-->

Laporan Praktikum ekofisiologi analisis pertumbuhan tanaman jagung



ACARA I. ANALISIS PERTUMBUHAN TANAMAN JAGUNG
A.    Tujuan Praktikum
            Untuk mengukur petumbuhan tanaman jagung yang dihubungkan dengan penambahan luas daun dan biomassa tanaman.
B.     Pelaksanaan Praktikum
1.      Waktu Praktikum  : Minggu7 Desember 2014
2.      Tempat Praktikum : Kebun Percobaan Narmada Fakultas Pertanian, Universitas Mataram.
C.    Tinjauan Pustaka
Tanaman jagung ( Zea mays L.) adalah tanaman serealia penghasil karbohidrat yang merupakan makanan pokok kedua setelah padi. Menurut Rukmana, (1993) kandungan kimia jagung terdiri atas air 13.5%, protein 10.0%,lemak 4.0%, karbohidrat 61.0%, gula 1.4%, pentosan 6.0%, serat kasar 2.3%, abu1.4% dan zat-zat lain 0.4%.

Pertumbuhan tanaman merupakan suatu konsep universal dalam biologi dan merupakan hasil dari berbagai proses fisiologi yang berinteraksi dalam tubuh tanaman bersama faktor luar. Ketiga proses tersebut yaitu pertambahan ukuran, bentuk dan jumlah (Sitompul dan Guritno, 1995). Pertumbuhan, dalam arti terbatas, menunjuk pada pertambahan ukuran yang tidak dapat balik, mencerminkan pertambahan protoplasma. Pertumbuhan tanaman ditunjukkan oleh pertambahan ukuran dan berat kering yang tidak dapat balik (Harjadi, 1988).

Pertumbuhan dapat diukur sebagai pertambahan panjang, lebar atau luas; tetapi dapat pula diukur berdasarkan pertambahan volume, masa atau berat ( segar atau kering ). Setiap parameter ini menggambarkan sesuatu yang berbeda dan jarang adanya hubungan sederhana antara mereka dalam organisme yang sedang tumbuh. Hal ini disebabkan pertumbuhan sering terjadi dalam arah dan kadar cepat yang berbeda yang satu sama lain tidak ada keterkaitan, sehingga perbandingan linier antara luas dan volume tidak terjadi pada waktu yang bersamaan. Dengan melibatkan parameter lingkungan seperti cahaya, suhu, air dan lain-lain, suatu model pertumbuhan yang sederhana dari suatu bagian tumbuhan seperti akar, daun dan batang telah  dilakukan (Hariyadi, 1988).
D.     Bahan dan Alat Praktikum
1.      Bahan Praktikum :
a.       Benih jagung
b.      Pupuk phonska
c.       Amplop
2.      Alat Praktikum      :
a.       Penggaris
b.      silet
c.       Alat tulis menulis
d.      Tugal
E.     Cara Kerja
a.       Ditanam tanaman jagung dengan jarak tanam 70 cm antar barisan dan 20 cm didalam barisan dengan dua benih tanaman perlubang.
b.      Dipelihara tanaman tersebut sesuai dengan standar teknologi pemeliharaan tanaman jagung
c.       Dilakukan pengamatan dan pengambilan tanaman sampel setiap minggu sejak minggu pertama setelah tanam untuk analisis petumbuhan dan perkembangan tanaman.
d.      Diambildari setiap petak dua sampel tanaman jagung dengan cara memotong tanamanpada buku yang terbawah.
e.       Dipisahkan antara bagian daun dan batang serta organ lainnya. Diukur panjang daun dan lebar (bagian yang terlebar) dari masing-masing tanaman sampel dan setelah itu daun-daun yang sudah diukur kemudian dimasukan kedalam amplop yang berbeda untuk setiap tanaman sampelnya.
f.       Luas daun sebenarnya dari beberapa sampel daun diukur dilaboratorium produksi tanaman dengan menggunakan alat leaf area meter
g.      Hasil perkalian panjang dan lebar daun kemudian di plotkan dengan hasil pengukuran luas daun sebenarnya. Persamaan regresi linear selanjutnya bisa dicari dari hubungannantara panjang x lebar dengan luas daun sebenarnya. Slope dari garis ( nilai b dari persamaan segresi linear adalah merupakan faktor koreksi dari luas daun tanaman jagung. Nilai faktor koreksi ini selanjutnya digunakan untuk mencari nilai luas daun jagung sebenarnya dari sampel di lapangan dengan cara mengalikan dengan hasil perkalian panjang dan lebar daun. Persamaanya adalah A=b* ( P x L), yang mana A adalah luas daun, b, faktor koreksi, panjang daun dan Llebar daun.
h.      Batang dan organ-organ lainnya juga dimasukan masing-masing kedalam amplop yang berbeda.
i.        Sampel organ-organ tanaman dimasukan kedalam oven dan selanjutnya dikeringkan pada temperatur 80oc selama kurang lebih 24 jam.
j.        Sampel yang sudah kering selanjutnya ditimbang untuk setiap bagian/ organ dari setiap sampelnya.
k.      Dihitung laju pertumbuhan absolut atau absolute growth rate (AGR) serta laju pertumbuhan nisbih atau relative growth rate (RGR) dari masing-masing sampel. AGR dapat dihitung  dengan rumus.
l.        Dimana W1 adalah biomassa tanaman pada minggu sebelumnya, W2 adalah biomassa tanaman pada saat pengambilan sampel dan t adalah selisih waktu (hari) pengamatan. Sementara itu RGR dihitung dengan rumus
m.    RGR 
F.     Dari data luas daun yang ada, hitunglah indeks laus daun tanaman dengan mengacu pada jumlah tanaman per meter perseginya adalah 12 tanaman.

G.    Hasil Pengamatan
Umur tanaman (Minggu)
Luas daun
Berat daun (gr)
Berat batang (gr)
I
II
I
II
I
II
1
9,74
7,97
7,12
7,26
0,02
0,02
0,03
0,06
2
35,95
37,81
0,50
0,15
0,08
0,80
8,95
12
22,94
23,16
22,25
22,26
3
163,13
201,92
3,47
3,23
1,51
1,52
160,11
164,72
3,03
1,88
1,07
1
4
308,57
355,79
15,72
14,03
12,36
8,12
329,95
307,39
10,20
10,97
7,53
6,88
5
447,49
525,21
12,44
22,24
14,92
14,35
428,91
485,51
44,58
46,87
29,46
29,46



A.    Pembahasan
Analisis pertumbuhan merupakan suatu cara untuk mengikuti dinamika fotosintesis yang diketahui dengan cara pengukuran tinggi tanaman dan jumlah daun, selain itu juga analisis pertumbuhan dapat diukur oleh total berat kering tanaman jagung tersebut
Praktikum ini menganalisis tanaman jagung dari umur dua minggu sampai 7 minggu. Berdasarkan hasil pengamatan pada tabel 1- 6 tinggi tanaman jagung meningkat dari minggu ke 2 hingga minggu ke 7. Begitu juga dengan jumlah daun yang semakin bertambah dari minggu ke minggu. Semakin tinggi tanaman jagung maka buku ruas tanaman jagung akan semakin banyak, dengan bertambahnya buku ruas pada batang tanaman jagung, daun tanaman jagung akan semakin banyak.
Daun merupakan organ fotosintetik utama dalam tubuh tanaman, di mana terjadi proses perubahan energi cahaya menjadi energi kimia dan mengakumulasikannya dalam bentuk bahan kering. Berdasarkan hasil pengamatan pada tabel 1 – 6 terlihat bahwa daun dan luas daun tanaman jagung semakin meningkat seiring dengan pertambahan umur tanaman. semakin luas permukaan daun semakin banyak cahaya yang bisa ditangkap oleh tanaman tersebut untuk fotosintesis untuk prose pertumbuhan dan menghasilkan biomassa, jadi luas daun merupakan faktor penentu sehingga perbedaan biomassa per unit waktu dapat dibagi dengan luas daun untuk menghasilkan laju asimilasi bersih.Pada tanaman jagung terlihat perkembangan indeks luas daun dari umur 2 minggu sampai 7 minggu 


“BAHAS SENDIRI DATA YANG DITABEL”
B.     Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengamatan maka dapat disimpulkan sebagai berikut :

SIMPULKAN SENDIRI



EmoticonEmoticon