-->

Laporan praktikum ekofisiologi Acara 2.PENJERAPAN CAHAYA OLEH KANOPI TANAMAN JAGUNG



ACARA II. PENJERAPAN CAHAYA OLEH KANOPI TANAMAN JAGUNG
C.    Tujuan Praktikum
            Untuk mempelajari kemampuan penjerapan cahaya oleh kanopi tanaman pada berbagai indeks luas daun.
D.    Pelaksanaan Praktikum
1.      Waktu Praktikum  : Minggu14 Desember 2014
2.      Tempat Praktikum : Kebun Percobaan Narmada Fakultas Pertanian, Universitas Mataram
E.     Tinjauan Pustaka
Pertumbuhan pada tanaman dipengaruhi oleh banyak faktor baik dari dalam maupun dari luar. Salah satu factor yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman dari luar yaitu faktor cahaya yang dapat menghambat proses pertumbuhan batang tanaman karena cahaya dapat menguraikan auksin yaitu salah satu hormon pertumbuhan.Pada setiap tahap dalam kehidupan suatu tumbuhan, sensitivitas terhadap lingkungan dan koordinasi responssangat jelas terlihat. Tumbuhan dapat mengindera gravitasi dan arah cahaya dan menanggapi stimulus-stimulusini dengan cara yang kelihatannya sangat wajar bagi kita. Seleksi alam lebih menyukai mekanisme responstumbuhan yang meningkatkan keberhasilan reproduktif, namun ini mengimplikasikan tidka adanya perencanaanyang disengaja pada bagian dari tumbuhan tersebut (Campbell, 2002).
Batang jagung tegak dan mudah terlihat, sebagaimana sorgum dan tebu, namun tidak seperti padi atau gandum.Terdapat mutan yang batangnya tidak tumbuh pesat sehingga tanaman berbentuk roset. Batang beruas-ruas.Ruas terbungkus pelepah daun yang muncul dari buku. Batang jagung cukup kokoh namun tidak banyak mengandung lignin.Daun jagung adalah daun sempurna. Bentuknya memanjang. Antara pelepah dan helai daun terdapat ligula.Tulang daun sejajar dengan ibu tulang daun. Permukaan daun ada yang licin dan ada yang berambut. Stoma pada daun jagung berbentuk halter, yang khas dimiliki familia Poaceae. Setiap stoma dikelilingi sel-selepidermis berbentuk kipas. Struktur ini berperan penting dalam respon tanaman menanggapi defisit air pada sel-sel daun.

F.      Bahan dan Alat Praktikum
1.      Bahan Praktikum :
a.       Benih jagung
b.      Pupuk phonska
2.      Alat Praktikum      :
        AccuPAR
G.    Cara Kerja
a.       Cahaya diatas kanopi (lo) tanaman dari masing petak diukur dengan menggunakan alat AccuPAR tepat pada tengah hari (sekitar pukul 12- pukul 13 pada saat langit cerah) ( mulai jam 10 sampai jam 1)
b.      Setelah setiap dua kali pengukuran cahaya diatas kanopi, dilakukan pengukuran dibawah kanopi masing-masing lima kali untuk setiap petakhttp://blogtaria.blogspot.sg/2015/03/laporan-praktikum-ekofisiologi-tanaman.html
c.       Cahaya dibawah kanopi (l) diukur dengan cara memasukan AccuPAR dibawah kanopi tanaman( kira-kira 10 cm di permukaan tanah) dengan arah memotong barisan tanaman
d.      Kemampuan tanaman dalam menjerap cahaya (koopesien penjerapan) dapat dihitung berdasarkan data indeks luas daun (L) dari masing-masing umur tanaman yang sudah dihitung sebelumnya dengan rumus: 

Berdasarkan hasil pengamatan maka dapat disimpulkan sebagai berikut :
Kesimpulannya adalah memang benar cahaya mempengaruhi pertumbuhan tanaman jagung, dimana tanaman jagung yang ditempatkan di tempat yang gelap batangnya lebih tinggi daripada batang tanaman jagung yangditempatkan di tempat yang terang


Daftar Pustaka
Rukmana, R., 1993. Usaha Tani Jagung. Kanisius. Yogyakarta.
http://nianrimayanti.blogspot.com/ Nian Rima 2011
https://www.academia.edu/4757078/KARYA_ILMIAH_PERTUMBUHAN_JAGUNG_KATA_PENGANTAR  ESTY WAHYUNINGSIH 2009
TINJAUAN PUSTAKA ACARA 2 DI LENGKAPI DARI SINI
Tinjauan Tentang Pengaruh Cahaya Terhadap PertumbuhanPertumbuhan dapat diartikan sebagai proses pertambahan ukuran atau volume serta jumlah sel secarairreversibel, yaitu tidak dapat kembali ke bentuk semula. Pertumbuhan bersifat kuantitatif artinya dapatdinyatakan dengan suatu bilangan. Pertumbuhan dipengaruhi oleh banyak faktor yaitu factor dari dalam maupundari luar tumbuhan. Salah satu factor pertumbuhan dari luar yaitu cahaya. Cahaya khusunya cahaya mataharimerupakan sumber energi yang penting untuk melaksanakan fotosintesis pada tanaman. Cahaya berpengaruhterhadap pertumbuhan setiap organ atau terhadap keseluruhan tumbuhan secara langsung. Tanpa adanya cahayatumbuhan hijau tak mungkin dapat bertahan hidup dalam waktu yang lama. Banyaknya cahaya yang diperlukanoleh tumbuhan berbeda
 –
beda antara tumbuhan satu dengan tumbuhan lainnya. Dalam eksperimen yangdilakukan oleh Boysen-Jensen (1910) menyimpulkan bahwa bahan kimia yang dihasilkan dari bagian ujung daerah perpanjangan akan turun apabila terkena cahaya matahari dan berpindah ke sisi yang tidak ada sinar matahari. Sebagai akibatnya sisi tersebut menimbun banyak bahan kimia. Dengan demikian, pertumbuhan pada bagian yang tidak kena cahaya akan lebih cepat dari pada bagian yang terkena cahaya. Kesimpulannya ada bahan yang diproduksi oleh sel pada ujung daerah perpanjangan yang turun dari ujung pada sisi yang tidak kenacahaya dan menyebabkan terjadinya pertumbuhan yang lebih cepat di derah gelap. Pertumbuhan yang cepat didaerah gelap disebut etiolasi. Frits Wewl (1928) dalam percobaannya menyimpilkan, bahwa bahan kimiatersebut dapat mempercepat proses pertumbuhan dan dinamakan auksin. Auksin merupakan hormone pertumbuhan yang ditemukan di ujung batang dan akar serta di tempat pembentukan bunga, buah dan daun.Biji-bijian dari banyak spesies tidak akan berkecambah pada keadaan gelap, biji-biji itu memerlukan rangsangancahaya. Karena itu kelihatannya perkecambahan yang dikendalikan cahaya merupakan satu adaptasi tanamanyang tidak toleran terhadap penaungan. Beberapa peneliti telah memperlihatkan bahwa biji yang peka terhadapcahaya tidak akan berkecambah dibawah kanopi daun. Cahaya sendiri memiliki suatu intensitas, kerapatan pengaliran atau intensitas menunjukkan pengaruh primernya terhadap fotosintesis dan pengaruh sekundernya pada morfogenetika pada intensitas rendah, tetapi sebagian memerlukan energi yang lebih besar (Mancinelli danRabino, 1987). Ekologi tanaman dalam kaitannya dengan intensitas cahaya diatur oleh dua hal : 1. Penempatan daun dalam posisi dimana akan diterima intersepsi cahaya maksimum. Berarti diatas kanopi dandidalam komunitas yang kompleks sebagian besar daun tesebut tidak dapat mencapainya. Karena itu sebagian besar dari daun akan berada pada intensitas cahaya yang kurang dari yang dibutuhkan2. Fotosintesis dimaksimumkan untuk energi yang diterima, dengan anggapan keadaan ini menjadi dibawah titik  jenuh cahaya untuk fotosintesis normal, sehingga tetap dalam kesinambungan neto karbon yang positif (pengikatan CO2 untuk fotosintesis lebih besar daripada jumlah yang dikeluarkan pada respirasi dan hasilkarbohidrat). Sehelai daun yang berada pada keseimbangan C yang negative akan memerlukan gula yangdiambil dari sisa tanaman dan akan mengurangi ketegaran secara menyeluruhAdanya penyinaran sinar matahari akan menimbulkan cahaya. Sedang cahaya sangat dibutuhkan untuk
  
CARI DAFTAR PUSTAKA UNTUK TINJAUAN ACARA 1 N 2 DISINI
DAFTAR PUSTAKA
Blad, B. L. Dan D. G. Baker.  1972.  Orientation and distribution of leaves within Soybeans canopies.  Agron. J. 64 : 26 – 29.
Fried, George H. & George J. Hademenos. 2000. Scahum’s Outlines of Theory and Problems of BIOLOGY , 2nd Edition. The McGraw-Hall Companies
Fried, George H. & George J. Hademenos. 2000. Scahum’s Outlines BIOLOGI,  Edisi Kedua. Erlangga. Jakarta.
Gardner, F.P., Pearce, R.B., dan Mitchell, R.I. 1991. Fisiologi Tanaman Budidaya(diterjemahkan oleh Herawati Susilo). UI Press, Jakarta.
Hariyadi, S.S. 1988. Pengantar Agronomi. Penerbit PT Gramedia, Jakarta.
Harjadi, M.M.Sri Setyati. 1988. Pengantar Agronomi. Gramedia: Jakarta.
Lakitan, B. 1996. Fisiologi Pertumbuhan dan Perkembangan Tanaman.: Penerbit P.T. Raja Grafindo Persada, Jakarta.
Noggle, G.R and Frits, G.J. 1983. Introduction Plant Physiology, Second Edition. New Jersey: Prentice Hall, Inc, Englewood Clifts.
Salisbury, F.B. and. Ross, C.W. 1995. Fisiologi Tumbuhan, Jilid 3. (diterjemahkan oleh Diah dan Sumaryono) ,Penerbit ITB, Bandung.
Shibles, R. M. Dan C. R. Weber.  1965.  Leaf area, solar radiation, interception and dry matter production by Soybeans.  Crop Sci. 5 : 575 – 578


EmoticonEmoticon