LAPORAN PRAKTIKUM
ILMU DAN TEKNOLOGI BENIH
ACARA IV. BERAT 1000 BUTIR BIJI
Oleh
Nama : Putri Ramadhani
NIM : C1M015160
Kelompok : 29
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS MATARAM
2017
ACARA IV. BERAT 1000 BUTIR BIJI
A. Tujuan Praktikum
Tujuan dari praktikum ini adalah mahasiswa dapat mengetahui cara menghitung kemurnian benih dan dapat mengetahui komposisi dari suatu contoh benih.
B. Pelaksanaan Praktikum
1. Hari/tanggal praktikum : | Senin, 16 Oktober 2017 pukul 12.30 – 14.00 WITA. |
2. Tempat praktikum : | Laboratorium Pemuliaan Tanaman dan Teknologi Benih, Gedung E, Lantai 3, Fakultas Pertanian, Universitas Mataram. |
C. Tinjauan Pustaka
D. Bahan dan Alat Praktikum
1. Bahan Praktikum
Bahan-bahan yang digunakan pada praktikum ini adalah sebagai berikut.
a. Benih padi (Oryza sativa)
b. Bening kacang tanah (Arahis hypogea)
c. Benih kacang hijau (Vigna radiata)
2. Alat Praktikum
Alat yang digunakan pada praktikum ini adalah sebagai berikut.
a. Meja analisis kemurnian benih
b. Pinset
c. Timbangan
d. Petridis
E. Cara Kerja
Adapun prosedur kerja dari praktikum ini adalah sebagai berikut.
1. Disiapkan benih yang banyak yang akan diuji dalam sebuah wadah (petridish)
2. Ditimbang berat contoh uji tersebut dengan timbangan analitik (berat total). Penimbangan contoh uji untuk kemurnian, harus sesuai dengan ketentuan dalamsertifikasi benih yaitu adi 75 g, jagung 900 g, shorgum 90 g, kacang tanah 100 g, kedelai 500 g, kacanghijau 150 g, bayam, 2 g, kol bunga 10 g, dan petsai 4 g.
3. Dipisahkan komponen uji, kemudian ditimbang:
- Benih murni= a g
- Benih spesies = b g
- Benih gulma = c g
- Bahan lain atau kotoran = d g
4. Persentase dari berat komponen b, c, dan d diatas dari berat totalnya dan persentase benih murni (a) adalah100% - total persentase b, c, dan d.
5. Dilakukan analisis sebanyak dua kali ulangan dengan beda antar ulangan tidak boleh lebih dari 5%.
F. Hasil Pengamatan
a. Data Kelompok
· Padi
c = 0%
a = 100% - (14,23+0+6,67)%
= 100% - 20,9%
=79,1%
· Kacang Tanah
a = 100% - (2,06+0,11+2,26)
= 100% - 4,43%
= 95,57%
· Kacang Hijau
a = 100% - (6,58+0+1,56)%
= 100% - 8,14%
= 91,86%
b. Data Gelombang
· Padi
a = 100% - (8,33+8,33+6,57)%
= 100% - 23,23%
= 76,77%
· Kacang Tanah
a = 100% - (1,72+0,57+1,83)%
= 100% - 4,12%
= 95,88%
· Kacang Hijau
a = 100% - (5,13+7,93+2,22)%
a = 100% - 15,28
a = 84,72%
G. Pembahasan
Pengujian benih merupakan metode untuk menentukan nilai pertanaman dilapangan. Dalam pengujian benih mengacu dari ISTA, dan beberapa penyesuaian telah diambil untuk mempertimbangkan kebutuhan khusus (ukuran, struktur, pola perkecambahan) jenis-jenis yang dibahas di dalam petunjuk ini. Beberapa penyesuaian juga telah dibuat untuk menyederhanakan prosedur pengujian benih. Pengujian benih mencakup pengujian mutu fisik fisiologi benih (Harjadi, 1979).
Kemurnian benih adalah tingkatan kebersihan benih dari materi-materi serasah, atau benih varietas lain yang tidak diharapkan yang kemurnian benih dinyatakan dalam persentase (%). Standar metode pengujian mutu benih yang ada selama ini mengacu pada ketentuan ISTA. Sebagai langkah pertama dalam pengujian mutu benih adalah menyediakan contoh benih yang dapat dianggap seragam dan memenuhi persyaratan yang telah ditentukan oleh ISTA.
Menurut Badan Standarisasi Nasional (BSN), persyaratan mutu di laboratorium meliputi kadar air dengan batas maksimum 13,0%, benih murni dengan batas minimum 98,0%, daya berkecambah/daya tumbuh dengan batas minimum 80,0%, kotoran benih dengan batas maksimum 2,0%, biji benih tanaman lain 0,0%, dan biji gulma 0,0%.
Benih-benih yang termasuk dalam kategorimurni merupakan benih-benih yang memiliki kriteriasperti biji muda, biji belah, dan biji rusak, pecahan biji dengan ukuran lebih besar dari setengah ukuran biji aslinya, biji-biji yang terserang penyakit, dan biji yang mulai berkecambah.
Berdasarkan hasil yang diperoleh pada praktikum ini dapat diketahui bahwa data kelompok pada benih padi yaitu berat komponen campuran varietas lain 10,67 gram, biji tanaman lain 0 gram, dan kotoran benih 5 gram. Persentase komponen pada benih padi diperoleh benih murni sebesar 79,1%, campuran varietas lain 14,23%, biji tanaman lain 0%, serta kotoran benih sebesar 6,67%. Pada benih kacang tanah diperoleh benih murni sebesar 95,57%, berat komponen campuran varietas lain 2,06 gram, biji tanaman lain 0,11 gram, dan kotoran benih 2,26 gram. Persentase komponen pada benih kacang tanah diperoleh benih murni sebesar 95,57%, campuran varietas lain 2,06%, biji tanaman lain 0,11%, dan kotoran benih 2,26%. Pada benih kacang hijau diperoleh berat komponen campuran varietas lain yaitu 9,87 gram, biji tanaman lain 0, dan kotoran benih 2,34 gram. Persentase komponen pada benih kacang hijau diperoleh benih murni sebesar 91,86%, campuran varietas lain 6,58%, biji tanaman lain 0%, serta kotoran benih sebesar 1,56%.
Hasil pengujian kemurnian benih padi, kacang tanah, dan kacang hijau memiliki persentase kemurnian benih yaitu 79,1%, 95,57%, dan 91,86% pada data kelompok dan pada data gelombang yaitu 76,77%, 95,88%, dan 84,72%, sehingga dari ketiga hasil tersebut diperoleh persentase kemurnian benih yang tinggi pada benih kacang tanah dibandingkan dengan benih padi dan kacang hijau. Benih kacang tanah memiliki kemurnian yang tinggi karena mencapai lebih dari 95% dari standar ISTA. Hal ini berarti bahwa jika dilihat dari data kelompok maupun data per gelombang benih kacang tanah adalah benih yang benar-benar murni walaupun ada beberapa persen kotoran benih dan benih varietas lain. Akan tetapi benih dari data per kelompok lebih baik digunakan dibandingkan dengan benih dari data per gelombang, karena persentase dari data per kelompok lebih tinggi dibandingkan dengan persentase data per gelombang. Persentase terendah baik pada data kelompok maupun gelombang adalah benih padi, hal ini disebabkan oleh benih padi yang diuji adalah bukan benih murni yang akan dijadikan bibit dan benih yang bukan berasal dari balai penelitian benih melainkan benih yang diambil dari sawah langsung.
Berarti mutu benih yang kita praktikum kali ini adalah mutu fisik benih yang murni karena faktor kehilangan benih tidak lebih besar dari 5% sehingga benih yang kita gunakan pada praktikum kali ini adalah benih yang mutu fisiknya baik, namun dengan nilai kemurniannya rata-rata (95%) kalau sudah mencapai tingkat kemurniannya (95%) maka benih tersebut dikatakan benih yang varietas kemurniaannya sangat baik atu bagus.
Benih yang memiliki kemurnian yang tinggi merupakan salah satu takaran atau ukuran untuk menjadi benih bersertifikat. Sehingga pengujian kemurnian benih dilakukan untuk menentukan komposisi berdasarkan berat dari contoh benih yang akan diuji atau dengan kata lain komposisi dari kelompok benih identitas dari berbagai spesies benih dan partikel-partikel lain yang terdapat dalam benih.
Prinsip dari pengolahan benih ialah mewujudkan benih tanaman yang unggul dan baik. Apabila benih itu ditanam atau ditumbuhkan akan mampu bertahan selama perkembangan hidupnya serta mampu memberikan produk yang baik dan meningkat, dengan cara memberikan perlakuan antara lain memisahkan secara khusus benih yang kita pilih dari benih tanaman sejenis yang bervarietas lain, dari benih tanaman lain, dari biji-bijian herba, dari kotoran-kotoran yang melekat atau tercampur padanya. Jangkauan dari aktivitas ini adalah agar diperoleh benih yang benar-benar murni.
Pembersihan benih dari varietas lain dan kotoran harus dilakukan dengan sebaik-baiknya mengingat antara benih yang kita maksud dengan hal-hal yang telah disebutkan itu pada dasarnya ada perbedaan fisik. Jadi tinggal ketekunan kita dalam melaksanakan cleaning tersebut. Dalam pelaksanaan pembersihan itu terdapat dua cara yaitu yang tradisional dan yang pemanfaatan mesin.
Cara tradisional ini seperti yang dilakukan oleh praktikan dalam praktikum kemurnian benih ini yaitu dengan memilah-milah benih murni, varietas lain dan kotoran dengan menggunakan tangan, jadi hanya mengandalkan indera perasa dan penglihatan saja. Cara ini banyak kelemahannya karena seperti kita ketahui kemampuan indera tiap orang berbeda-beda.
Pembersihan dengan mesin kegiatan utamanya meliputi scalping(tertuju pada material-material kasar), hulling (tertuju pada bagian-bagian yang lengket), shelling (tertuju pada pengelupasan kotoran yang ada di permukaan benih). Jadi pada dasarnya pembersihan fisik benih dari fisik kotoran dan material yang tidak diperlukan akan mengaburkan, mempengaruhi dan merusak kenurnian benih.
Pembersihan benih sangat perlu dilakukan sehubungan adanya perbedaan-perbedaan fisik dan sifat yang dapat mengaburkan kemurnian benih. Perbedaan-perbedaan seperti tekstur permukaan dan warna harus kita ambil yaitu yang menunjukkan kemurnian benih, sedang yang lainnya kita pisahkan sehingga yang tinggal menunjukkan kemurnian benih tersebut
Semakin baik mutu fisik benih, akan berpengaruh pada semakin baik muru genetis dan fisiologis. Sebab murni benih tersebut, maka daya kecambah dan campuran dari benih lain juga sedikit, sehingga karakter benih terjaga dan tumbuh dilapangan dengan optimal.
H. Kesimpulan
Hal yang dapat disimpulkan dari hasil pengamatan diatas yaitu sebagai berikut.
1. Kemurnian benih adalah tingkatan kebersihan benih dari materi-materi non benih/serasah, atau benih varietas lain yang tidak diharapkan. Biasanya kemurnian benih dinyatakan dalam persentase (%).
2. Pengujian kemurnian benih adalah pengujian yang dilakukan dengan memisahkan tiga komponen benih murni, benih tanaman lain, dan kotoran benih yang selanjutnya dihitung presentase dari ketiga komponen benih tersebut.
3. Pengujian kemurnian benih secara fisik di laboratorium dilakukan dengan cara memisahkan contoh kerja benih ke dalam komponen-komponen benih, biji tanaman/varietas lain, biji gulma dan kotoran benih.
4. Pada hasil pengujian kemurnian benih padi, benih kacang hijau, dan benih kacang tanah pada data kelompok 29 memiliki presentase benih murni yaitu 79,1%, 95,57%, dan 91,86%.
5. Karena kadar kemurnian benih padi pada data kelompok padi 79,1%
98,0% dari standar ISTA untuk benih murni maka benih padi yang diuji tidak memenuhi standar sebagai benih murni sedangkan benih biji kacang hijau dan kacang tanah 97,96% dan94,92% mendekati standar ISTA untuk benih murni 98,0% maka kedua benih biji kacang tanah dan kacang hijau yang diuji memenuhi standar dengan kemurnian yang bagus
6. Pada hasil pengujian kemurnian benih padi, benih kacang hijau, dan benih kacang tanah pada data per gelombang memiliki persentase 76,77%, 95,88% dan 84,72%.
DAFTAR PUSTAKA
Harjadi, S.S., 1979. Pengantar Agronomi. Garmedia, Jakarta.
Justice, O.L. 2002. Prinsip Dan Praktek Penyimpanan Benih. Rajawali Press: Jakarta.
Kamil, J. 1984. Teknologi Benih. Angkasa Raya : Bandung.
Kartasapoetra, A.G. 1992. Teknologi Benih Pengolahan Benih dan Tuntunan Praktikum. Rineka Cipta: Jakarta.
Sadjad, S. 1993. Dari Benih Kepada Benih. Gramedia Widiasarana Indonesia. Jakarta.
Siregar, A. Z. 2005. Comparative anatomy and morphology of embryos and seedling of maize, oats, and wheat. Journal Cultura 40: 77-83.
Suharto, E. 2003. Struktur biji, sifat fisik biji, dan karakteristik benih kemiri(Aleurrites molluccana) provenan Karang Dapo. Jurnal Akta Agrosia 6: 23-29.
Sund dan Delouce. 2008. Relation of specific gravity to vigor and viability in rice seed. Proceeding of the AOSA 52 : 168.
Sutopo, L. 1984. Teknologi Benih. Penerbit CV. Rajawali, Jakarta.
Sutopo, L. 2002. Teknologi Benih. Raja Grafindo Persada. Jakarta.
EmoticonEmoticon