KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat-Nya sehingga penulisan “Laporan Akhir Praktikum Dasar-dasar Agronomi” ini dapat terselesaikan walaupun dalam proses penyusunannya sering mengalami berbagai hambatan namun berkat kesabaran dan motivasi penulis, laporan ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya.
Dalam kesempatan ini pula, penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah ikut serta atas sumbangan pemikiran dan pengalaman dalam penulisan makalah ini. Penulisan laporan ini bertujuan untuk menambah ilmu kita tentang budidaya tanaman bayam ( amaranthus spp ) dan dosis yang baik dalam penggunaan pupuk kandang dalam budidaya tanaman bayam ini. Tanaman bayam ini tampaknya kurang berarti, namun ternyata pengaruhnya besar sekali pengaruhnya terhadap perbaikan ekonomi rumah tangga, khususnya pangan bergizi tinggi. Informasi tentang teknik budidaya tanaman bayam ini relatif terbatas maka dari itu laporan ini sedikit membantu pembaca mendapatkan informasi tentang teknik budidaya bayam ini.
Akhir kata penulis menyadari bahwa laporan ini belum sempurna sehingga kritik dan saran dari teman-teman yang positif dan dapat membangun sangat kami perlukan guna menyempurnakan laporan ini. Semoga laporam ini dapat digunakan sebagaimana mestinya.
Mataram, Desember 2016
Penulis
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Tanaman Bayam (Amaranthus spp.) merupakan tumbuhan yang biasa ditanam untuk dikonsumsi daunnya sebagai sayuran hijau Sudah lama dikenal diakrabi masyarakat luas. Tampaknya sayuran ini kurang berarti, namun ternyata besar pengaruhnya dalam kaitan dengan perbaikan ekonomi rumah tangga, khususnya penyediaan pangan bergizi dan jasa sumber tambahan pendapatan keluarga. Tumbuhan ini berasal dari Amerika tropik namun sekarang tersebar ke seluruh dunia. Tumbuhan ini dikenal sebagai sayuran sumber zat besi yang penting.
Penyebarluasan bayam merupakan suatu trobosan yang tepat. Tanamannya mudah ditanam sekalipun dilahan sempit. Informasi tentang teknik budidaya bayam relatif terbatas. Tanaman ini mula-mula dianggap sebagai tanaman hias di amerika tropik , mereka menyebutnya tanaman yang indah dari daerah tropik timur jauh (far east). Tanaman ini dapat mencapai ketinggian antara 90-150cm. Jenis bayam yang indah ini ialah amaranthus hybridus hypochondricus.Keindahannya terletak pada warna daunnya yang bervariasi antara ungu, merah atau hijau dan pada setiap ujung tangkainya dipenuhi dengan bunga-bunga berwarna merah. Indonesia pernah menerima 29 varietas bayam dari United States Departement of Agriculture (USDA) di washington bertujuan untuk koleksi plasma nutfah ataupun diuji daya hasilnya.di Indonesia tanaman bayam menempati urutan ke-11 dari 18 jenis sayuran komersial yang dibudidayakan dan di hasilkan oleh Indonesia.
Budidaya ini dilakukan sebagai salah satu praktikum ini karena bayam memiliki kemudahan dalam merawatnya dan banyak diinginkan oleh sebagian besar masyarakat.
1.2 TUJUAN PRAKTIKUM
Untuk mengetahui pengaruh takaran pupuk organik yang baik bagi pertumbuhan tanaman bayam untuk dibudidayakan dan mendapatkan hasil yang optimal.
1.3 MANFAAT PRAKTIKUM
Adapun manfaat dari praktikum ini adalah kita dapat mengetahui takaran pupuk kandang yang baik pada pada pertumbuhan tanaman bayam agar mencapai hasil yang lebih optimal.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Budidaya Tanaman Bayam
Bayam ( Amaranthus sp) merupakan tumbuhan yang biasa ditanam untuk dikonsumsi daunnya sebagai sayuran hijau. Bayam relatif tahan terhadap pencahayaan langsung karena merupakan tumbuhan C4. Batang berair dan kurang berkayu. Daun bertangkai, berbentuk bulat telur, lemas, berwarna hijau, merah, atau hijau keputihan. Bunga tersusun majemuk tipe tukal yang rapat, bagian bawah duduk di ketiak, bagian atas berkumpul menjadi karangan bunga di ujung tangkai dan ketiak percabangan. Bijinya berwarna hitam, kecil dan keras.
Bayam termasuk tanaman setahun atau lebih yang berbentuk perdu (terna) dan tingginya dapat mencapai mencapai + 1 ½ meter. Sistem perakarannya menyebar dangkal di kedalaman antara 20-40cm dan memiliki akar tunggang karena termasuk kelas Dycotiledoneae (tanaman berkeping dua).
Batang bayam banyak mengandung air ( herbaceous ) tumbuh tinggi diatas permukaan tanah. Daun bayam umunya berbentuk bulat telur dengan ujung agak meruncing, dan urat-urat daunnya jelas. Warna daun bervariasi mulai dari hijau muda, hijau tua, hijau keputih-putihan sampai warna merah. Struktur daun bayam liar umumnya kasap, dan kadang-kadang berduri.
Bunga tersusun dalam mulai yang tumbuh tegak, keluar dari ujung tanaman ataupun dari ketiak-ketiak daun. Bentuk malai bunga memanjang mirip ekor kucing , dan pembungaannya dapat berlangsung sepanjang musim atau tahun. Alat reproduksi (perbanyakan tanaman) umumnya secara generatif (biji). Dari setiap tandan (malai) bunga dapat dihasilkan ratusan hingga ribuan biji. Ukuran biji sangat kecil, bentuknya bulat dan berwarna coklat tua mengkilap sampai hitam kelam, namun pada varietas maksi bijinya berwarna putih sampai krem.
Budidaya bayam efektif dilakukan hingga ketinggian 1000 meter dari permukaan laut. Di Indonesia terdapat dua jenis tanaman bayam (Amaranthus Spp.) yang biasa dibudidayakan para petani yaitu bayam hijau dan merah. Cara panennya bisa dicabut atau dipotong. Secara metode, budidaya bayam organik mempunyai perlakuan sama dengan budidaya non-organik, perbedaannya pada pemberian jenis pupuk.
Budidaya bayam lebih efektif dilakukan tanpa tahapan persemaian terlebih dahulu. Hal yang perlu diperhatikan adalah tanaman bayam memerlukan cahaya matahari penuh. Suhu ideal berkisar antara 16-20oC, dengan kelembaban udara antara yang sedang. Namun bayam bisa beradaptasi pada suhu panas seperti di Jakarta sepanjang kelembabannya tinggi. Pada musim hujan bayam tidak begitu baik tumbuhnya, daun bayam mudah rusak terkena hujan yang terus-menerus.
Dibeberapa negara berkembang bayam dipromosikan sebagai sumber protein nabati, karena memang sayuran ini dapat berfungsi ganda bagi pemenuhan kebutuhan gizi maupun pelayanan kesehatan masyarakat. Kegunaan lain dari bayam adalah dapat dijadikan berbagai obat tradisional, dan juga untuk kecantikan. Akar bayam merah dapat dipergunakan sebagai obat penyembuh sakit disentri. Daun dan bunga bayam duri berkhasiat dalam pengobatan sakit asma dan eskim. Bahkan sampai batas tertentu, bayam dapat mengatasi berbagai jenis penyakit dalam . untuk tujuan pengobatan luar, bayam dapat dijadikan bahan kosmetika.
2.2 Peranan Pupuk Kandang
pupuk kandang adalah pupuk organik yang berasal dari feses atau kotoran hewan. Pupuk kandang juga termasuk pupuk alam. Kelemahan pupuk alam adalah jumlah kandungan bahan organiknya relatif sedikit sedangkan kelebihannya adalah pupuk ini banyak tersedia di alam.
Kebanyakan pupuk kandang berupa feses yang dikeluarkan oleh hewan ketika sedang berada di kandang maupun ketika sedang digembalakan di lahan pertanian, misal ketika sedang memakan brangkasan dan gulma. Kualitas nutrisi yang terkandung di dalam pupuk kandang sangat ditentukan oleh jenis hewan dan apa yang dimakan oleh hewan tersebut. Kotoran kuda masih mengandung banyak rumput karena sistem pencernaannya tidak sama dengan ruminansia.
Peranan nya terhadap tanah dan tanaman sangatlah bermanfaat.diantaranya Pupuk Kandang mempunyai daya ikat ion yang tinggi sehingga akan mengefektifkan bahan - bahan anorganik di dalam tanah dan menyediakan unsur hara makro dan mikro, termasuk pupuk anorganik Selain itu, pupuk kandang bisa memperbaiki struktur tanah, sehingga pertumbuhan tanaman bisa optimal Pupuk kandang yang telah siap diaplikasikan memiliki ciri bersuhu dingin, remah, wujud aslinya tidak tampak, dan baunya telah berkurang. Jika belum memiliki ciri-ciri tersebut, pupuk kandang belum siap digunakan. Penggunaan pupuk yang belum matang akan menghambat pertumbuhan tanaman, bahkan bisa mematikan tanaman.Penggunaan pupuk kandang yang baik adalah dengan cara dibenamkan, sehingga penguapan unsur hara dapat berkurang. Penggunaan pupuk kandang yang berbentuk cair paling baik dilakukan setelah tanaman tumbuh, sehingga unsur hara yang terdapat dalam pupuk kandang cair ini akan cepat diserap oleh tanaman
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 Tempat dan Waktu
Tempat : Lahan Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Jambi
Waktu : pukul 08:00 – 10:00 WIB
Tanggal: 22 september 2014 sampai 24 november 2014
3.2 Metode pelaksanaan
3.2.1 Pembukaan lahan
Pembukaan lahan dan pembersihan lahan dilakukan pada tanggal 22 september 2014 di lahan percobaan fakultas pertanian universitas jambi dengan luas lahan + 15x10 m. Pembukaan lahan dilakukan dengan menggunakan parang, sabit dan juga cangkul.
3.2.2 Pengolahan Tanah
Pengolahan tanah dilakukan pada tanggal 29 september 2014 dilahan yang telah dibuka dan dibersihkan. Pengolahan tanah bertujuan untuk menggemburkan tanah dan juga pembersihan gulma.pengolahan tanah dilakukan dengan cangkul sedalam + 30 cm. Dan juga membuat bedengan bertujuan untuk menghindari dari genangan air dan petakan 1x1 m. Dilakukan dengan cangkul dan juga dirapikan dengan menggunakan parang sedikit demi sedikit. Seminggu sebelum penanaman tanggal 06 oktober 2014 dilakukan pemberian pupuk kandang dalam petakan 1x1 m sebanyak 3,5 kg. Pupuk kandang yang diberikan pupuk kandang ayam yang telah diolah menjadi kemasan di beli dari mahasiswa fakultas peternakan universitas jambi. Pupuk yang diberikan dibenamkan kedalam tanah menggunakan cangkul bertujuan untuk mengurangi penguapan unsur hara yang terkandung di dalam pupuk kandang tersebut. Karena unsur N sangat mudah menguap ke udara dengan sendiri nya.
3.2.3 Penanaman
Untuk penanaman bibit dibeli di toko pertanian dengan varietas “BayamUnggul Benua”. Penanaman dilakukan dengan Persemaian terlebih dahulu di petakan persemaian pada tanggal 13 oktober 2014.
Waktu tanam yang paling baik adalah awal musim hujan atau awal musim kemarau. Benih yang di sebar pada petakan persemaian dicampur dahulu dengan pasir ataupun abu agar tersebar rata supaya tidak menumpuk. Menunggu lima hari tanaman mulai berkecambah dan setelah itu menunggu kurang lebih 2 minggu hingga tumbuh sekitar 4-5cm yang telah memiliki perakaran yang cukup kuat baru di pindahkan ke petakan 1x1 m yang di sediakan untuk budidaya tanaman bayam pada tanggal 27 oktober 2014. Baik nya bayam tidak perlu disemai tetapi kami melakukannya dengan di semai terlebih dahulu.Pemindahan dilakukan dengan mencabut bibit persemaian dan memindahkan ke lahan petakan 1x1m dengan jarak tanam 10x10cm dan di tanam dengan 2 bibit pada satu lubang sehingga total tanaman yang dipindahkan berjumlah 180 tanaman yang di tanam dan dilakukan penyiraman air.agar air yang disiram merata baiknya menyiram dengan alat bantu gembor (emrat) tetapi dengan alat sederhana saja botol kosong dan tutupnya dilubangi kecil-kecil air yang disiramkan pada tanaman sudah merata. Pada tanggal 29 oktober 2014 dilakukan penyulaman tanaman yang mati atau tidak tumbuh dengan baik di ganti dengan tanaman yang baru dengan umur tanaman yang sama. Tanggal 03 november 2014 dilakukan perhitungan persentase tumbuh tanaman bayam yang hidup dan pemasangan ajir . Dan dilakukan penyiraman air setiap hari pada pagi dan sore hari agar tumbuh dengan optimal akan tetapi jikalau hujan tidak diperlukan lagi untuk menyiram air.
3.2.4 Pemeliharaan Tanaman
Banyak pengganggu tanaman bayam antara lain; gulma tanaman gelang dan rumput liar lainnya yang dapat menurunkan produksi bayam. Usaha pengendaliannya dengan sejak awal melakukan penyiangan sekaligus menggemburkan tanah dan juga dengan mencabut gulma. Hama ulat yang memakan daun-daun bayam sehingga daun bayam menjadi berlubang dan tidak enak di lihat apalagi untuk di komersialkan. Pengendaliannya dengan cara menggerak-gerakkan helaian daun dengan ujung tangkai atau lidi dan diharapkan penggunaan pestisida dan bahan kimia lainnya dihindari.
3.3 Variabel Pengamatan
3.3.1 Persentase tumbuh tanaman bayam
dilakukan dengan perhitungan sederhana mengggunakan rumus :
P = X 100% Ket : P = persentase tanaman yang tumbuh
A = jumlah bayam yang tumbuh
B = jumlah seluruh benih yang di tanam
3.3.2 Tinggi, Helai dan Berat
ü Menghitung tinggi menggunakan penggaris dan ditambah dengan ajir berukuran 5 sm sehingga didapatkan hasil dari tinggi. Dan dicatat hasilnya untuk laporan mingguan.
ü Mengitung helai daun dengan cara menghitung manual saja berapa daun yang tumbuh pada tanaman tesrsebut.
ü Menghitung berat dengan timbangan seusai panen dilaksanakan. sebelum ditimbang tanaman dicuci bersih dari tanah-tanah yang menempel di tanaman bayam dan setelah itu dicatat hasilnya.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil Pengamatan
Dari pengamatan penelitian yang dilakukan hasil yang di dapatkan adalah ssb:
Perlakuan B=6
Ulangan I + 3,5 kg pupuk kandang.
Tabel Berat Hasil Tanaman Bayam
Berat sampel 10 tanaman | Berat Seluruh tanaman |
40gr | 100gr |
Tabel Rata-Rata Tinggi Tanaman
Perlakuan | Pengamatan tinggi tanaman (cm) | Rata-rata | ||||
Pupuk Kandang | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | |
B6 | 8,9 | 10,1 | 11,7 | 12,6 | 13,5 | 11,36 |
Tabel Rata-Rata Jumlah Daun
Perlakuan | Pengamatan jumlah daun (helai) | Rata-rata | ||||
Pupuk Kandang | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | |
B6 | 5 | 6 | 7 | 7 | 8 | 7 |
Tabel Hasil Pengamatan Tinggi Tanaman Bayam dengan masing-masing perlakuan :
Perlakuan | ULANGAN | TOTAL | Rata-rata | ||
Pupuk Kandang | I | II | III | ||
B1 | 10,15 | 10,20 | 4,61 | 24,96 | 8,32 |
B2 | 7,55 | 4,8 | 7,99 | 20,34 | 6,78 |
B3 | 6,64 | 8,59 | 13,75 | 28,98 | 9,66 |
B4 | 8,86 | 10,36 | - | 19,22 | 9,61 |
B5 | 8,21 | 2,82 | - | 11,03 | 5,51 |
B6 | 11,36 | 7,34 | 13,28 | 31,98 | 10,66 |
Tabel Hasil Pengamatan jumlah daun Tanaman Bayam dengan masing-masing perlakuan :
Perlakuan | ULANGAN | TOTAL | Rata-rata | ||
Pupuk Kandang | I | II | III | ||
B1 | 6 | 6 | 4 | 16 | 5,3 |
B2 | 6 | 5 | 4 | 15 | 5 |
B3 | 7 | 5 | 7 | 19 | 6,3 |
B4 | 7 | 6 | - | 13 | 4,3 |
B5 | 5 | 2 | - | 7 | 3,5 |
B6 | 7 | 6 | 6 | 19 | 6,3 |
4.2 Pembahasan
Berdasarkan hasil dari tabel diatas budidaya tanaman bayam yang sangat baik pada perlakuan pupuk kandang 3,5 kg atau B6 yang hasil rata-rata tinggi nya adalah 10,66 cm dan rata-rata helaian daun nya adalah 6 helai. Dan rata-rata tinggi terendah pada perlakuan pupuk kandang 3 kg dan helaian daun nya 4 helai. hasil ini berbeda pada setiap perlakuan pupuk kandang. Kandungan unsur hara di dalam pupuk kandang tidak sebanding dengan pupuk buatan. Dengan begitu semakin banyak pupuk kandang yang diberikan ke dalam tanah semakin baik. Maka dari itu hasil dari praktikum ini pertumbuhan tanaman bayam yang paling baik pada perlakuan B6 yaitu 3,5 kg pupuk kandang. Pupuk kandang yang di gunakan adalah pupuk kandang kambing. Pupuk kandang kambing mengandung N dan K tiga kali lipat lebih banyak di bandingkan dengan kotoran sapi.
Pertumbuhan tanaman bayam memerlukan cahaya matahari penuh. Suhu ideal berkisar antara 16-20oC, dengan kelembaban udara sedang. Namun bayam bisa beradaptasi pada suhu panas sepanjang kelembabannya tinggi. Pada musim hujan bayam tidak begitu baik tumbuhnya, daun bayam mudah rusak terkena hujan yang terus-menerus. Dengan begitu tanaman bayam yang tumbuhnya tidak optimal seperti pada perlakuan B5 ulangan II ini kekurangan cahaya matahari dan juga hujan terus-menerus mengakibatkan pertumbuhan yang kurang baik. Pemilihan bibit juga sangat perlu di perhatikan.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
ü Berdasarkan hasil praktikum di dapatkan rata-rata tinggi tanaman bayam tertinggi adalah B6 yaitu 10,66 cm
ü Rata-rata helaian daun terbanyak adalah B6 yaitu 6 helaian daun.
ü Benih yang di pilih harus di perhatikan karena sangat berpengaruh pada hasil yang akan di dapatkan
ü Pengolahan tanah juga sangat mempengaruhi jelajah akar tanaman, apabila tanah kurang di olah akan terjadi pemadatan tanah yang bisa menghambat akar tanaman menyerap air dan unsur hara.
ü Perlakuan pupuk kandang yang baik adalah 3,5 kg per petakan 1x1 m dengan jarak tanam 10x10 cm.
ü Pertumbuhan kurang baik dikarenakan musim hujan yang dapat merusak tanaman dan juga pencahayaan yang kurang.
5.2 Saran
Apabila terdpat kesalahan dalam penulisan laporan ptaktikum ini mohon di maklumi, penulis juga menginginkan kritik dan saran agar penulisan laporan ini dapat lebih baik karena adanya bantuan dari pihak lain.
DAFTAR PUSTAKA
Diktat Dasar-dasar Agronomi.fakultas pertanian universitas jambi.2007.jambi
Ismal, G. 1979. Ekologi tumbuhan dan tanaman pertanian. Universitas andalas. Padang
Yogi sugito. 1994. Dasar-dasar agronomi. Fakultas pertanian bogor universitas brawijaya
daftar pustaka

EmoticonEmoticon