-->

Laporan praktikum Fisiologi tumbuhan lengkap.



Image result for fisiologi tumbuhan
BAB I PENDAHULUAN
a.    Latar Belakang
Teknik penanganan pascapanen memiliki suatu cara untuk mendapatkan produk yang baik dan memiliki daya simpan yang cocok. Salah satu cara yang bisa diterapkan dalam penanganan pasca panen adalah mengelompokkan bahan . Pegelompokkan bahan ternyata dapat memberikan keuntungan bagi pedagang karena pedagang dapat menjual barang dagangannya dalam berbagai variasi harga walaupun produknya sama. Menjual dengan variasi harga untuk produk yang sama biasanya dapat memberikan keuntungan yang lebih dibandingkan kalau menjual satu jenis komoditas tanpa memilah dan mengelompokkan terlebih dahulu, maka yang dilakukan adalah proses sortir dan grading.
Sortasi dan grading merupakan kegiatan utama dalam usaha penanganan pasca panen hasil pertanian, baik dalam keadaan segar maupun dalam keadaan yang lain. Hal ini dikarenakan sortasi dan grading merupakan kegiatan awal dalam penanganan bahan yang akan menentukan keberhailan proses penanganan selanjutnya. Berdasarkan pengertian tersebut dapat dijelaskan bahwa pengertian sortasi adalah serangkaian kegiatan memisahkan bahan dengan berbagai cara untuk mendapatkan bahan sesuai dengan kriteria tertentu. Selain memahami pengertian sortasi, Anda juga perlu memahami grading, karena kegiatan yang dilakukan pada kedua kegiatan tersebut ada kecenderungan mirip atau bahkan sama. Kedua proses tersebut dapat membantu dalam mendapatkan hasil panen yang baik. Sedangkan hasil panen yang jelek adalah hasil yang telah mengalami pembusukan atau kerusakan fisik akibat penguapan atau serangan hama dan penyakit. Selain itu dalam kegiatan penyimpanan ada perhitungan dalam penurunan bobot suatu bahan yang telah disimpan beberapa hari.
Susut bobot suatu produk memberikan dampak terhadap kecepatan laju respirasi dalam masa penyimpanan. Laju respirasi terjadi apabila suatu produk sudah melewati masa pemasakan secara fisiologis sehingga dapat dilakukan cara untuk memperlambat laju respirasi selama masa simpan. Oleh karena itu, dilakukan praktikum ini untuk mengetahui manfaat pengemasan suatu produk selama masa simpan.

b.    Tujuan Praktikum
Tujuan praktikum ini adalah sebagai berikut:
1.      Mengerti tahapan sortasi terhadap beberapa buah, sayur dan biji-bijian terseleksi setelah panen,
2.      Mengetahui teknik sizing dan grading pascapanen beberapa buah, sayur dan biji-bijian terseleksi,
3.      Mengetahui jenis material packing yang sesuai untuk beberapa buah, sayur dan biji-bijian terseleksi.














BAB II METODOLOGI PRAKTIKUM
a.       Waktu dan Tempat
Praktikum ini dilaksanakan pada hari Jumat, 31 Maret 2017 pada pukul 09.30 sampai dengan 10.30 WITA dan bertempat di Laboratorium Produksi dan Pascapanen, Fakultas Pertanian Universitas Mataram.

b.      Alat dan Bahan
Alat-alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah pisau, nampan, camera, cling wrap dan alat tulis menulis.
Bahan-bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah buah tomat dan sayur buncit.

c.        Pelaksanaan
1.    Masing-masing kelompok mendapatkan produk buah tomat dan sayur buncis sebanyak 0,5 kg sebelum di sortir,
2.    Kemudian masing-masing komoditas disortir, dipilih yang bebas luka memar, lika mekanik, dan busuk
3.    Setelah disortir produk di timbang kembali untuk mendapatkan berat produknya
4.    Selanjutnya komoditas di grading dan di sizing, dipilih sesuai warna dan ukurannya
5.    Bila proses sizing dan grading telah dilakukan, maka dilakukan pemilihan material packing yang sesuai untuk setiap komoditas untuk kemudian disimpan pada suhu ruangan.
6.    Dilakukan pengamatan selama 2 minggu untuk melihat adakah perubahan dari penyimpanan.



BAB III HASIL PRAKTIKUM DAN PEMBAHASAN
a.    Hasil Pengamatan
Tebel 1. Pengamatan Sorting Beberapa Sayuran dan Buah Terseleksi

Foto yang diambil di Lab
Nama Komersil
Latin binomial
Jumlah produk sebelum sortasi (kg)
Jumlah produk setelah sortasi (kg)
Jenis Material Packing




Buncis
Phaseolus vulgaris L
0,5
0,1275
Cling Wrap



Tomat
Solanum lycopersicum
1,5
0,53
Cling Wrap

Table 2. Pengamatan Sizing dan Grading Beberapa Sayuran dan Buah Terseleksi
Foto yang diambil di Lab
Nama Komersil
Latin binomial
Jumlah produk sebelum sizing dan grading (kg)
Jumlah produk setelah sizing dan grading (kg)
Jenis Material Packing



Buncis
Phaseolus vulgaris L
0,1275
0,114
Cling Wrap



Tomat
Solanum lycopersicum
0,53
0,15
Clip Wrap
           
Table 3. Pengamatan Buah dan Sayuran Selama Penyimpanan.
Komoditi Buah
Perlakuan
Berat Awal
Berat Selama Penyimpanan
Hari ke +1
Hari ke+3
Hari ke+5
Hari ke+8
Tomat
Control
204
204
202
201
201
Dibungkus
150
149
148
142
133
Buncis
Control
69
66
60
59
55
Dibungkus
114
112
101
99
98
           
Table 4. Persentase Susut Bobot Buah Dan Sayur Selama Penyimpanan.
Nama Komoditi
Susut Bobot Selama Penyimpanan
Hari ke+1
Hari ke+3
Hari+5
Hari ke +8
Tomat
0 %
0,98%
1,47%
1,47%
Buncis
4,34%
13,04%
14,49%
20,28%

Diagram 1. Persentase Susut Bobot Tomat
Diagram 2. Persentase Susut Bobot Buncis
           



b.    Pembahasan
Penanganan pasca panen terhadap produk hortikultura (buah, umbi dan sayuran) harus dilakukan dengan hati-hati. Karena komoditi tersebut masih merupakan benda hidup yang melakukan proses pernafasan. Selain itu mengingat produk hortikultura mempunyai sifat yang mudah rusak dan membutuhkan tempat yang khusus dalam penyimpanannya selain itu produk hortikultura hanya baik bila dikonsumsi saat segar. Perlakuan pasca panen meliputi sortasi dan grading. Sortasi adalah memisahkan buah atau sayuran berdasarkan kenampakan yang terlihat, misalnya ada tidaknya serangan hama/penyakit, tanda-tanda busuk, adanya kotoran atau bercak pada kulit, dan sebagainya. Sedangkan grading adalah pengelompokan produk buah dan sayuran tersebut berdasarkan ukuran (besar, sedang dan kecil), tingkat kemasakan, warna dan sebagainya. Perlakuan sortasi dan grading dilakukan untuk menghasilkan mutu produk hortikultura yang dikehendaki konsumen dengan mempertimbangkan sifat-sifat produk tersebut. Sortasi maupun grading merupakan serangkaian langkah yang perlu dilakukan dalam penanganan pasca panen yang bertujuan menjaga produk pertanian agar tidak cepat rusak serta untuk meningkatkan harga jual ke konsumen ( fatkhoni, 2009 ).
Praktikum ini dilakukan proses sortasi dan grading pada dua jenis komoditi yaitu tomat dan buncis. Komoditi tersebut di pilih untuk di sortasi pada proses awal dengan memperhatikan kemulusan suatu produk. Selanjutnya dilakukan grading dan sizing dengan memperhatikan warna produk dan ukuran produk. Sebelum disortasi produk tersebut memiliki berat awal masing-masing yaitu untuk tomat sebesar 0,5 kg dan buncis sebesar 1,5 kg. setelah di lanjutkan proses sortasi maka berat akan berubah. Hal ini desebabkan oleh adanya pertimbangan atas pemilihan komoditi tersebut. Berat komoditi setelah dilakukan sortasi masing-masing yaitu tomat sebesar 0,1275 kg dan buncis sebesar 0,53 kg. Selanjutnya dilakukan proses grading dan sizing dari berat setelah di sortasi, maka didapatkan berat masing-masing komoditi setelah di grading dan sizing yaitu tomat sebesar 0,114 kg dan buncis sebesar 0,15 kg.
Pada produk (hasil) pertanian, sortasi juga dapat diartikan sebagai suatu kegiatan yang memisahkan produk berdasarkan tingkat keutuhan atau kerusakan produk, apakah karena cacat mekanis ataupun cacat bekas serangan hama atau penyakit.
Kegiatan sortasi, pada penentuan mutu hasil panen didasarkan pada kebersihan produk, ukuran, bobot, warna, bentuk, kematangan, kesegaran, ada atau tidak adanya serangan atau kerusakan oleh penyakit, terdapat kerusakan oleh serangga dan luka oleh faktor mekanis. Berdasarkan paparan diatas, sortasi merupakan proses pengklasifikasian bahan berdasarkan sifat fisik. Proses pengklasiasian, bila tidak dilakukan maka proses pengeringan dan pengolahan tidak merata. Misalnya bahan dengan ukuran besar bercampur dengan berukuran kecil, sehingga proses pengeringan akan lebih cepat pada bahan berukuran kecil demikian juga pada pengolahan. Prinsip sortasi dapat pula menggunakan alat bantu (mesin). Biasanya mengacu pada sifat-sifat buah, sebagai dasar sortasi. Cara ini disebut juga cara mekanis. Sifat-sifat buah yang dijadikan dasar diantaranya: Berat, Ukuran, Bentuk: bulat, memanjang, lonjong dll; Karakteristik potometrik: warna dan perubahan transmisi sorter; Aerodinamik dan hidrodinamik: pemisahan dengan daya apung (berdasarkan densitas) dan Permukaan alami, alat sortasi untuk aerodinamik dan hidrodinamik menggunakan cara menggetarkan dan mendorong ( Hadi, 2011).
Komoditi hasil pertanian setelah dipanen tetap mengalami proses fisiologis seperti respirasi dan transpirasi. Adanya aktivitas fisiologis pada hasil pertanian menyebabkan komoditi hasil pertanian terus mengalami perubahan yang tidak dapat dihentikan, hanya dapat diperlambat sampai batas tertentu. buah dan sayur setelah dipanen tetap mengalami respirasi dan transpirasi, serta akan lebih cepat laju respirasi dan transpirasi apabila terdapat kerusakan mekanis. Praktikum ini menggunakan dua jenis komoditi yaitu tomat dan buncis. Persentase susut bobot yang dilakukan pengamatan selama dua minggu menjelaskan penurunan karena laju respirasi didalamnya di perlambat. Secara umum penyusutan bahan hasil pertanian dibedakan atas penyusutan kuantitatif dan penyusutan kualitatif. Penyusutan kuantitatif dinyatakan dalam susut jumlah atau bobot. Penyusutan kualitatif berupa penyimpangan rasa, warna dan bau, penurunan nilai gizi, penyimpangan sifat-sifat fisiokimia dan penurunan daya tumbuh (kamarani, 1986).



 


BAB IV KESIMPULAN
1.    Penanganan pasca panen terhadap produk hortikultura (buah, umbi dan sayuran) harus dilakukan dengan hati-hati. Karena komoditi tersebut masih merupakan benda hidup yang melakukan proses pernafasan.
2.    Perlakuan sortasi dan grading dilakukan untuk menghasilkan mutu produk hortikultura yang dikehendaki konsumen dengan mempertimbangkan sifat-sifat produk tersebut.
3.    Berdasarkan hasil pengamatan diatas maka suatu produk hortikultura apabila sudah melewati proses sortasi, grading dan sizing akan mengalami penyusutan berat.
4.    Proses respirasi dan transpirasi yang tinggi akan mempercepat proses pemasakan dan menurunkan berat bahan atau penyusutan.
5.    Sayuran tomat dan buncis semakin lama disimpan maka persentase susut bobotnya semakin rendah.
6.     Secara umum penyusutan bahan hasil pertanian dibedakan atas penyusutan kuantitatif dan penyusutan kualitatif.















DAFTAR PUSTAKA
Fatkhomi, F. 2009. Pemasakan buah. http://wordbiology.wordpress.comdiakses 8 April 2012.
Hadi, D. K. 2011. Mekanisme dalam proses sortasi dan Grading. http://danang-kurang-kerjaan.blogspot.comdiakses 2 April 2017
Isbandi, J. 1983. Pertumbuhan dan Perkembangan Tanaman. Fakultas Pertanian UGM, Yogyakarta.
Kamarani. 1986. Fisiologi Pasca panen. Gadjah Mada University Press, Yogykarta.
Phan, C.T., Er.B. Pantastico, K. Ogata, and K. Chacin. 1975. Respiration – In Pantastoco, Er.B. (Ed). Postharvest Physiology, Handling, and Utilization of Tropical and Sub Tropical Fruits and Vegetables. The Avi Publishing Company. Inc., Connecticut.
Wills, R.B.H., Mc.Glasson, W.B., Graham, D., Lee T.H., and Hall, E.G. 1989. Posthavest- An Introduction to The Physiology and Handling of Fruits and Vegetables. An Avi Book, Van Nostrand Reinhold, New York.
Winarno, F.G., dan M. Aman. 1979. Fisiologi Lepas Panen. Sustra Hudaya, Bogor.











EmoticonEmoticon