapsida ( berkeping dua / dikotil )
Sub kelas : Asteridae
Ordo : Solanales
Familia : Convolvulaceae ( suku kankung – kangkungan )
Genus : Ipomea
Spesies : Ipomea reptans Poir
Kangkung (Ipomoea sp.) dapat ditanam di dataran rendah dan dataran tinggi. Kangkung merupakan jenis tanaman sayuran daun dan termasuk kedalam famili Convolvulaceae. Daun kangkung panjang, berwarna hijau keputih-putihan yang merupakan sumber vitamin pro vitamin A.
Berdasarkan tempat tumbuh, kangkung dibedakan menjadi dua macam yaitu:
Kangkung darat, hidup di tempat yang kering atau tegalan, danKangkung air, hidup ditempat yang berair dan basah.
Petanian Organik adalah sebuah bentuk solusi baru guna menghadapi kebuntuan yang dihadapi petani sehubungan dengan maraknya intervensi barang-barang sintetis atas dunia pertanian sekarang ini. Dapat dilihat, mulai dari pupuk, insektisida, perangsang tumbuh, semuanya telah dibuat dari bahan-bahan yang disintesis dari senyawa-senyawa murni (biasanya un organik) di laboratorium. Pertanian organik dapat memberi perlindungan terhadap lingkungan dan konservasi sumber daya yang tidak dapat diperbaharui, memperbaiki kualitas hasil pertanian, menjaga pasokan produk pertanian sehingga harganya relatif stabil, serta memiliki orientasi dan memenuhi kebutuhan hidup ke arah permintaan pasar.
Peranan Kalium
Kalium merupakan satu-satunya kation monovalen yang esensial bagi tanaman. Peranan utama kalium dalam tanaman ialah sebagai aktivator berbagai enzim. Dengan adanya kalium yang tersedia dalam tanah menyebabkan:
- Ketegaran tanaman terjamin
- Merangsang pertumbuhan akar
- Tanaman lebih tahan terhadap hama dan penyakit
- Memperbaiki kualitas bulir
- Dapat mengurangi pengaruh kematangan yang dipercepat oleh posfor
- Mampu mengatasi kekurangan air pada tingkat tertentu.
Kekurangan Kalium menyebabkan
- Pertumbuhan kerdil
- Daun kelihatan kering dan terbakar pada sisi-sisinya.
- Menghambat pembentukan hidrat arang pada biji.
- Permukaan daun memperlihatkan gejala klorotik yang tidak merata
- Munculnya bercak coklat mirip gejala penyakit pada bagian yang berwarna hijau gelap.
Kelebihan kalium menyebabkan
Daun cepat menua sebagai akibat kadar magnesium daun dapat menurun, kadang-kadang menjadi tingkat terendah sehingga aktifitas fotosintesa terganggu.
2.2 Sarat Tumbuh
a. Tanah
Baik di dataran tinggi maupun dataran rendah, tanaman sayuran dapat ditanam di tanah-tanah ataupun di sawah. Menurut strukturnya, tanah yang baik untuk ditanami sayuran ialah tanah yang memiliki struktur remah, tanah itu mengandung pasir 50-60%, lumpur 25-35%, dan liat 15-25%. Tanah seperti itu saat musim kemarau, tidak banyak kehilangan air, begitu juga saat musim penghujan, air mudah meresap dalam tanah.
b. Iklim
a. Tanaman ini dapat tumbuh dengan baik sepanjang tahun. Kangkung darat dapat tumbuh pada daerah yang beriklim panas dan beriklim dingin
b. Jumlah curah hujan yang baik untuk pertumbuhan tanaman ini berkisar antara 500-5000 mm/tahun. Pada musim hujan tanaman kangkung pertumbuhannya sangat cepat dan subur, asalkan di sekelilingnya tidak tumbuh rumput liar. Dengan demikian, kangkung pada umumnya kuat menghadapi rumput liar, sehingga kangkung dapat tumbuh di padang rumput, kebun/ladang yang agak rimbun.
c. Tanaman kangkung membutuhkan lahan yang terbuka atau mendapat sinar matahari yang cukup. Di tempat yang terlindung (ternaungi) tanaman kangkung akan tumbuh memanjang (tinggi) tetapi kurus-kurus. Kangkung sangat kuat menghadapi panas terik dan kemarau yang panjang. Apabila ditanam di tempat yang agak terlindung, maka kualitas daun bagus dan lemas sehingga disukai konsumen.
d. Suhu udara dipengaruhi oleh ketinggian tempat, setiap naik 100 m tinggi tempat, maka temperatur udara turun 1 derajat C. Apabila kangkung ditanam di tempat yang terlalu panas, maka batang dan daunnya menjadi agak keras, sehingga tidak disukai konsumen.
2.3 Peranan Pupuk Kandang Terhadap Tanaman Kangkung
Faktor jenis pupuk tidak memberikan pengaruh yang berbeda terhadap pertumbuhan kangkung maupun caisim. Pada kangkung, pertumbuhannya lebih dipengaruhi oleh faktor dosis aplikasi, terutama dari berat basah akar dan berat kering totalnya. Kotoran ayam dan sapi memang memiliki karakteristika yang berbeda.
Dari segi kadar air dan NPK-nya, kotoran ayam dan sapi sangat berbeda. Menurut Mul Mulyani Sutedja (1988: 99), kadar air dan NPK kotoran sapi padat secara berturutan adalah 85 %, 0,4 %,0,2 % dan 0,1 %, sedangkan untuk kotoran ayam adalah 55 % (air), 1 % (N), 0,8 % (P2O5) dan 0,4 (K2O). Menurut Ajwa dan Tabatabai (1974 : 175-182), perbedaan kotoran ayam dan sapi juga dapat dilihat dari pH, Kadar C-organik, Total N dan N-anorganiknya.
Karakteristik kotoran ayam adalah : pH = 7, N total 5,59 (%), C-organik (30,2 %), C:N (6), dan 6430 mgKg -1 (N-anorganik). Sedangkan kotoran sapi adalah pH = 5,2 (pH), Corganik (45,4 %), C:N =23, total N = 2,32 dan N-anorganik = 2840 mg.Kg -1. Dilihat dari kandungan haranya, kotoranayam lebih baik dibanding kotoran sapi, namun efektivitas keterserapannya sangat tergantung dari banyak faktor. Dari fakta yang ditemukan, penggunaan kotoran ayam dan sapi tidak memberikan 13 perbedaan pengaruh pada ertumbuhan kangkung maupun caisim, walaupun kedua jenis kompos memiliki karakteristika yang berbeda.
Tidak adanya beda pengaruh antar kedua jenis dapat disebabkan karena kualitas fisik tanah yang terbentuk dari penambahan kedua jenis pupuk kandang relatif sama. Perbedaan pertumbuhan kangkung lebih ditentukan oleh dosis aplikasi, dapat disebabkan karena kualitas tanah yang terbentuk dari penambahan variasi dosis pupuk kandang tersebut berbeda. Di sisi lain, faktor jenis dan dosis aplikasi kompos ternyata lebih menentukan tingkat pertumbuhan akar dan berat kering total pada kangkung, namun tidakpada caisim. Perbedaan respon antara kangkung dan caisim lebih disebabkan oleh perbedaan karakter tanamannya.
2.4 Manajemen
Dalam proses manajemen tanaman kangkung ini kami bekerja sama. Tidak ada pembagian tugas khusus, jadi dalam proses perencanaa, pengawasan, dan kerja kami lakukan bersama-sama, agar tanaman kangkung dapat tumbuh dengan baik
BAB III
METODOLOGI
3.1 Waktu Pelaksanaan
Penelitian dilakukan di Kebun Praktikum Milik Fakultas Pertanian, Universitas Jambi. Sejak tanggal 18/03/2015 S/D pemanenan.
Penanaman dilakukan tanggal 25/03/2015
Pemanenan dilakukan 27/04/2015
3.2 Alat dan Bahan
a. Alat
i. Meteran
ii. Cangkul
iii. Parang
b. Bahan
i. Benih kangkung
ii. Pupuk kandang sapi ( 4 kg)
iii. Air
3.3 Cara Kerja
a. Menyiapkan lahan untuk tanaman kangkung ( membalik top soil dan menghilangkan gulma ) dengan ukuran, lebar petakan 100cm, panjang petakan 200cm, jarak antar ulangan 75cm, jarak antar petakan dalam ulangan 50cm.
b. Memberikan pupuk kandang 4kg 1x2m.
c. Menggemburkan tanah dan mencampur pupuk kandang.
d. Meratakan permukaan tanah.
e. Membuat larikan tempat menanam benih kangkung sedalam 2-3 cm. dengan jarak tanam antar larikan 10 cm.
f. Menyebar benih kangkung secara merata dengan jarak antar lubang tanam 20 x20 cm, masing-masing lubang tanam diberi 3 benih.
g. Menutup benih dengan tanah tipis-tipis.
h. Melakukan perawatan dengan penyiraman dan penyiangan.
i. Memanen tanaman kangkung setelah berumur ± 1 bulan dengan cara mencabut tanaman beserta akarnya.
j. Bersihkan tanah yang terbawa pada akar.
k. Ikat kangkung hasil panen 10 tanaman/ikat.
BAB IV
PEMBAHASAN
4.1 Hasil dan Pembahasan
Budidaya kangkung dimulai dengan pengolahan lahan. Pengolahan lahan dilakukan dengan mencangkul lahan sampai gembur sehari sebelum benih kangkung disebar di lahan. Pengolahan lahan meliputi pembuatan bedengan dengan ukuran 1 m x 2 m, menghilangkan gulma dan membalik top soil. Lebar bedengan dibuat 1 m agar memudahkan pemeliharaan tanaman saat penyiangan atau penjarangan tanaman. Lahan tidak langsung ditanami kangkung setelah pengolahan lahan bertujuan agar cendawan atau mikroorganisme yang dapat menggagu pertumbuhan tanaman mati terkena sinar matahari.
Sebelum ditanam perlu ditambahkan pupuk kandang sebagai nutrisi awal pertumbuhan benih kangkung. Kebutuhan pupuk kandang 4 kg, Jarak tanam kangkung 20 cm x 20 cm, dengan luas lahan 2x1 m. Varietas kangkung yang ditanam adalah panah merah. Benih kangkung langsung ditanam pada lubang tanam yang telah dibuat tanpa melalui penyemaian. Benih kangkung berukuran besar, mudah tumbuh dan harga benih tidak mahal, sehingga kangkung tidak masuk dalam tanaman yang perlu disemai sebelum di tanam. Setelah benih kangkung ditanam, tutup benih dengan tanah halus sampai benih tidak terlihat dari permukaan tanah. Tujuannya agar benih terjaga kelembabannya.
Pemeliharaan yang diperhatikan adalah ketersediaan air. Kangkung membutuhkan banyak air karena berbatang sukulen. Pengairan sangat diperlukan setelah tanam, terutama bila tanaman layu pada siang hari. Penyiraman kangkung dilakukan menggunakan sprinkler. Kangkung mulai berkecambah 1 minggu setelah tanam (mst). Pemeliharaan tanaman secara intensif dilakukan saat tanaman masih muda, pengendalian gulma saat tanaman masih muda sangat penting agar gulma tidak tumbuh dominan di antara tanaman kangkung. Gulma menyaingi cahaya, air, dan cahaya yang dapat mengurangi hasil, maka pengendalian gulma perlu dilakukan dini pada penanaman benih secara langsung. Pengendalian OPT khususnya hama dilakukan secara mekanik. Hama yang mengganggu adalah belalang. Pegendalian dilakukan dengan mengambil belalang yang terlihat pada tanaman kangkung.
Panen kangkung dilakukan setelah tanaman kangkung berumur 4 mst. hasil panen kangkung adalah 21 ikat per bedengan dengan luas lahan 1x2 m2. Panen dilakukan sekali waktu dengan mencabut tanaman sampai akarnya. Untuk menjaga kesegaran, kagkung yang telah dipanen diletakkan di tempat yang teduh dan merendam bagian akar dengan air sebelum diikat.
4.2 Marketing
Untuk pemasarannya sendiri, kami menjual kepada mahasiswa/i yang tinggal didaerah mendalo seharga Rp.1000,- perikat.
Jumlah kangkung yang kami hasilkan sebanyak 10 ikat, jadi 10x1000 = 10.000.
Jadi hasil penjualan kangkung kami adalah sebanyak Rp.10.000,-
BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
a. Kangkung dapat ditanam langsung tanpa melalui persemaian.
b. Pengairan mempengaruhi pertumbuhan kangkung.
c. Penyiangan gulma penting dilakukan saat umur kangkung masih muda.
d. Rata-rata panen kangkung 10 ikat per bedengan.
e. Untuk mendapatkan hasil yang memuaskan kangkung darat perlu mendapatkan penyiraman yang baik 2 kali sehari pada musim kemarau.
f. Dalam budidaya kangkung, penambahan pupuk kandang atau pupuk kompos pada pengolahan tanah sangat diperlukan.
g. Jumlah curah hujan yang baik untuk pertumbuhan tanaman ini berkisar antara 500-5000 mm/tahun
5.2 Saran
Agar tanaman dapat tumbuh dengan baik dan hasilnya memuaskan sebaiknya memperhatikan dosis dan aturan pemupukan dengan benar. Karena tanaman membutuhkan perawatan yang baik.
DAFTAR PUSTAKA
https://www.google.com/search=tanamankangkugdigorontalo
http://bursabibit.com/jualbenihkangkungyogadigorontalo
http://id.wikipedia.org/wiki/Kangkung
Edi, Syafri dan Ahmad Yusri. 2009. Budidaya Kangkung Darat Semi Organik. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jambi. jambi.litbang.deptan.go.id

EmoticonEmoticon